Kepala Polisi Malaysia Tokoh Tercela, Tak Layak Dapat Bintang Kehormatan
Jumat, 11 Mei 2012 | 7:41
Kepala Kepolisian Negara Malaysia, Tan Sri Ismail bin Omar. [google] [JAKARTA] Rencana Mabes Polri
memberi gelar Bintang Bahayangkara Utama kepada Kepala Kepolisian Negara
Malaysia, Tan Sri Ismail bin Omar pada peringatan Hari Bahayangkara 1 Juli
mendatang, dinilai mengada-ada dan tidak pantas.
Penganugerahan tersebut bukan
saja mencederai perasaan bangsa yang kerap dinistakan pemerintah Malaysia,
namun sekaligus menunjukkan wajah negara Indonesia yang semakin tidak terhormat
menghadapi Malaysia.
Demikian dikatakan Ketua Dewan
Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Kamis(10/5).
Menurutnya, tanda kehormatan
berupa Bintang Bhayangkara Utama hanya patut diberikan bagi anak bangsa
berprestasi, termasuk untuk putera negara sahabat yang mewakili
lembaga bermoral.
Ia mengharapkan, Mabes Polri
membatalkan niat ataupun keputusan pemberian gelar kehormatan itu,
demi menjaga kemartabatan bangsa dan negara. Bahkan semestinya, pemerintah
Indonesia menyeret pihak-pihak bertanggungjawab di Malaysia ke Mahkamah
Internasional akibat pembataiannya terhadap TKI.
”Prestasinya apa Kepala
Kepolisian Malaysia itu sehingga perlu ditempatkan secara agung di Indonesia.
Bagaimanapun, dia adalah tokoh tercela, karena memimpin institusi para polisi
nista yang membabi-buta menembaki para TKI selayaknya binatang buruan,”
ujarnya.
Selain menyebabkan tragedi
berdarah atas kematian tiga TKI asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yaitu
Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), serta Mad Noor (28) pada Sabtu dini hari
(24/3) di area pelabuhan Port Dickson, Negeri Sembilan, ulah memalukan
kepolisian negara itu ternyata belum berhenti.
Pada Rabu (9/5), mereka juga
menangkap tiga wartawan suratkabar Indonesia, di antaranya Muhammad Fauzi (Media Indonesia),
Ilham Khoiri (Kompas), dan Zen Teguh Triwibowo (Sindo), terkait tugas peliputan
yang menyertai kunjungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ke
Malaysia sejak Senin (7/5), untuk mengungkap penyebab penembakan sadis tiga TKI
oleh polisi di sana.
”Ini baru sebagian kecil saja ulah bejat
polisi Malaysia kepada warganegara Indonesia, di luar perilaku lain yang
seringkali menistakan kehormatan bangsa kita,” tegasnya. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
PDI-P Segera Usulkan Calon Ketua MPR RI
Saksi Kembali Benarkan Ada Pembelian Rumah oleh Dipta Anindita
