SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

DPR Bisa Jadi Rumah ‘Hantu Blau’
Senin, 7 Mei 2012 | 9:46

Pramono Anung [google] Pramono Anung [google]

[JAKARTA]  Wakil Ketua DPR RI  Pramono Anung menegaskan, institusi DPR RI lama-lama akan menjadi rumah hantu blau, jika media massa terus menerus menghantam lembaga itu.

Pramono pun meminta publik menjaga DPR RI sebagai institusi negara, dan mengeritik habis-habisan anggota DPR yang berbuat salah.

"Nanti lama-lama gedung DPR ini akan jadi rumah hantu blau. Tidak ada negarawan atau  politisi bersih yang mau menjadi anggota DPR pada periode mendatang. Maka anggota-anggota DPR yang baru akan diisi oleh para oportunis, yang kemudian membuat lembaga DPR ini hanya diisi oleh hantu-hantu blau baru," kata Pramono Anung saat membuka silaturahmi anggota Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Ciater, Subang, Jabar, Sabtu (5/5) malam.

Lebih lanjut Pramono menjelaskan, jika media terus menerus menghantam lembaga DPR,  maka ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut akan meningkat.

Pramono mengkhawatirkan jika media terus menerus menjelek-jelekkan institusi DPR, maka orang-orang baik akan tidak mau masuk menjadi anggota dewan.

Jika ada anggota dewan yang tidak benar, maka media boleh saja mengeritik habis-habisan terhadap anggota tersebut. Namun,  jangan institusi DPR-nya yang dihabisi.

"Kalau ada anggota yang brengsek, terkena kasus pidana, kasus moral, y a dihantam saja, dikritik habis-habisan. Tapi jangan lembaganya," kata Pramono.

Pramono juga menjelaskan dari hasil penelitian yang sedang dilakukannya dalam rangka penyusunan disertasinya, didapatkan bahwa motivasi terbesar anggota dewan masuk ke DPR adalah soal ekonomi.

"Pertama, motivasi menjadi anggota DPR, ternyata mayoritas kepentingan ekonomi. Jadi tempat untuk mencari nafkah," kata Pramono.

Disusul kedua, kepentingan politik yakni terkait visi politik. Kemudian ketiga, pembuatan undang-undang, ke-empat, demokrasi, ke-lima, pembelaan kepentingan masyarakat dan ke-enam, pembelaan terhadap kaum minoritas

"Sementara terkait konsep diri, hampir sebagian besar, karena pragmatis, kemudian materialistis, dan baru idealis," kata Pramono. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN