Setelah Angie, Giliran Wayan Koster yang Ditahan
Jumat, 4 Mei 2012 | 7:29
Marthin Hutabarat. [google] [JAKARTA] Siapa
elite politik yang akan dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah
Angelina Sondakh alias Angie?
Menurut sahabat
Angie, yang juga politisi Partai Demokrat (PD), Ruhut Sitompul, setelah Angie
bukan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang dipanggil, tetapi
politisi PDI-P, Wayan Koster.
“Tersangka baru
adalah I Wayan Koster, bukan Anas Urbaningrum. Nama-nama yang beredar salah
semuanya. Tetapi sebagai kader Partai Demokrat, saya mengharapkan badai ini
cepat berlalu,” katanya dalam dialektika demokrasi di Press Room DPR RI,
Jakarta, Kamis (3/5).
Ruhut mengaku
sangat cemas kalau kasus ini terus diambangkan sampai 2014. Karena akan sangat
berpengaruh terhadap suara partai.
“Kami sangat cemas kalau kasus ini tidak
dituntaskan sekarang, apalagi kalau tiba-tiba nanti Anas ditangkap,” katanya.
Politis Partai
Gerindra, Marthin Hutabarat
mengatakan, KPK tidak berani langsung
menahan Anas Urbaningrum setelah Angie dijebloskan ke tahanan.
KPK akan
mengumpulkan dulu opini publik, kemana arah desakan dan setelah itu baru
bertindak.
Kenapa KPK tidak
langsung menahan Anas? Karena secara psikologis, KPK ini dipilih oleh DPR RI,
yang adalah anggota partai politik.
“KPK tentu takut pada partai politik,”
katanya.
Karena itu,
Marthin sangat yakin, KPK tidak akan menyentuh Anas Urbaningrum. Yang pertama
diobok-obok setelah si cantik Angie adalah pimpinan Komisi X DPR RI. Tetapi
sebelum sampai ke sana, KPK akan masuk terlebih dahulu ke para rektor yang
selama ini bermasalah.
“Menjebloskan
para rektor ke penjara lebih mudah, karena mereka tidak punya dukungan politik.
Sehingga pernah ada rektor yang meminta dukungan DPR RI agar tidak dipanggil
KPK,” katanya.
Setelah
memeriksa para rektor, KPK baru menyentuh Komisi X DPR RI, lalu Badan Anggaran
(Banggar) DPR RI, dan terakhir baru ketua besar.
“Tahapan-tahapan ini akan
dikerjakan KPK, karena lembaga itu perhitungkan betul dampaknya. KPK juga tidak
ingin hanya Partai Demokrat yang menjadi korban,” katanya. [L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
KPK Telusuri Aliran Dana Ke Elite PKS
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Geledah Kediaman Tersangka Pajak, KPK Temukan Rp 3 Miliar
Jhonny Allen Jadi Tersangka Penggelapan Tanah?
JK Sarankan Anwar Ibrahim Tempuh Jalur Hukum
Koruptor Merajalela, Saatnya Dihukum Mati
