Suara Pembaruan
Jumat, 10 Mei 2013
15
N
USANTARA
[JAMBI]
Kelangkaan gas
elpiji (
liquefied petroleum
gas
/LPG) yang berkepan-
jangan di Provinsi Jambi
membuat para spekulan ba-
han bakar minyak (BBM)
mengedarkan minyak tanah
oplosan. Minyak tanah
oplosan tersebut merupakan
campuran minyak tanah de-
ngan premium atau bensin
dan solar. Peredaran minyak
tanah oplosan meluas hing-
ga ke daerah pedesaan.
Sekretaris Yayasan
Lembaga Konsumen Indo-
nesia (YLKI) Kabupaten
Tanjungjabung Barat (Tan-
jabbar), Mukhtar AB me-
ngatakan, pihaknya mene-
mukan banyak warga yang
terpaksa menggunakan mi-
nyak tanah oplosan akibat
kelangkaan gas, khususnya
ukuran tabung 3 kilogram
(kg). “Minyak tanah oplosan
tersebut dijual para pengecer
Rp 7.500/liter,” katanya ke-
pada
SP
, Jumat (10/5).
Dikatakan, penggunaan
minyak tanah oplosan ini
sangat fatal karena bisa me-
micu kebakaran rumah.
Apalagi warga Kualatung-
kal umumnya tinggal di ru-
mah papan, jadi rawan ke-
bakaran. “Kami mendesak
Pemkab Tanjabbar dan apa-
rat kepolisian menghentikan
ulah spekulan yang meng-
edarkan minyak tanah
oplosan tersebut,” tegasnya.
Pantauan
SP
di Kota
Jambi, minyak tanah oplos-
an tersebut juga banyak di-
jual para pengecer dengan
harga Rp 7.500/liter. Mi-
nyak tanah oplosan tersebut
berwarna kemerahan dan
berbau premium.
Bandar Lampung
Kelangkaan gas elpiji 3
kg juga makin meluas di
Kota Bandar Lampung dan
Lampung Selatan. Kondisi
ini memicu naiknya hingga
Rp 25.000 dari sebelumnya
Rp 14.000/tabung gas elpiji
3 kg.
Pantauan
SP
, Jumat, gas
elpiji ukuran 12 kg juga na-
ik dari Rp 75.000 menjadi
Rp 85.00/tabung. Berdasar-
kan informasi yang dipero-
leh, menyebutkan kenaikan
dan menghilangnya elpiji di
pasar dipicu rencana akan
naiknya harga BBM.
Ahmad Novriwan (44) sa-
lah seorang warga Rajabasa
Raya mengatakan, gas elpiji
kini menjadi rebutan warga.
“Sekarang sudah tembus har-
ga Rp 25.000/tabung dan ba-
rangnya pun sudah tak ada la-
gi,” ujarnya. Ahmad mengaku
terpaksa menggunakan mi-
nyak tanah untuk memasak
meski harganya mahal
Kelangkaan gas elpiji
juga terjadi di Lampung Se-
latan, terutama di Kecamat-
an Sidomulyo, Waypanji,
dan Rajabasa. Sejumlah
warga mengaku sulit men-
dapatkan gas elpiji ukuran 3
kg. “Saya sudah mencari ke-
mana-mana, tapi stoknya ha-
bis,” kata Aspiatun, warga
Katibung, Lampung Selatan.
Ambon
Sementara di Kota Am-
bon, Maluku, terjadi kelang-
kaan minyak tanah, yang ju-
ga diduga informasi harga
BBM akan naik. “Rencana
pemerintah menaikan BBM,
diduga menyebabkan kepa-
nikan di masyarakat, se-
hingga warga membeli de-
ngan jumlah banyak,” kata
Sekretaris Himpunan Wi-
raswasta Minyak dan Gas
(Hiswana) Migas Zepho
Malaiholo kepada
SP
, di
Ambon, Jumat.
Meski Pertamina meng-
aku menaikan kuota bulan
Mei ini hingga 25%, kata-
nya, tetapi kelangkaan mi-
nyak tanah tetap saja terjadi.
Palu
Dari Palu dilaporkan,
r
encana kenaikan harga
BBM diprediksi akan ber-
dampak terhadap sektor
transportasi dan juga akan
terjadi kenaikan terhadap se-
jumlah kebutuhan pokok
masyarakat. Kabid Industri
Perindagkop Sulawesi Te-
ngah (Sulteng) Suparman
mengatakan, diprediksi gejo-
lak kenaikan BBM hanya
akan berlangsung minimal
tiga bulan dan maksimal
enam bulan setelah ada kebi-
jakan pemerintah menaikkan
BBM. [JDL/156/NVS/141]
Gas Makin Langka, Minyak Tanah Oplosan Beredar
1...,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14 16,17,18,19,20,21,22,23,24,25,...40