SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

Kepala Polisi Malaysia Tokoh Tercela, Tak Layak Dapat Bintang Kehormatan
Jumat, 11 Mei 2012 | 7:41

Kepala Kepolisian Negara Malaysia, Tan Sri Ismail bin Omar. [google] Kepala Kepolisian Negara Malaysia, Tan Sri Ismail bin Omar. [google]

[JAKARTA] Rencana Mabes Polri memberi gelar Bintang Bahayangkara Utama kepada Kepala Kepolisian Negara Malaysia, Tan Sri Ismail bin Omar pada peringatan Hari Bahayangkara 1 Juli mendatang, dinilai mengada-ada dan tidak pantas.  

Penganugerahan tersebut bukan saja mencederai perasaan bangsa yang kerap dinistakan pemerintah Malaysia, namun sekaligus menunjukkan wajah negara Indonesia yang semakin tidak terhormat menghadapi Malaysia.  

Demikian dikatakan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Kamis(10/5).  

Menurutnya, tanda kehormatan berupa Bintang Bhayangkara Utama hanya patut diberikan bagi anak bangsa berprestasi, termasuk untuk putera negara sahabat yang mewakili lembaga bermoral.  

Ia mengharapkan, Mabes Polri membatalkan niat ataupun keputusan pemberian gelar kehormatan itu, demi menjaga kemartabatan bangsa dan negara. Bahkan semestinya, pemerintah Indonesia menyeret pihak-pihak bertanggungjawab di Malaysia ke Mahkamah Internasional akibat pembataiannya terhadap TKI.

”Prestasinya apa Kepala Kepolisian Malaysia itu sehingga perlu ditempatkan secara agung di Indonesia. Bagaimanapun, dia adalah tokoh tercela, karena memimpin institusi para polisi nista yang membabi-buta menembaki para TKI selayaknya binatang buruan,” ujarnya.  

Selain menyebabkan tragedi berdarah atas kematian tiga TKI asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yaitu Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), serta Mad Noor (28) pada Sabtu dini hari (24/3) di area pelabuhan Port Dickson, Negeri Sembilan, ulah memalukan kepolisian negara itu ternyata belum berhenti.  

Pada Rabu (9/5), mereka juga menangkap tiga wartawan suratkabar Indonesia,  di antaranya Muhammad Fauzi (Media Indonesia), Ilham Khoiri (Kompas), dan Zen Teguh Triwibowo (Sindo), terkait tugas peliputan yang menyertai kunjungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ke Malaysia sejak Senin (7/5), untuk mengungkap penyebab penembakan sadis tiga TKI oleh polisi di sana.    

”Ini baru sebagian kecil saja ulah bejat polisi Malaysia kepada warganegara Indonesia, di luar perilaku lain yang seringkali menistakan kehormatan bangsa kita,” tegasnya. [E-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN