Golkar Kecewa Hasil Paripurna RUU Pemilu
Jumat, 13 April 2012 | 13:15
Nurul Arifin [Antara] [JAKARTA] Partai
Golkar merasa kecewa dengan hasil paripurna RUU Pemilu, Kamis (12/4). Pasalnya
dari empat isu krusial yang dibahas, hanya satu usulan Golkar yang disetujui
yaitu menggunakan sistem pemilu proporsional terbuka. Sisanya partai Golkar
kalah suara dengan partai lainnya.
"Kecewa namun tidak menyesal. Kami Fraksi Partai Golkar (FPG) berkomitmen
untuk terus membangun sistem politik yang lebih baik, yang sudah menjadi amanat
konstitusi dengan sistem presidensial. Sistem ini akan lebih efektif jika
jumlah partai sederhana. Optimalisasi dan efisiensi kinerja di parlemen menjadi
keinginan utama dari Golkar," kata Wakil Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin
di Jakarta, Jumat (13/4).
Ia menjelaskan
dengan tujuan itu maka FPG memilih untuk konsisten dengan pilihannya yaitu
sistem pemilu terbuka, alokasi kursi 3-8 per daerah pemilihan (dapil), ambang
batas masuk parlemen (parliamentary treshoold- PT) 4 persen dan sisa suara
dikonversi menjadi kursi dengan metode penghitungan Devinsor Webster.
Sebelumnya dalam
paripurna, Kamis sore, disepakati penggunaan Metode Kuota Murni sebagai tata
cara konversi penghitungan suara dalam RUU Pemilu.
Selain itu, ambang
batas pemilu (parliamentary threshold/PT) secara nasional 3,5 persen.
Paripurna juga
menetapkan sistem pemilu adalah proporsioanal terbuka dengan alokasi kursi 3-10
per daerah pemilihan (dapil) untuk DPR pusat dan 3-12 untuk DPRD provinsi dan
kabupaten.
Nurul menjelaskan
metode Webster adalah yang paling banyak digunakan di dunia karena dianggap
paling adil. Dengan metode ini, perolehan suara banyak dipresentasikan dalam
jumlah kursi yang sesuai.
"Metode Quota
adalah model ketidakadilan karena partai-partai menengah yang hanya dapat kursi
dari suara yang tidak sebanding dengan kursi bilangan pembagi (BPP). Kami ingin
berkontribusi terhadap pembangunan politik dan pendidikkan politik negeri
ini," ujar anggota Komisi II DPR ini. [R-14]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Aiptu Sitorus Resmi Ditahan Di Rutan Bareskrim
KPK Telusuri Aliran Dana Ke Elite PKS
Geledah Kediaman Tersangka Pajak, KPK Temukan Rp 3 Miliar
Hun Sen dan Fidel Ramos Tiba Di Makassar
BNN Hati-hati Keluarkan ‘Justice Collaborator’ untuk Corby
Istana Harus Dengar Protes Rakyat Terkait Penghargaan ACF
