Pengadilan Tipikor Daerah Harus Dibatasi
Senin, 20 Agustus 2012 | 15:50
Didi Irawadi [google] [JAKARTA]
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi
Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menilai, Pengadilan Tipikor di daerah
harus dibatasi hanya di kota-kota besar saja, menyusul tangkap tangan KPK
terhadap hakim ad hoc Tipikor Kartini Marpaung dan Heru Kusbandono dengan
barang bukti uang senilai Rp 150 juta, di Semarang pada Jumat (17/8).
Hal itu dikatakan Didi, usai menghadiri acara open house hari raya Idul Fitri
di rumah dinas Menkumham Amir Syamsuddin Jl Denpasar Raya, Blok C.3 No. 2,
Jaksel, Senin (20/8).
"Pengadilan Tipikor sebaiknya dipindahkan ke Jakarta. Walaupun hanya ada
di daerah, harusnya hanya dikota - kota besar saja. Kalau bisa sekarang dievaluasi
dikembalikan ke Jakarta semua," katanya.
Meski terdapat kemungkinan adanya penumpukan berkas perkara jika, nantinya
berkas Pengadilan Tipikor daerah ditarik ke Jakarta namun, dia menilai hal itu
dapat dijadikan solusi sementara sambil dilakukannya evaluasi.
"Nanti kan diatur gimana cara hitungnya. Karena, kan kita lihat belakangan
ini kok begitu gawatnya, nanti dievaluasi dulu lah," ujarnya.
Selain itu, lanjut Didi, diperlukan adanya pengetatan rekrutmen hakim tipikor
agar ke depannya, kejadian tersebut tidak dapat terulang. Komisi III akan
mengkonsultasikan hal ini dengan Mahkamah Agung (MA).
Apalagi, Kartini dan Heru
Kusbandono dikenal sering memutus bebas terdakwa korupsi.
Dia juga mengingatkan, profesi hakim merupakan wakil tuhan di dunia yang diharapkan
dapat menjadi tokoh dan teladan masyarakat.
"Kita akan konsultasi ke MA soal
perekrutan hakim hakim itu. Agar lebih jelas perekrutan hakimnya agar bisa
dipantau track recordnya benar-benar bagus. Harus lebih bagus dan
selektif," jelasnya. [E-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
Demokrat: Silakan Saja PKS Keluar Dari Koalisi
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
Ustad Telepon Desak Penambahan Kuota Impor Daging
Tak Hanya Ke 45 Perempuan Cantik, Dana Fathanah Mengalir Ke Politikus
Gus Ipul Kebagian Dana Fathanah, PKS Bilang Itu Fitnah
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Panglima TNI Pimpin Upacara Sertijab KASAD
KPK Periksa Linda, Penerima Aliran Dana Fathanah
Partai Demokrat Buat Aturan Baru, Hanya 2 Anggota Keluarga Yang Boleh Caleg
