SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Diapresiasi, KPK Selidiki Korupsi Pengadaan Al Quran
Senin, 25 Juni 2012 | 12:28

Logo KPK. [Antara] Logo KPK. [Antara]

[KUALA LUMPUR] Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki dugaan korupsi pengadaan Al Quran perlu didukung penuh, karena apabila terjadi penyalahgunaan, maka tentunya itu merupakan sesuatu yang sangat memalukan.

"Kita tidak boleh bermain api dalam usaha untuk memperbanyak kitab suci Al Quran. Bagaimana mungkin kita dapat meningkatkan dan memperbaiki moral bangsa ini jika dalam pekerjaan mencetak Al Quran saja harus korupsi," kata Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Malaysia, Sagir Alva di Kuala Lumpur, Minggu (24/6).

Oleh karena itu, kata dia, apa yang dilakukan oleh KPK terus didukung dalam upaya mengungkapkan kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran.

Mungkin dari segi nilai yang dikorupsi tidak sebanyak kasus-kasus besar lainnya, seperti BLBI dan juga Bank Century, namun apa yang diduga terjadi di Kementerian Agama ini adalah sesuatu yang ironi.

Disebutkannya, Kementerian Agama diharapkan untuk kooperatif dalam pengusutan dugaan korupsi pengadaan Al Quran ini, sehingga kasus ini dapat segera diselesaikan.

Selain KPK, seharusnya Komisi III DPR-RI juga harus memanggil Menteri Agama untuk meminta klarifikasi mengenai dugaan korupsi pengadaan Al Quran.

"DPR jangan diam saja melihat apa yang diduga terjadi di Kemenag. Jangan karena nilai politisnya dari masalah ini tidak besar, maka komisi III hanya jadi penonton saja," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali berjanji akan memberikan penjelasan seputar dugaan korupsi pengadaan Al Quran, dan penjelasan tersebut akan dilakukan secepatnya karena hingga kini pihaknya tengah mengumpulkan data.

Penjelasan itu bisa saja dilakukan oleh Irjen Kemenag M Suparta atau Wakil Menteri Agama Prof Nazaruddin Umar MA. Bisa saja keduanya memberikan penjelasan kepada pers nanti, kata Menag Suryadharma Ali seusai memberikan sambutan pada Munas II Wanita Persatuan Pembangunan di Pondok Gede, Jakarta, Kamis petang.

Menag sendiri mengaku merasa terkejut dengan pemberitaan dugaan korupsi pengadaan Al Quran yang mencuat pada Rabu (20/6) lalu. Namun untuk memberikan penjelasan secara komprehensif, perlu mengumpulkan data selengkapnya. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN