SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 April 2014
Pencarian Arsip

MA: Wartawan Tidak Perlu Jadi Saksi Persidangan
Senin, 25 Juni 2012 | 15:41

Gedung Mahkamah Agung RI. [google] Gedung Mahkamah Agung RI. [google]

[JAKARTA] Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Ridwan Mansyur mengatakan, wartawan tidak perlu hadir dalam sebuah persidangan sebagai saksi dalam sebuah perkara yang melibatkannya.

"Wartawan tidak perlu hadir apabila diminta menjadi saksi," kata Ridwan, dalam acara Workshop "Memahami Bahasa Hukum dan Sistem Peradilan" di MA Jakarta, Senin (25/6).

Menurut Ridwan, kesaksian wartawan telah terbentuk dalam sebuah karya Jurnalistik, baik apakah dalam bentuk tulisan, foto atau gambar, maupun video.  

"Artinya, karya jurnalistik dapat dijadikan sebagai kesaksian tanpa si (kehadiran) wartawan perlu hadir ke persidangan," katanya.  

Ridwan menegaskan bahwa tulisan ataupun foto itulah yang kemudian menjadi saksi dan 'berbicara' untuk pembuktian seorang terdakwa. "Biar masyarakat yang menilai apakah benar atau tidak berita itu," kata Ridwan.

Seadainya diperlukan terkaitkan kebenaran berita tersebut, bukan wartawan yang dimintai keterangan adalah ahli yang didatangkan oleh perusahaan media atau dewan pers maupun organisasi wartawan.

"Jangan wartawan yang dijadikan saksi, tapi keterangan ahli atas kebenaran berita tersebut," katanya.   Ridwan juga menjelaskan, seorang wartawan dalam laporannya sangat tidak diperkenankan mencampuradukkan antara fakta dan opini.  

"Wartawan harus mengacu pada Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 dalam setiap membuat berita yang berimbang," kata Ridwan. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN