SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 22 September 2014
Pencarian Arsip

Pelayanan yang Buruk oleh Rakuten
Selasa, 31 Januari 2012 | 11:45

Pada tanggal 16 November 2011 saya melakukan pembelian 1 buah Samsung  Galaxy Tab Mini di Erafone City melalui Rakuten Indonesia seharga (plus ongkir)  1.549.000,-. No pemesanan 3631-20111116-2775385. Pembayaran dilakukan pada  tanggal yang sama dengan kartu kredit Mastercard BNI dengan masa cicilan 6x,  dengan jumlah cicilan per bulan Rp. 286.049,-.   

Tiga hari kemudian saya  mendapat konfirmasi bahwa barang akan diterima paling lambat 1 minggu.  Ternyata sampai dengan 3 minggu, barang belum juga sampai dan tidak ada  konfirmasi apa pun kepada saya.
   
Tanggal 9 Desember 2011 saya menghubungi  Erafone City (Sri dan Erna) dan  memperoleh kepastian bahwa stok barang yang saya pesan sudah habis. Barang  akan bisa saya terima, jika menunggu lagi selama 3 minggu. Saya putuskan untuk  membatalkan pemesanan karena kecewa dengan pelayanan : lama menunggu, di  pingpong dan tidak ada konfirmasi apa pun mengenai status barang. Pada tanggal  yang sama, saya mendapat email konfirmasi dari pihak Erafone bahwa pembatalan  transaksi saya telah dilakukan.
   
Saya pikir persoalan telah selesai, ternyata tidak. Pada 18 januari 2012  dalam billing statement, saya masih ditagih untuk cicilan pertama transaksi di  Rakuten senilai Rp. 286.049,-. BNI menyatakan bahwa pihak Rakuten belum  melakukan pembatalan transaksi ke otorisasi BNI sehingga tagihan masih muncul  di billing saya.
   
Pada tanggal yang sama, setelah saya komplain ke Rakuten, saya diminta  data rekening oleh Rakuten (Tama) untuk pembayaran dana refund secara cash  langsung ke saya. Pembayaran yang akan dilakukan (Rp. 1.549.000,-) tidak  memperhitungkan total cicilan ke BNI yang saya bayar (Rp. 1.716.249,-). Namun sampai dengan hari ini, 27 Januari 2012, hampir 2 bulan setelah pembatalan,  belum ada pengembalian sepeser pun.
   
Rakuten (Tama/Indri/Hani/Friska) hanya member janji. Tidak ada kepastian  kapan dan berapa jumlah pengembalian, mengingat jatuh tempo pembayaran kartu  kredit saya adalah tanggal 28 Januari 2012. Pelayanan Rakuten begitu buruk.  Selain mengalami kerugian waktu, energi dan pulsa untuk menghubungi Rakuten berkali-kali,  saya juga masih harus siap-siap rugi karena harus membayar cicilan kartu kredit atas pembelian barang yang tidak saya nikmati.  

Dian Widiana

Jl. Asem Rt.01/012 Kebon Jeruk Jakarta Barat




Tanggapan Atas Surat Ini

Graha Cibubur View Penipu Sudah 8 bulan yang lalu sejak akad kredit tgl 17 Juni 2011, rumah yang saya beli di Perumahan Graha Cibubur View Blok B Nomor 10, Jl. Payangan (Mess AL), Jati Raden Bekasi atas nama istri, Maria Christine hingga saat ini tidak kunjung jadi. Saat ini pembangunan malah mangkrak. Yang membuat kecewa Graha Cibubur View dalam membangun rumah tersebut banyak melakukan penipuan. Diawal pembangunan, pondasi dibuat asal-asalan. Semen kurang, pasir jelek, tidak menggunakan papan cor dan tidak pakai split (batu kecil). Setelah saya protes dengan membongkar pondasi yang mereka buat, baru ditanggapi. Yang kedua, kusen jendela, pintu dan lobang angin yang seharusnya terbuat dari kayu meranti, malah dipasang kusen yang terbuat dari kayu kampung (kayu rambutan, durian, dsbnya. Saya protes baru kusen diganti sebagian karena kusen lobang angin sampai saat ini belum juga diganti. Ketiga, tembok kamar mandi dan terakhir tembok depan rumah dibuat miring. Lagi-lagi harus protes dan baru diperbaiki. Keempat, soal kloset. Dulu waktu beli untuk tipe 47/105 dijanjikan kloset duduk sesuai Spesifikasi Teknis Bangunan yang tertulis dalam brosur. Tetapi oleh pemborongnya mau dikasih kloset jongkong. Setelah protes baru dijanjikan akan dipasang kloset duduk. Sungguh menguras tenaga untuk mengawasi bangunan rumah di Graha Cibubur View. Berulangkali mereka kerap melakukan penipuan dengan sengaja membangun sesuatu yang tidak sesuai Spektek demi mengeruk keuntungan. Kalau diprotes baru ditanggapi. Terakhir yang saya hadapi dan sampai saat ini belum ditanggapi adalah genteng yang dipasang bukan genteng keramik, melainkan genteng tanah liat biasa yang cuma dicat sendiri secara sembarangan. Padahal sesuai Spektek dalam brosur dan juga dijelaskan pada waktu booking fee oleh bagian marketing Graha Cibubur View, genteng yang yang dipasang Genteng Keramik. Tapi mana buktinya? Bahkan genteng yang dipasang juga asal-asalan sehingga kelihatan tidak tersusun rapi. Surat komplain sudah dilayangkan pada 8 Pebruari 2012 ke Direktur PT Surya Mutiara Perkasa Ir Affan Alfandhy selaku pengembang, namun tidak juga ditanggapi. Melalui surat pembaca ini, saya sampaikan kepada Ir. Affan Alfandhy selaku pengembang Graha Cibubur View, kalau anda memang tidak mau mengganti genteng tersebut dengan genteng keramik dengan ini saya kembalikan rumah tersebut dan saya menuntut uang saya kembali yakni Rp 350 juta (sesuai harga rumah saat ini) ditambah Rp 50 juta sebagai kerugian saya selama 8 bulan baik moril, waktu dan tenaga. Total yang harus anda bayar ke saya Rp 400 juta. Pilih mana? Bagi pembaca mohon berhati-hati membeli rumah di Graha Cibubur View. Lebih baik pikirkan masak-masak sebelum kecewa seperti saya.

Drs. Pundjung M.Sc
Dki Jakarta



Pemilu 2014

selengkapnya »»