SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 September 2014
Pencarian Arsip

50 Juta Rakyat Indonesia Anti Pancasila
Rabu, 26 Oktober 2011 | 9:59

Ketua Fraksi PKB di MPR, Lukman Edy Ketua Fraksi PKB di MPR, Lukman Edy

[JAKARTA] Ketua Fraksi PKB di MPR Lukman Edy menyatakan, ada sekitar 50 juta rakyat Indonesia anti-Pancasila. “Paling tidak sekitar 50 juta rakyat Indonesia anti-Pancasila. Angka ini tentu mengejutkan tapi ini memang hasil dari survei secara acak dari berbagai institusi akhir-akhir ini,” katanya, kepada SP, di Parlemen, Rabu (26/10).

Lukman menyebut, dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan 27 % rakyat indonesia merasa tidak memerlukan Pancasila. Bahkan, penelitian seorang Profesor dari UIN menyimpulkan 28 % setuju dengan radikalisasi, dan sebuah lembaga kajian di jakarta menyatakan 19 % pemuda Indonesia menghendaki syariat Islam sebagai dasar negara.

“Angka sebesar ini seharusnya lampu kuning buat Indonesia, dan sekaligus seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah,” katanya.

Mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal ini berpendapat, upaya internalisasi idielogi kebangsaan harus dilakukan dengan berbagai bentuk dan massif. “Di sektor pendidikan sudah selayaknya ada kurikulum tentang idielogi kebangsaan, di kalangan aparatur negara, idiologi Pancasila harus dijadikan program pengembangan kapasitas birokrasi, sedangkan di partai politik 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, harus menjadi bahagian tugas pendidikan politik. Di kalangan mahasiswa, sebagai sebuah kelompok strategis, yang selalu menempatkan diri sebagai agen perubahan, sudah mendesak untuk diterapkannya wajib militer sebagai pengganti OPSPEK yang tidak jelas tujuan dan hasilnya,” katanya.

Lukman melanjutkan, wajib militer di kalangan mahasiswa tidak bertentangan dengan Konstitusi.
UUD 45, katanya, memang mengamanatkan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, yang menempatkan rakyat sebagai kekuatan pendukung untuk menjaga integritas dan keutuhan NKRI.

“Wajib militer dikalangan mahasiswa sangat berpotensi mengawal semangat nasionalisme dan Pancasila, ditengah tengah derasnya pengaruh liberalisme dan paham-paham multinasional yang dapat merusak ke Indonesiaan kita yang beragam ini,” katanya. [W-12]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»