SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

Persipura Menolak Usulan ISL dan IPL Dilebur
Rabu, 1 Agustus 2012 | 14:44

Skuad Persipura Jayapura [google] Skuad Persipura Jayapura [google]

[JAYAPURA] Tim sepak bola Persipura Jayapura menyatakan tidak setuju dengan rencana peleburan Liga Super Indonesia (ISL) dan Liga Primer Indonesia pada musim kompetisi yang akan datang.

Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya, Rabu mengatakan pihaknya tidak setuju dengan rencana peleburan liga super Indonesia dengan liga primer Indonesia pada musim kompetisi yang akan datang seperti yang diutarakan oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin belum lama ini.

Menurut dia, kompetisi yang resmi dan layak diikuti oleh tim kebanggaan warga Kota Jayapura dan Papua pada umumnya adalah kompetisi yang sah dan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan pada kongres Bali beberapa tahun lalu.

"Kami (Persipura,red) tidak setuju dengan rencana peleburan ISL dan LPI pada musim yang akan datang, dan menurut kami ISL adalah liga yang resmi sesuai dengan statuta kongres Bali," kata La Siya di Jayapura, Papua, Rabu.

Pria asal Buton, Sulawesi Tenggara itu mengemukakan meskipun pihaknya diminta memilih sekalipun, tim yang bermarkas di stadion Mandala Jayapura itu tidak akan bergabung karena ISL merupakan kompetisi yang tertinggi dan terbaik yang ada saat ini dinusantara.

"Kita harus punya liga yang resmi yang sesuai dengan aturan yang dibuat, dan ISL masih yang terbaik saat ini," katanya.

Lebih lanjut La Siya sampaikan bahwa jika kondisi persebak bola-an ditanah air masih dalam kekisruhan, maka bukan tidak mungkin sanksi akan diterima oleh PSSI sebagai induk organisasi.

"Jika sampai batas waktu yang diberikan oleh AFC dan FIFA tidak digubris oleh kita (PSSI kubu Djohar Arifin dan La Nayla Mataliti) untuk membentuk satu kompetisi yang baik, maka bakal ada sanski untuk Indonesia," katanya.

La Siya berpendapat jika kedua tim dari ISL dan LPI digabung maka keseluruhan akan berjumlah 34 tim, dan itu terasa banyak bagi satu musim kompetisi serta hal itupun tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kalau digabung keduanya ada 34 tim, tidak mungkin satu musim kompetisi diikuti tim sebanyak itu. Ini harus diatur yang baik dan mengacu pada aturan AFC dan FIFA," katanya.

Sementara itu, Koordinator Persipuramania Port Numbay, Marcelino Roy Hababuk mendukung pernyataan La Siya bahwa tim berkostum merah-hitam itu tidak setuju jika ISL dan LPI dilebur.

"Kami juga tidak setuju jika ISL dan LPI dilebur, karena tim-tim yang berada di ISL sudah berjuang mengikuti semua aturan dan musim kompetisi yang berjenjang. Sedangkan LPI tidak melewati itu dan terkesan dipaksakan," katanya.

Menurut dia, seharusnya kedua kubu PSSI baik Djohar Arifin dan La Nayla Mataliti bisa meramu satu kompetisi kompetitif, yang jelas dan padu pada musim yang akan datang dan tentunya sesuai dengan aturan yang ada.

"Ada baiknya pada musim yang akan datang ada satu kompetisi yang jelas dan itu harus sesuai dengan turan yang berlaku, jangan hanya dibuat demi kepentingan sehingga olah raga sepak bola dikorbankan," pintanya.

Belum lama ini, PSSI Kubu Djohar Arifin mengatakan LPI dan ISL akan digabung/merger pada musim kompetisi yang akan datang. Sedangkan PSSI kubu La Nayka Mataliti menentang rencana penggabangun tersebut dengan alasan tim-tim yang berkompetisi di ISL, merupakan tim yang sah sesuai dengan statuta Kongres Bali. [Ant/L-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN