Kharis Suhud Meminta Keluarga Rukun
Senin, 20 Agustus 2012 | 11:42
M Kharis Suhud. [Google] [JAKARTA], Mantan Ketua MPR/DPR
RIperiode 1987-1992, Letnan Jenderal (Purn) Mohammad Kharis Suhud meminta
keluarga agar tetap rukun.
Permintaan yang sekaligus pesan
terakhir itu disampaikan salah satu
putranya, Hari Santoso. "Pesan terakhir ke keluarga, bapak minta keluarga
hidup rukun," ujar Hari kepada merdeka.com di rumah duka Jalan Pati Unus
14, Jakarta Selatan, Senin (20/8).
Meski berat, keluarga merelakan kepergian alhmarhum yang memang sudah
mengalami sakit sejak lama. Almarhum meninggal karena sakit komplikasi jantung.
Beliau sakit sejak Maret 2012 dan sempat dirawat secara intensif di Rumah Sakit
Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Pusat.
"Dirawat di RSPP 1 bulan. Bapak meninggal pukul 00.30 WIB dini hari
tadi di RSPP," jelas Hari.
Mantan ketua Fraksi ABRI periode 1982-1987 ini
pergi meninggalkan 4 orang anak dan 8 orang cucu. Istri Kharis Suhud sudah
berpulang lebih dulu pada 2005 silam.
Kharis Suhud lahir di Madiun, Jawa Timur, 10 April 1925. Dia adalah tokoh
militer dan politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai ketua MPR/DPR pada
masa Orde Baru, dari tahun 1987 hingga 1992.
Sebelumnya, pada 1982 hingga 1987
ia memimpin Fraksi ABRI. Pada tahun 1975—1978, ia menjabat sebagai Duta Besar
Republik Indonesia untuk Thailand. [Berbagai sumber/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
PDI-P Segera Usulkan Calon Ketua MPR RI
Saksi Kembali Benarkan Ada Pembelian Rumah oleh Dipta Anindita
