Tumbangkan Malaysia, Tim Thomas Puas di Urutan Ketiga
Sabtu, 18 Februari 2012 | 20:23
Simon Santoso [google] [MAKAU] Tim Thomas Indonesia mengaku cukup puas berakhir di
urutan ketiga kualifikasi zona Asia setelah mengalahkan Malaysia 3-2, Sabtu,
karena bagi mereka yang terpenting adalah lolos ke putaran final di Wuhan,
China, Mei mendatang.
"Sementara ini kekuatan kami memang segitu, jadi harus puas. Tujuan kami
ke sini memang lolos dulu ke putaran final Piala Thomas di Wuhan," ujar
pemain tunggal putra Simon Santoso yang tidak melanjutkan pertandingan saat
tertinggal 2-7 oleh Daren Liew karena sakit pergelangan kakinya, pada perebutan
tempat ketiga melawan Malaysia.
"Yang penting kami harus berjuang lagi untuk pertandingan di Wuhan nanti.
Perjalanan masih panjang," tambah pemain peringkat 10 dunia tersebut.
Pernyataan senada disampaikan pemain ganda Alvent Yulianto yang mengatakan yang
terpenting adalah lolos kualifikasi.
"Kalau secara tim, saya puas, karena yang penting Indonesia lolos ke
putaran final. Soal urutan ke berapa, tidak penting," kata pemain ganda
peringkat sembilan dunia itu.
Namun secara pribadi ia mengaku kurang puas dengan penampilannya yang kalah dua
kali dari tiga penampilannya dalam kualifikasi tersebut.
Indonesia maju ke perebutan tempat ketiga setelah pada semifinal dikalahkan
juara bertahan China 0-3, sementara Malaysia kalah dengan skor yang sama dari
Jepang.
China dan Jepang akan bertanding pada final, Minggu (19/2).
Kurang serius Penampilan tim Malaysia pada laga perebutan tempat ketiga itu
tampak kurang serius dengan menurunkan pemain ganda, Koo Kien Keat sebagai
tunggal ketiga menghadapi Dionysius Hayom Rumbaka.
Pada partai terakhir yang menentukan tersebut, Hayom menang mudah 21-8, 21-9
sekaligus memastikan kemenangan Indonesia 3-2 atas Malaysia.
Namun manajer tim Malaysia Dato' Syed Abu Bakar yang juga mengistirahatkan
pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei, membantah anggapan bahwa timnya tidak
serius.
"Karena kami sudah lolos kualifikasi, kami ingin memberi kesempatan kepada
pemain-pemain yang jarang tampil pada turnamen internasional seperti Daren dan
Arif (Mohamad Arif Abdul Latif) untuk tampil lebih banyak," katanya.
Soal diturunkannya Koo sebagai pemain tunggal, Dato' Syed beralasan bahwa
pemain ganda peringkat enam dunia tersebut pernah menjadi pemain tunggal saat
masih junior.
"Kami hanya membawa 10 pemain ke sini dan Koo dulu pernah menjadi pemain
tunggal, jadi tidak ada salahnya menurunkan dia," tambah Dato' Syed.
Adapun Hayom yang mengaku tidak menghadapi kesulitan dalam menundukkan Koo,
mengaku tidak terganggu oleh penampilan Koo yang kerap menanggapi gurauan dan
celetukan rekan setimnya.
"Tidak masalah. Penampilan yang tampak bercanda seperti itu sudah biasa
terjadi ketika timnya sudah lolos," katanya.
"Mungkin dia tidak menyangka harus bermain karena mengira pertandingan
sudah selesai pada tiga partai pertama, tetapi ternyata kelima partai harus
dimainkan," tambah Hayom.[Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Napoli Pupuskan Ambisi Juventus Raih Gelar Ganda
Balapan Basah Jadi Kunci Rossi Naik Podium
Hadapi Tim Tuan Rumah, Timnas Terinspirasi Kemenangan Chelsea
Jelang Semifinal, Timnas Harapkan Okto dan Yosua Bisa Dimainkan
Raih Liga Champions, Di Matteo Layak Dipertahankan Chelsea
