Dahlan Akui Tak Punya Kendaraan Politik untuk Jadi Capres
Senin, 11 Juni 2012 | 21:25
Dahlan Iskan. [google] [JAKARTA] Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menegaskan tidak
memiliki partai atau tidak punya pintu masuk untuk menjadi calon presiden
(capres) pada Pemilu 2014.
"Yang jelas saya tidak punya partai dan pintu masuk
untuk itu. Kecuali takdir menginginkan," kata Dahlan menjawab pertanyaan
wartawan saat memberikan pengarahan pada pembukaan pelatihan wartawan tingkat
madya angkatan I Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) yang dikelola PWI Cabang
Sumatera Selatan di Palembang, Senin (11/6).
Menurut dia kalau pun ada pintu masuk ke arah itu harus
dipaksa dengan lebih dulu menggedor-gedor atau menunggu lama-lama pintu baru
dibuka sama sekali tidak baik.
"Saya realistis saja berpikir tak mungkin memaksa orang
membuka pintu harus dengan cara menggedor-gedor atau menunggu lama baru pintu
dibuka," kata mantan Direktur Utama PLN yang juga pemilik Harian Jawa Pos
Grup (JPNN) tersebut.
Ia pun hingga kini tak memikirkan hal itu karena masih fokus
dengan tugas dan tanggung jawab sebagai Menteri Negara BUMN untuk berbuat yang
terbaik bagi bangsa dan negara.
"Sama halnya ketika saya dipanggil Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjabat sebagai Direktur Utama PLN tidak
langsung saya terima karena harus berkonsultasi dulu dengan dokter mengenai
penyakit saya sudah berganti hati," katanya.
Ketika dokter menyarankan dia sehat dan mampu bekerja keras
baru tawaran Presiden SBY untuk menjadi Dirut PLN diterimanya dengan target
jabatan tiga tahun untuk membenahi listrik.
"Tapi dua tahun saya di PLN sudah diangkat menjadi
Menteri BUMN," katanya.
Dahlan setelah berganti organ hati di China sebenarnya akan
fokus menulis buku, mengajar jurnalistik di kelompok surat kabar miliknya dan
mengurus madrasah milik keluarga yang saat ini telah memiliki hampir 25.000
murid.
Sementara perusahaan media dan usaha lain miliknya sudah
diserahkan kepada generasi di bawahnya, sebab tanpa dia pun atau selama berobat
di luar negeri hampir dua tahun perusahaan yang dikelolanya memiliki keuntungan
dengan omset trilunan rupiah.
"Jadi soal capres itu belum terpikirkan bagi saya,"
katanya. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Rampok Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Polisi Menembak Langsung Kerumunan Massa
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
