SBY: Tak Ada Ruang buat Premanisme di Indonesia
Selasa, 21 Februari 2012 | 13:26
Presiden SBY [google] [JAKARTA] Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan tak ada ruang terbuka bagi aksi
premanisme untuk berkuasa di negeri ini. Meski belum mengambil tindakan
langsung, Presiden dikatakan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha akan
mengambil tindakan tegas dan serius untuk menangani tindakan yang meresahkan
warga ini.
"Kita telah mendengarkan bersama pernyataan bapak Presiden bahwa tidak ada
ruang untuk aksi kekerasan dan anarkisme di negeri ini. Tentu ini akan
diproses secara hukum," tegasnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa
(21/2).
Presiden lanjut Julian, atas nama hukum tidak akan pernah menyatakan pembenaran
atas kekerasan yang terjadi di negeri ini, baik itu dilakukan perorangan maupun
kelompok.
"Tidak ada pembenaran untuk kekerasan oleh siapapun," ucap Julian.
Sebelumnya, Senin (20/2) Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, menyatakan
Presiden SBY tidak membahas secara spesifik mengenai penangkapan John Kei,
tersangka pembunuhan Bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono dalam
silahturami antara Presiden dan Lembaga Negara di DPR. Tapi, kata Priyo,
Presiden menyinggung masalah premanisme di Indonesia. "Presiden menyatakan
prihatin adanya gesekan sosial, meletupnya anarkisme, dan tindakan premanisme,"
katanya.
Priyo setuju dengan Presiden dan menyatakan bahwa kepolisian harus memberantas
semua bentuk premanisme di semua lapisan masyarakat. "Kepolisian harus
paling depan di saat kita sedang giat membangun sistem demokrasi,"
katanya.
Presiden dan DPR juga sepakat bahwa nilai-nilai sosial Indonesia tereduksi
sehingga menciptakan hal-hal yang memprihatinkan, seperti gesekan sosial dan
premanisme tersebut. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Inilah Isu Pengunduran Diri Menneg BUMN di Media Sosial
Istana Pertegas Pencalonan Ani Yudhoyono
Anas Dijegal Internal dan Eksternal Demokrat
Istana Bantah Keras Dahlan Iskan Mundur
Ribut-ribut Petral dan Prinsip C&C
Angie Minta Izin Berobat, KPK Tak Mau Dikecewakan Lagi
Rencana Pemanggilan Anas Kian Simpang Siur
KPK Positif Akan Mintai Keterangan Menpora
