SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 16 April 2014
Pencarian Arsip

1 Mei, Buruh Demo Tolak Kenaikan BBM
Jumat, 26 April 2013 | 17:51

Demo menolak kenaikan BBM [google] Demo menolak kenaikan BBM [google]

[JAKARTA] Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan bahwa demonstrasi buruh pada 1 Mei memperingati Hari Buruh Sedunia akan menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kami tidak setuju kalau subsidi BBM dicabut karena subsidi itu kewajiban negara. Di mana-mana buruh akan memperjuangkan subsidi BBM," kata Presiden KSPI M. Said Iqbal di Jakarta, Jumat (26/4).

Pernyataan tersebut dia sampaikan dalam acara diskusi publik bertema "Peringatan May Day, Momentum Peningkatan Kesejahteraan Buruh" di Gedung Dewan Pers.

Said mengatakan, penolakan terhadap kenaikan harga BBM oleh buruh didasari oleh beberapa alasan, yakni kenaikan BBM dinilai akan meningkatkan inflasi dan mengakibatkan daya beli buruh menurun.

"Kalau harga BBM direncanakan naik Rp2.000 maka daya beli buruh pun akan turun sebab harga sewa rumah, ongkos kendaraan umum, dan harga kebutuhan pokok pun akan naik," ujarnya.

Dia menegaskan, bila pemerintah tetap bersikeras menaikkan harga BBM, para buruh berencana melakukan mogok kerja nasional.

"Bila harga BBM tetap naik, kami akan melakukan mogok nasional. Kami akan pastikan ketika Presiden SBY berpidato pada sidang paripurna, buruh akan mogok kerja," tuturnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menyoroti kalangan pengusaha yang mendukung rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

"Ini ada apa kalau sebelumnya ada kenaikan BBM para pengusaha ikut menolak, kenapa sekarang mendukung? Lalu, subsidi BBM sebesar Rp21 triliun itu dialihkan kemana?," kata Said.

Presiden KSPI itu juga mengatakan, tuntutan lain yang akan diserukan oleh para buruh pada peringatan "May Day" adalah masalah kenaikan upah.

Menurut dia, kenaikan upah para buruh harus disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai semakin baik.

"Siapa bilang dengan kenaikan UMR buruh akan berhenti melakukan perlawanan untuk memperoleh kenaikan upah? Bila pertumbuhan ekonomi negara meningkat, artinya buruh pun harus semakin sejahtera," katanya.

Oleh karena itu, dia mengimbau pemerintah untuk lebih memperhatikan hal-hal yang menjadi kebutuhan para pekerja atau buruh.

Dia menambahkan tuntutan lainnya yang akan diusung dalam aksi demo Hari Buruh adalah penghapusan sistem outsourcing dalam ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya di BUMN.

Said menjelaskan, KSPI akan mengoordinasikan sekitar satu juta buruh dalam peringatan "May Day", dimana sebanyak 150 ribu buruh di Jakarta akan melakukan "long march" ke Istana Negara dan enam kementerian.

"Enam kementerian, antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Koordinator Ekonomi," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Rikwanto mengatakan bahwa aksi demo buruh yang akan dilakukan haruslah tetap mengikuti peraturan dan undang-undang yang berlaku.

"Melakukan aksi demo buruh boleh saja asalkan tetap menyampaikan pemberitahuan kepada Kepolisian agar kami bisa melakukan antisipasi," kata Rikwanto.

Dia juga mengatakan pihak kepolisian telah menyiapkan 21.000 personel untuk mengamankan jalannya peringatan Hari Buruh. [Ant/L-8]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN