SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 2 September 2014
Pencarian Arsip

Kasus Hambalang, KPK Bidik Anas Urbaningrum
Kamis, 8 November 2012 | 9:43

Anas Urbaningrum [jakartaglobe] Anas Urbaningrum [jakartaglobe]

[JAKARTA] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami keterlibatan Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi proyek pembangunan sekolah olahraga nasional di Hambalang, Jawa Barat. Di mana, diduga ada aliran dana proyek Hambalang yang mengalir ke Anas dalam bentuk sebuah mobil mewah.

Hal itu diketahui, dari pernyataan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin usai diperiksa oleh penyidik KPK pada Rabu (7/11).

Menurut Nazaruddin, dirinya diperiksa terkait mobil yang diterima Anas dari pelaksana proyek Hambalang, PT Adhi Karya. Di mana, bukti-buktinya sudah lengkap dimiliki oleh lembaga antikorupsi tersebut.

"Buktinya sudah lengkap. Soal mobil itu, uangnya dari Adhi Karya sudah jelas dikasihnya kapan. Uang itu dibayar ke show room sudah jelas. Mobilnya dibuat atas nama Anas tetapi dia alasan meminjam," kata Nazaruddin sebelum meninggalkan kantor KPK, Jakarta, Rabu (7/11) malam.

Bukti-bukti tersebut, lanjut Nazaruddin, adalah bukti pembayaranan STNK, BPKP dan persuratan lainnya.

Selain itu, dugaan Anas menjadi target KPK berikutnya terlihat dari intensitas pemeriksaan terhadap supir politikus Partai Demokrat tersebut yang bernama Riyadi dan juga seorang staf dari Anas.

Ditemui usai bersaksi dalam sidang kasus korupsi dengan terdakwa Angelina Sondakh, mantan karyawan Permai Grup, Clara Mauren mengakui bahwa dia pernah diperiksa oleh KPK terkait cek pembayaran sebuah mobil yang diperuntukkan oleh Anas.

Tetapi, Clara bungkam ketika ditanya lebih lanjut perihal kronologis cek pembayaran tersebut.

Menurut informasi yang didapat, Clara adalah pihak yang menandatangani cek pembayaran sebuah mobil mewah untuk Anas Urbaningrum. Di mana, diduga berasal dari dana proyek Hambalang.

Sementara itu, KPK memang menduga ada aliran dana ke Anas Urbaningrum dari proyek Hambalang. Hal itu didasari dengan kepemilikan mobil Toyota Harrier pada November 2009 di dealer mobil Duta Motor Pacenongan, Jakarta Pusat. Di mana, diduga mobil mewah berplat nomor B 15 AUD dibelikan PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya karena telah memenangkan tender proyek Hambalang. (N-8)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»