Diapresiasi, KPK Selidiki Korupsi Pengadaan Al Quran
Senin, 25 Juni 2012 | 12:28
Logo KPK. [Antara] [KUALA LUMPUR] Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
menyelidiki dugaan korupsi pengadaan Al Quran perlu didukung penuh, karena
apabila terjadi penyalahgunaan, maka tentunya itu merupakan sesuatu yang sangat
memalukan.
"Kita tidak boleh bermain api dalam usaha untuk memperbanyak kitab suci Al
Quran. Bagaimana mungkin kita dapat meningkatkan dan memperbaiki moral bangsa
ini jika dalam pekerjaan mencetak Al Quran saja harus korupsi," kata Ketua
Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Malaysia, Sagir
Alva di Kuala Lumpur, Minggu (24/6).
Oleh karena itu, kata dia, apa yang dilakukan oleh KPK terus didukung dalam
upaya mengungkapkan kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran.
Mungkin dari segi nilai yang dikorupsi tidak sebanyak kasus-kasus besar lainnya,
seperti BLBI dan juga Bank Century, namun apa yang diduga terjadi di
Kementerian Agama ini adalah sesuatu yang ironi.
Disebutkannya, Kementerian Agama diharapkan untuk kooperatif dalam pengusutan
dugaan korupsi pengadaan Al Quran ini, sehingga kasus ini dapat segera
diselesaikan.
Selain KPK, seharusnya Komisi III DPR-RI juga harus memanggil Menteri Agama
untuk meminta klarifikasi mengenai dugaan korupsi pengadaan Al Quran.
"DPR jangan diam saja melihat apa yang diduga terjadi di Kemenag. Jangan
karena nilai politisnya dari masalah ini tidak besar, maka komisi III hanya
jadi penonton saja," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali berjanji akan memberikan
penjelasan seputar dugaan korupsi pengadaan Al Quran, dan penjelasan tersebut
akan dilakukan secepatnya karena hingga kini pihaknya tengah mengumpulkan data.
Penjelasan itu bisa saja dilakukan oleh Irjen Kemenag M Suparta atau Wakil
Menteri Agama Prof Nazaruddin Umar MA. Bisa saja keduanya memberikan penjelasan
kepada pers nanti, kata Menag Suryadharma Ali seusai memberikan sambutan pada
Munas II Wanita Persatuan Pembangunan di Pondok Gede, Jakarta, Kamis petang.
Menag sendiri mengaku merasa terkejut dengan pemberitaan dugaan korupsi
pengadaan Al Quran yang mencuat pada Rabu (20/6) lalu. Namun untuk memberikan
penjelasan secara komprehensif, perlu mengumpulkan data selengkapnya. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Demokrat: Silakan Saja PKS Keluar Dari Koalisi
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
Ustad Telepon Desak Penambahan Kuota Impor Daging
Tiga Bakal Capres Capai Peringkat Terbaik
Tak Hanya Ke 45 Perempuan Cantik, Dana Fathanah Mengalir Ke Politikus
KPK Periksa Linda, Penerima Aliran Dana Fathanah
Gus Ipul Kebagian Dana Fathanah, PKS Bilang Itu Fitnah
