Pelayanan yang Buruk oleh Rakuten
Selasa, 31 Januari 2012 | 11:45
Pada tanggal 16 November 2011 saya melakukan pembelian 1
buah Samsung Galaxy Tab Mini di Erafone City melalui Rakuten Indonesia
seharga (plus ongkir) 1.549.000,-. No pemesanan 3631-20111116-2775385.
Pembayaran dilakukan pada tanggal yang sama dengan kartu kredit
Mastercard BNI dengan masa cicilan 6x, dengan jumlah cicilan per bulan
Rp. 286.049,-.
Tiga hari kemudian
saya mendapat konfirmasi bahwa barang akan diterima paling lambat 1
minggu. Ternyata sampai dengan 3 minggu, barang belum juga sampai dan
tidak ada konfirmasi apa pun kepada saya.
Tanggal 9 Desember 2011 saya menghubungi Erafone City
(Sri dan Erna) dan memperoleh kepastian bahwa stok barang yang saya pesan
sudah habis. Barang akan bisa saya terima, jika menunggu lagi selama 3
minggu. Saya putuskan untuk membatalkan pemesanan karena kecewa dengan
pelayanan : lama menunggu, di pingpong dan tidak ada konfirmasi apa pun
mengenai status barang. Pada tanggal yang sama, saya mendapat email
konfirmasi dari pihak Erafone bahwa pembatalan transaksi saya telah
dilakukan.
Saya pikir persoalan telah selesai, ternyata tidak. Pada 18
januari 2012 dalam billing statement, saya masih ditagih untuk cicilan
pertama transaksi di Rakuten senilai Rp. 286.049,-. BNI menyatakan bahwa
pihak Rakuten belum melakukan pembatalan transaksi ke otorisasi BNI
sehingga tagihan masih muncul di billing saya.
Pada tanggal yang sama, setelah saya komplain ke Rakuten,
saya diminta data rekening oleh Rakuten (Tama) untuk pembayaran dana
refund secara cash langsung ke saya. Pembayaran yang akan dilakukan (Rp.
1.549.000,-) tidak memperhitungkan total cicilan ke BNI yang saya bayar
(Rp. 1.716.249,-). Namun sampai dengan hari ini, 27 Januari 2012, hampir 2 bulan
setelah pembatalan, belum ada pengembalian sepeser pun.
Rakuten (Tama/Indri/Hani/Friska) hanya member janji. Tidak
ada kepastian kapan dan berapa jumlah pengembalian, mengingat jatuh tempo
pembayaran kartu kredit saya adalah tanggal 28 Januari 2012. Pelayanan
Rakuten begitu buruk. Selain mengalami kerugian waktu, energi dan pulsa
untuk menghubungi Rakuten berkali-kali, saya juga masih harus siap-siap
rugi karena harus membayar cicilan kartu kredit atas pembelian barang yang
tidak saya nikmati.
Dian Widiana
Jl. Asem Rt.01/012 Kebon Jeruk Jakarta Barat
Tanggapan Atas Surat Ini
Graha Cibubur View Penipu Sudah 8 bulan yang lalu sejak akad kredit tgl 17 Juni 2011, rumah yang saya beli di Perumahan Graha Cibubur View Blok B Nomor 10, Jl. Payangan (Mess AL), Jati Raden Bekasi atas nama istri, Maria Christine hingga saat ini tidak kunjung jadi. Saat ini pembangunan malah mangkrak. Yang membuat kecewa Graha Cibubur View dalam membangun rumah tersebut banyak melakukan penipuan. Diawal pembangunan, pondasi dibuat asal-asalan. Semen kurang, pasir jelek, tidak menggunakan papan cor dan tidak pakai split (batu kecil). Setelah saya protes dengan membongkar pondasi yang mereka buat, baru ditanggapi. Yang kedua, kusen jendela, pintu dan lobang angin yang seharusnya terbuat dari kayu meranti, malah dipasang kusen yang terbuat dari kayu kampung (kayu rambutan, durian, dsbnya. Saya protes baru kusen diganti sebagian karena kusen lobang angin sampai saat ini belum juga diganti. Ketiga, tembok kamar mandi dan terakhir tembok depan rumah dibuat miring. Lagi-lagi harus protes dan baru diperbaiki. Keempat, soal kloset. Dulu waktu beli untuk tipe 47/105 dijanjikan kloset duduk sesuai Spesifikasi Teknis Bangunan yang tertulis dalam brosur. Tetapi oleh pemborongnya mau dikasih kloset jongkong. Setelah protes baru dijanjikan akan dipasang kloset duduk. Sungguh menguras tenaga untuk mengawasi bangunan rumah di Graha Cibubur View. Berulangkali mereka kerap melakukan penipuan dengan sengaja membangun sesuatu yang tidak sesuai Spektek demi mengeruk keuntungan. Kalau diprotes baru ditanggapi. Terakhir yang saya hadapi dan sampai saat ini belum ditanggapi adalah genteng yang dipasang bukan genteng keramik, melainkan genteng tanah liat biasa yang cuma dicat sendiri secara sembarangan. Padahal sesuai Spektek dalam brosur dan juga dijelaskan pada waktu booking fee oleh bagian marketing Graha Cibubur View, genteng yang yang dipasang Genteng Keramik. Tapi mana buktinya? Bahkan genteng yang dipasang juga asal-asalan sehingga kelihatan tidak tersusun rapi. Surat komplain sudah dilayangkan pada 8 Pebruari 2012 ke Direktur PT Surya Mutiara Perkasa Ir Affan Alfandhy selaku pengembang, namun tidak juga ditanggapi. Melalui surat pembaca ini, saya sampaikan kepada Ir. Affan Alfandhy selaku pengembang Graha Cibubur View, kalau anda memang tidak mau mengganti genteng tersebut dengan genteng keramik dengan ini saya kembalikan rumah tersebut dan saya menuntut uang saya kembali yakni Rp 350 juta (sesuai harga rumah saat ini) ditambah Rp 50 juta sebagai kerugian saya selama 8 bulan baik moril, waktu dan tenaga. Total yang harus anda bayar ke saya Rp 400 juta. Pilih mana? Bagi pembaca mohon berhati-hati membeli rumah di Graha Cibubur View. Lebih baik pikirkan masak-masak sebelum kecewa seperti saya.
Drs. Pundjung M.Sc
Dki Jakarta
