PascaLebaran, Demokrat Serahkan Dokumen Administrasi ke KPU
Sabtu, 11 Agustus 2012 | 10:46
Andi Nurpati [JAKARTA] Ketua
Divisi Komunikasi Publik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD), Andi
Nurpati mengatakan, PD akan menyerahkan dokumen administrasi kepada Komisi
Pemilihan Umum (KPU) pasca hari raya Idul Fitri (Lebaran).
"Insya Allah
kami akan serahkan dokumen administrasi ke KPU pasca Lebaran pada waktu yang
tepat," kata Nurpati kepada SP, di Jakarta, Sabtu (11/8).
Dia menjelaskan, sudah pasti ada sembilan parpol yang hanya tinggal disahkan
menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Dikatakan, dalam undang-undang
(UU) Pemilu, pendaftaran verifikasi ada dua macam. Pertama, partai politik
(parpol) yang memenuhi ambang batas parlemen pada Pemilu 2009, ditetapkan
sebagai peserta Pemilu 2014.
Namun, tetap
mendaftar di KPU dengan disertai dokumen administrasi antara lain, Surat
Keputusan kepengurusan DPP yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan HAM, nama
pengurus inti tingkat propinsi dan kabupaten/kota, alamat kantor DPP sampai
tingkat kabupaten/kota, nomor rekening parpol, keterangan 30 persen perempuan
dalam kepengurusan dan keterangan lolos ambang batas parlemen atau
parliamentary threshold (PT) Pemilu 2009.
Kedua, lanjutnya, parpol yang tidak lolos PT, jika mau ikut Pemilu 2014 harus
mendaftar ke KPU dan menyerahkan dokumen dan akan diverifikasi faktual. Adapun
syarat tambahannya adalah okumen anggota 1000 atau 1/1000 di tiap kabupaten/kota
dan memiliki 33 pengurus provinsi serta 75 persen kabupaten/kota di tiap
provinsi. "Karena itu, kami hanya lengkapi syarat administrasi pertama
saja," jelasnya.
Dia berharap waktu verifikasi Pemilu 2014 yang lebih panjang dari Pemilu 2009
harus dimanfaatkan KPU dengan maksimal. [C-6]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Maju jadi Capres, Djoko Santoso Sempat Temui Surya Paloh
DPR-DPD Desak Presiden Tutup PT Freeport
Jumlah Advokat Hitam Makin Banyak, Penegakan Hukum di Indonesia Hancur
Presiden SBY Sampaikan Belasungkawa Atas Pembunuhan di London?
