DPR Bisa Jadi Rumah ‘Hantu Blau’
Senin, 7 Mei 2012 | 9:46
Pramono Anung [google] [JAKARTA] Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menegaskan, institusi DPR RI
lama-lama akan menjadi rumah hantu blau, jika media massa terus menerus
menghantam lembaga itu.
Pramono pun meminta publik menjaga DPR RI sebagai institusi negara, dan
mengeritik habis-habisan anggota DPR yang berbuat salah.
"Nanti lama-lama gedung DPR ini akan jadi rumah hantu blau. Tidak ada
negarawan atau politisi bersih yang mau
menjadi anggota DPR pada periode mendatang. Maka anggota-anggota DPR yang baru
akan diisi oleh para oportunis, yang kemudian membuat lembaga DPR ini hanya
diisi oleh hantu-hantu blau baru," kata Pramono Anung saat membuka
silaturahmi anggota Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Ciater, Subang, Jabar,
Sabtu (5/5) malam.
Lebih lanjut Pramono menjelaskan, jika media terus menerus menghantam lembaga
DPR, maka ketidakpercayaan masyarakat
terhadap institusi tersebut akan meningkat.
Pramono mengkhawatirkan jika media terus menerus menjelek-jelekkan institusi
DPR, maka orang-orang baik akan tidak mau masuk menjadi anggota dewan.
Jika ada anggota dewan yang tidak benar, maka media boleh saja mengeritik
habis-habisan terhadap anggota tersebut. Namun, jangan institusi DPR-nya yang dihabisi.
"Kalau ada anggota yang brengsek, terkena kasus pidana, kasus moral, y a
dihantam saja, dikritik habis-habisan. Tapi jangan lembaganya," kata
Pramono.
Pramono juga menjelaskan dari hasil penelitian yang sedang dilakukannya dalam
rangka penyusunan disertasinya, didapatkan bahwa motivasi terbesar anggota
dewan masuk ke DPR adalah soal ekonomi.
"Pertama, motivasi menjadi anggota DPR, ternyata mayoritas kepentingan
ekonomi. Jadi tempat untuk mencari nafkah," kata Pramono.
Disusul kedua, kepentingan politik yakni terkait visi politik. Kemudian ketiga,
pembuatan undang-undang, ke-empat, demokrasi, ke-lima, pembelaan kepentingan
masyarakat dan ke-enam, pembelaan terhadap kaum minoritas
"Sementara
terkait konsep diri, hampir sebagian besar, karena pragmatis, kemudian
materialistis, dan baru idealis," kata Pramono. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Polisi Menembak Langsung Kerumunan Massa
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
