Hari Ini Peringatan Untuk Lansia
Selasa, 29 Mei 2012 | 9:04
Ilustrasi [JAKARTA]
Peringatan hari lanjut usia (lansia) yang jatuh pada 29 Mei, seharusnya dapat
menjadikan rujukan bagi pemangku kepentingan di Indonesia untuk memberikan
kesejahteraan bagi Lansia.
Merujuk
pada UU No 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, defenisi lansia adalah
orang, baik itu perempuan maupun laki-laki, yang berusia 60 tahun ke atas.
Basis
data pada 2011 memperkirakan, jumlah penduduk lansia berada sekitar 18 juta.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2,4 juta atau 20 persen adalah lansia terlantar,
yang tidak memiliki tabungan, tunjangan pensiun, aset dan tabungan yang cukup.
Setidaknya ada 11 provinsi dengan penduduk lansia di atas 7 persen.
Sesuai dengan amanat UU 13 No 1998 Pasal
1 butir 7 dan butir 8, yang dimaksud perlindungan sosial adalah upaya
pemerintah dan/atau masyarakat untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi lansia
tidak potensial, agar dapat mewujudkan dan menikmati taraf hidup yang wajar.
"Sesuai
dengan amanah tersebut, saya melihat pemerintah melalui Kemsos (Kementerian
Sosial) telah memiliki langkah progresif dalam memberikan kelayakan hidup bagi
lansia melalui penyaluran bantuan sosial yaitu Unit Usaha Produktif (UEP)
dengan porsi 100 orang per provinsi yang didukung modal 1,5 hingga
8 juta," kata Anggota Komisi VIII DPR, Inggrid Kansil dalam rilis yang
diterima SP, di Jakarta, Selasa
(29/5).
Dijelaskan, UEP diperuntukan bagi lansia yang masih sehat dan produktif. Bagi
lansia yang sudah renta dan tidak memiliki sanak saudara pemerintah menyediakan
panti sosial.
"Saat
ini di Indonesia tercatat ada 278 panti sosial, dua milik pemerintah pusat, 20
milik pemerintah daerah (pemda) dan sisanya 256 adalah milik masyarakat.
Setidaknya panti sosial milik pemerintah menampung 100 – 150 orang lansia
dengan budget Rp. 200.000 per bulan," ujar Istri dari Menteri Koperasi dan
Usaha Kecil Menengah, Syarifuddin Hassan ini.
Dalam rangka mengoptimalisasi program kerja pemerintah, sebagai anggota Komisi
VIII yang mana bermitra kerja dengan Kemsos, Inggrid mengaku akan senantiasa
mendukung dan mendorong agar terus di berdayakan program-program yang berpihak
pada lansia.
Misalnya
seperti UEP, penyediaan fasilitas publik yang ramah lansia, pelayanan pensiun
di kantor pos.
"Semua itu diharapkan bisa lebih
dimaksimalkan pelayanannya dengan lebih mempersingkat waktu pelayanan sehingga
para lansia tidak terlalu lama untuk menunggu proses pencairan tunjangan
pensiunnya dan hendaknya pemerintah daerah memberikan perhatian lebih akan
keberadaan panti lansia, karena ada indikasi jumlah panti dengan jumlah lansia
tidak seimbang, sehingga banyak lansia terlantar di beberapa daerah," ungkapnya.
Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, kesejahteraan lansia bukan saja
merupakan tanggung jawab sentral pemerintah pusat.
Pemda juga harus memiliki
peta lansia yang disesuaikan dengan kondisi daerah dan nilai lokal setempat.
Kondisi panti lansia seharusnya berbanding lurus dengan lansia.
"Menurut
saya indikator keberhasilan pemerintah daerah dapat diukur dari kearifan
program pemda dalam memuliakan para orang tua ini yang telah banyak memberikan
kontribusi bagi daerah dimasa terdahulu," tandas Inggrid. [CKP/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Maju jadi Capres, Djoko Santoso Sempat Temui Surya Paloh
DPR-DPD Desak Presiden Tutup PT Freeport
Jumlah Advokat Hitam Makin Banyak, Penegakan Hukum di Indonesia Hancur
KPK: Penahanan Andi Mallarangeng Tinggal Tunggu Waktu
Presiden SBY Sampaikan Belasungkawa Atas Pembunuhan di London?
