Kasus SKRT di Dephut Belum Ditutup
Jumat, 4 Mei 2012 | 15:55
Gedung KPK [google] [JAKARTA] Sudah
lebih dari satu tahun tidak ada pemeriksaan kasus dugaan tindak pidana korupsi
program revitalisasi jaringan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di
Departemen Kehutanan (Dephut) pada 2006-2007. Bukan berarti kasus tersebut
mandek. Terbukti, KPK mulai menyidik kembali kasus tersebut dengan diperiksanya
mantan Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Golkar Azwar Chesputra pada Jumat
(4/5) ini.
"Tidak dibuka lagi karena tidak pernah ditutup," kata Kepala Bagian
Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Jumat (4/5).
Seperti diketahui, KPK memanggil mantan Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai
Golkar Azwar Chesputra untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi
proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan dengan
tersangka Anggoro Widjaja.
Anggoro Widjaja sendiri diketahui melarikan diri ke luar negeri saat kasusnya
masih dalam tahapan penyelidikan. Dia melarikan diri setelah petugas KPK
menggeledah kantornya, PT Masaro Radiokom pada pertengahan tahun 2008.
Sementara itu, dalam kasus ini Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)
Jakarta diketahui telah memvonis Presiden Direktur (Presdir) PT Masaro
Radiocom, Putranefo Alexander Prayugo dengan hukuman penjara selama enam tahun penjara
dan denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.
Putranefo dikatakan telah memperkaya diri sendiri, PT Masaro Radiokom dan orang
lain, yaitu memperkaya terdakwa Wandojo sebesar Rp 20 juta dan 10 ribu dolar
Amerika, saksi Boen sebesar 20 ribu dolar Amerika dan PT Masaro Radiokom
sebesar Rp 89,3 miliar. (N-8)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
KPK Telusuri Aliran Dana Ke Elite PKS
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
Jhonny Allen Jadi Tersangka Penggelapan Tanah?
Koruptor Merajalela, Saatnya Dihukum Mati
ANRI: Supersemar Asli Belum Ditemukan
Tiga Bakal Capres Capai Peringkat Terbaik
Jhonny Allen: Selestinus Hanya Mau Peras Saja
DPR: Sumber Utama Masalah Korupsi Adalah Kementerian Keuangan
