Emas Ostapchuk Dicopot karena Doping
Selasa, 14 Agustus 2012 | 11:05
Atlet Belarus Nadezhda Ostapchuk [AFP] [LONDON]
Atlet Belarus Nadezhda Ostapchuk, Senin, menjadi atlet peraih medali pertama
yang didiskualifikasi dari Olimpiade London karena doping dan medali emasnya
pada nomor tolak peluru putri dicopot.
Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberi konfirmasi bahwa atlet Selandia
Baru Valerie Adams dihadiahi medali emas setelah pada sampel urine Ostapchuk
ditemukan adanya zat terlarang, metenolone.
Ostapchuk mengatakan dia akan mengajukan banding atas keputusan IOC tersebut.
"Tentu
saja kami akan melawan keputusan ini tapi masih belum jelas benar apa dan
terhadap siapa tepatnya kami akan melakukan protes," kata atlet berusia 31
tahun itu pada Radio Liberty.
"Kami
akan membuat keputusan setelah kami mendapat lebih banyak informasi," kata
Ostapchuk.
Ostapchuk,
juara dunia 2005, merebut medali emas secara mengejutkan dengan tolakan sejauh
21,36 meter untuk mengakhiri hampir dua tahun tidak terkalahkan atlet berusia
27 tahun Adams, yang meraih perunggu dengan tolakan sejauh 20,70 meter.
Atlet
Rusia Yevgeniya Kolodko yang merebut medali perunggu pada nomor ini, akhirnya diputuskan mendapatkan medali perak, dan
perunggu diraih atlet Tiongkok Lijiao Gong.
Sebelumnya
dalam sebuah pernyataan IOC mengatakan," atlet tersebut pertama kali
diminta menyerahkan sampel urine untuk kontrol doping pada 5 Agustus."
"Dia berkompetisi pada hari berikutnya pada nomor tolak peluru putri, di
mana dia menempati posisi pertama, dan diminta untuk memberikan sampel langsung
setelah kompetisinya." Kedua sampel tersebut, menurut IOC, diindikasikan
terdapat metenolone, yang digolongkan sebagai zat anabolic yang masuk daftar yang dilarang pada 2012.
Ostapchuk
berkompetisi pada Olimpiade ketiga dia di London. Dia berada di posisi keempat
di Athena pada 2004 dan meraih perunggu di Beijing empat tahun lalu. [AP/M-16]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
