SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 18 Juni 2013
Pencarian Arsip

Tradisi Emas Bulutangkis Berhenti, Tontowi/Liliyana Minta Maaf
Jumat, 3 Agustus 2012 | 9:22

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [reuters] Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [reuters]

[LONDON] Bulutangkis Indonesia gagal total mempertahankan tradisi medali emas di Olimpiade setelah pilar terakhir, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dikalahkan unggulan kedua asal Tiongkok Xu Chen/Ma Jin rubber game 23-21, 18-21, 13-21 pada semifinal di Wembley Arena, Kamis (2/8) waktu setempat.  

Tontowi/Liliyana tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Juara All England 2012 itu berusaha menampilkan yang terbaik dalam perebutan medali perunggu saat melawan ganda campuran Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, Jumat (3/8).  

Pada semifinal, Joachim/Christinna  dikalahkan unggulan pertama asal Tiongkok Zhang Nan/Zhao Yunlei 21-17, 17-21,19-21. “Kami mohon maaf tidak bisa mempertahankan tradisi medali emas. Perjuangan belum berakhir, kami tidak bisa kasih medali emas, tapi kami coba untuk persembahkan perunggu. Tetap fokus karena akan tanding lagi,” kata Liliyana.  
Sedangkan ganda putra Indonesia Muhammad Ahsan/Bona Septano menyerah di tangan pasangan Korea Selatan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae 12-21, 16-21 pada babak perempatfinal. Pada Rabu (1/8), Simon Santoso harus mengakui keunggulan kandidat juara Olimpiade London 2012 Lee Chong Wei 12-21, 9-21, Taufik Hidayat dikalahkan unggulan kedua asal Tiongkok Lin Dan 9-21, 12-21, dan Adriyanti Firdasari gagal melangkah ke perempat final setelah dikalahkan unggulan kedua asal Tiongkok Wang Xin 15-21, 8-21.  

Sejak 1992, Indonesia tidak pernah absen mengantongi medali emas Olimpiade. Susi Susanti dan Alan Budikusuma yang membangun tradisi tersebut. Susi menjuarai tunggal putri, sedangkan Alan meraih medali emas tunggal putra Olimpiade Barcelona 1992.  

Empat tahun berikutnya di Atlanta, ganda putra Ricky Subagdja/Rexy Mainaky menjadi penerus. Prestasi itu dipertahankan ganda putra Candra Wijaya/Tony Gunawan pada Olimpiade Sydney 2000. Empat tahun berikutnya di Athena, Taufik Hidayat menjuarai medali emas tunggal putra. Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi yang terakhir mengibarkan bendera Merah Putih pada Olimpiade Beijing 2008. [Y-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.
AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN