SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 April 2014
Pencarian Arsip

Masak Sih..Sita HP Napi Saja Kalapas Kewalahan
Kamis, 13 Juni 2013 | 8:02

Ilustrasi LP Cipinang [google] Ilustrasi LP Cipinang [google]

[JAKARTA] Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Cipinang, Thurman Hutapea mengaku kewalahan dengan masih banyaknya handphone yang digunakan warga binaan.

Para narapidana dengan berbagai modus selalu berhasil mengelabui petugas menyelundupkan HP ke dalam lapas.

"Dalam razia yang terus kami lakukan selalu mengdapati HP, mereka masukan dengan berbagai modus. Ada yang tidak langsung berupa HP. Baterainya dulu, lalu cashing HP. Bahkan terakhir, di dalam gula ada headset HP, beruntung alat pemindai X-ray kami sudah bekerja dengan baik," kata Thurman kepada wartawan, Rabu (12/6) malam.

Dikatakan Thurman, jammer atau alat pengacak sinyal yang dipasang di dalam area lapas untuk melumpuhkan sistem komunikasi milik para narapidana dirasa kurang efektif.

Jammer
yang terpasang saat ini memiliki batas frekuensi. Jammer hanya dapat mengacak sinyal dengan frekuensi yang biasa digunakan oleh HP GSM (Global System for Mobile), sementara HP dengan frekuensi CDMA (Code Division Multiple Acces) masih dapat menembus alat pengacak sinyal.

"Dan itu yang digunakan mereka. HP seperti itu murah, sudah seperti membeli kacang. Diambil hari ini, besok sudah ada lagi," katanya.

Untuk itu, Thurman berharap adanya pihak yang mampu menemukan sebuah alat yang dapat mendeteksi keberadaan HP di dalam lapas. “Karena HP ini sulit dideteksi," tambahnya.

Seperti diketahui berdasar kasus-kasus peredaran narkoba yang berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN), sebagian besar sindikat berujung pada narapidana yang masih mendekam di penjara. Mereka mengendalikan sindikat dari dalam lapas dengan menggunakan HP.

Terakhir, pada 18 Mei lalu, BNN berhasil mengungkap pabrik ektasi rumahan yang dikendalikan oleh seorang napi berinisial N yang diketahui baru menjalani 2,5 tahun dari 17 tahun masa tahanan di Lapas Narkotika Cipinang karena kasus penembakan bus Transjakarta dan kepemilikan 16.000 butir ekstasi pada 2011 lalu.

Saat akan dibawa dari Lapas Narkotika Cipinang untuk pemeriksaan lebih lanjut, petugas BNN menemukan dua buah HP dari sel tahanan N yang berada di blok S.

Dengan masih banyaknya HP yang beredar di dalam lapas, Thurman mengatakan, pihaknya terus bekerja sama dengan BNN untuk menekan penggunaan HP oleh warga binaan.

Sejauh ini, lanjut Thurman, setiap simcard dari dalam HP yang berhasil dirazia pihaknya, langsung diserahkan ke BNN melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Benny Mamoto mengatakan, persoalan kepemilikan HP oleh narapidana merupakan permasalahan yang klasik yang masih sulit diatasi. Para narapidana memiliki kelihaian untuk menyusupkan HP.

"Untuk itu, kami dari BNN berusaha membantu untuk menekan agar HP ini tidak memiliki kemungkinan lolos ke dalam lapas," katanya. [F-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN