Istana Bantah Sering Mengacuhkan Pertimbangan Wantimpres
Selasa, 29 Mei 2012 | 11:52
Adnan Buyung Nasution [JAKARTA] Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha
membantah bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seringkali mengacuhkan
pertimbangan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam pengambilan
keputusan.
“Satu hal yang saya yakini bahwa Bapak Presiden sangat
memperhatikan dan menghormati Wantimpres, termasuk mendengar nasihat dan
pertimbangan yang diberikan kepada Presiden dalam menjalankan tugas
pemerintahan,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta.
Kendati mengaku belum membaca buku yang ditulis mantan
Wantimpres Adnan Buyung Nasution , namun Julian tidak percaya bahwa anggota
Wantimpres periode 2007-2009 itu menuliskan pernyataan yang tidak etis. “Saya
tidak percaya, bahwa seorang sekaliber Bang Buyung menulis buku yang oleh
beberapa kalangan dianggap tidak etis meskipun beliau sudah tidak lagi menjabat
sebagai Wantimpres,” tukasnya.
Julian pun menambahkan, pihaknya akan mempelajari buku itu
lebih lanjut. Namun, untuk sekarang dia belum bisa berkomentar terlalu banyak.
Untuk diketahui, Adnan Buyung Nasution pada Jumat 25 Mei
lalu meluncurkan buku yang berjudul 'Nasihat Untuk SBY' yang isinya membocorkan
nasihatnya kepada presiden selama menjadi Wantimpres. Dirinya pun mengaku tak
takut dituntut oleh SBY meski undang-undang melarang hal itu.
Didalam bukunya, pria berambut putih ini memberi gambaran
kepada rakyat bahwa banyak pertimbangan Wantimpres yang sering diacuhkan
presiden. "Keberadaan Wantimpres itu dibayar oleh rakyat, sesuai asas
demokrasi dan good governance, jadi
saya wajib berikan kepada rakyat. Buku ini pertanggungjawaban moral kepada
rakyat," ujarnya.
Adapun, dalam peluncuran buku ini nampak dihadiri oleh tokoh-tokoh
nasional seperti Ketua MK Mahfud MD, Ketua Wantim Golkar Akbar Tandjung,
Permadi, dan beberapa tokoh lainnya termasuk tersangka kasus korupsi cek
pelawat Miranda Gultom. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
FUI Bogor Minta Kejagung Bekukan Ormas LDII
Polisi Menembak Langsung Kerumunan Massa
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
BBM Naik, Ribuan Massa Blokir Bandara Polonia Medan
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
KPK Akan Buka Bukti Baru Kasus Luthfi Hasan
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Bukan Dendam
