SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip

Hasil Hitung Quick Count

Puspayoga Unggul Tipis Di Pilgub Bali
Rabu, 15 Mei 2013 | 17:54

Puspayoga usai melakukan pencoblosan tengah santai di Puri Satrya Denpasar.  [SP/Nyoman Mardika] Puspayoga usai melakukan pencoblosan tengah santai di Puri Satrya Denpasar. [SP/Nyoman Mardika]

[DENPASAR] Hitung cepat (quick count) pemilihan umum Gubernur Bali 2013-2018 versi Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menempatkan  pasangan nomor urut 1 Puspayoga-Sukrawan (PAS) unggul tipis dari pasangan Pastika-Sudikerta (Pasti Kerta).  

Pasangan yang diusung PDI-P ini unggul dengan raihan 50,31 persen suara, sedangkan pasangan yang diusung koalisi partai politik ini  49,69 persen.  

PDI-P pun menyambut dengan suka cita kemangan Puspayoga tersebut, meski hanya dengan angka tipis. Hal itu tentu menjadi harapan buat PDI-P setelah tumbang di Pilkada Jabar dan Sumut dalam pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur beberapa waktu lalu.  

Ketua DPD PDI-P Bali, Anak Agung Oka Ratmadi  Rabu (15/5) mengatakan, raihan suara di Pilgub Bali ini  sekarang kan berdasarkan quick count 50% lebih, sedangkan suara PDIP 40 persen di Bali di pemilu legislatif.  

“Artinya bahwa suara PDI-P  di Bali itu solid. Kami mendapatkan dukungan suara lebih dari 50% rakyat Bali, ini quick count, meskipun belum real count ya," katanya.  

Oka Ratmadi yang akrab dipanggil Tjok Rat mengatakan, pihaknya tidak terlalu merisaukan berapa jumlah kemenangan pasangan PAS, tetapi yang lebih penting adalah mampu menggunguli saingannya.  

“Kami kan dikeroyok koalisi partai yang dimotori  Golkar dan  Demokrat. Toh masih mampu menang, sehingga patut disyukuri,” tegas Tjok Ratmadi yang juga Ketua DPRD Bali.  

Sebaliknya Calon Gubernur Puspayoga yang ditemui SP usai perhitungan suara tidak mau banyak komentar terkait hasil hitung cepat yang sudah diumumkan SMRC.  

“Sudahlah, kalau memang begitu hasilnya, saya hanya bisa bersyukur. Saya menyamp-aikan terimakasi kepada masyarakat Bali yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dalam proses pencoblosan,” ujarnya.  

Puspayoga sendiri setelah melakukan pencoblosan di TPS langsung melakukan pemantauan keliling dan sempat bersama Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri berangkat bersama menuju kantor DPD PDIP di kawasan Renon, Denpasar.  

“Maaf saya tidak bisa memebrikan keterangan dulu karena masih ada tugas ke kantor DPD sama Ibu Mega,” uujar Puspayoga bergegas eninggalkan Puri Satrya.  

Tegang
 

Sementara itu, sebelum ada berita resmi dari hasil Quick Count SMRC, pendukung Puspayoga yang langsung menyakasikan hasil perhtungan lewat menonton TV sempat dibuat tegang.  

Apalagi kejar-kejaran angka terus terjadi dan bahkan sempat Pastika unggul sehingga membuat mereka tegang. Bahkan ada yang mengaku badannya panas dingin karena tegang menonton TV.  

Ketegangan bahkan memuncak ketika  berdasarkan hasil quick count Indonesia Research Center (IRC), yang ditayangkan RCTI pasangan Pastika- Sudikerta justru dikatakan menang dengan  memperoleh suara 50,01%, sedangkan pasangan Puspayoga- Sukrawan memperoleh 49,99%.

Hal itu kontan membuat pendukung Puspayoga tersentak seperti tidak percaya.   Ketegangan menjadi cair ketika dua stasiun TV yakni Indosiar dan SCTV menyampaikan hasil Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) kalau pasangan  PDI-P ini unggul dengan raihan 50,31 persen suara, sedangkan pasangan Pastika yang diusung koalisi partai politik ini  meraih 49,69 persen.  

“Wah untung aja swebagaian besar TV menyatakan menang jago kami menang. Kaki saya tidak lagi gemetar,” ujang Erwin salah seorang pendukung setia Puspayoga.  

Yang menarik lagi, untuk lumbung suara di permukiman komunitas muslim di Dusun Wanasari, Kelurahan Dauh Puri Kaja, pasangan Puspayoga-Sukrawan (PAS) menang telak dalam perebutan suara di wilayah muslim.  

Perolehan suara pasangan yang diusung PDIP dan dengan dukungan PKS itu jauh meninggalkan perolehan suara Pastika- Sudikerta (Pasti-Kerta).  

Data yang dihimpun dari 5 TPS di dusun yang dikenal sebagai 'Kampung Jawa' itu, Puspayoga-Sukrawan meraih 1.336 suara, sedangkan Pastika-Sudikerta hanya 186 suara. Sementara suara tidak sah di permukiman muslim di jantung Kota Denpasar itu hanya 26.

“Kami menargetkan kemenangan Puspayoga-Sukrawan di permukiman muslim mencapai 75 persen dari suara sah,” ujar Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Bali Mudjiono.  

Dia juga menyayangkan adanya selebaran gelap yang mendiskreditkan Puspayoga tentang Islamisasi di Bali, dua hari menjelang pilkada.  

"Tuduhan itu sangat menyakitkan bagi kami. Selama ini umat Islam di Bali tahu diri dengan mekanisme dan peraturan pembangunan tempat ibadah sehingga keberadaan mereka seakan-akan membebani," kata anggota DPRD Kota Denpasar itu.  

Mudjiono menegaskan, dukungan terhadap Puspayoga-Sukrawan tidak disertai tuntutan atau kompensasi politik apa pun.  

"Pak Puspayoga paling sering mendatangi acara-acara keagamaan. Bahkan pada bulan puasa, beliau paling enak diajak buka bersama berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya," tutup Mudjiono.[137]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»