Persipura Menolak Usulan ISL dan IPL Dilebur
Rabu, 1 Agustus 2012 | 14:44
Skuad Persipura Jayapura [google] [JAYAPURA]
Tim sepak bola Persipura Jayapura menyatakan tidak setuju dengan rencana
peleburan Liga Super Indonesia (ISL) dan Liga Primer Indonesia pada musim
kompetisi yang akan datang.
Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya, Rabu mengatakan pihaknya tidak setuju
dengan rencana peleburan liga super Indonesia dengan liga primer Indonesia pada
musim kompetisi yang akan datang seperti yang diutarakan oleh Ketua Umum PSSI
Djohar Arifin belum lama ini.
Menurut dia, kompetisi yang resmi dan layak diikuti oleh tim kebanggaan warga
Kota Jayapura dan Papua pada umumnya adalah kompetisi yang sah dan sesuai
dengan regulasi yang telah ditetapkan pada kongres Bali beberapa tahun lalu.
"Kami (Persipura,red) tidak setuju dengan rencana peleburan ISL dan LPI
pada musim yang akan datang, dan menurut kami ISL adalah liga yang resmi sesuai
dengan statuta kongres Bali," kata La Siya di Jayapura, Papua, Rabu.
Pria asal Buton, Sulawesi Tenggara itu mengemukakan meskipun pihaknya diminta
memilih sekalipun, tim yang bermarkas di stadion Mandala Jayapura itu tidak
akan bergabung karena ISL merupakan kompetisi yang tertinggi dan terbaik yang
ada saat ini dinusantara.
"Kita harus punya liga yang resmi yang sesuai dengan aturan yang dibuat,
dan ISL masih yang terbaik saat ini," katanya.
Lebih lanjut La Siya sampaikan bahwa jika kondisi persebak bola-an ditanah air
masih dalam kekisruhan, maka bukan tidak mungkin sanksi akan diterima oleh PSSI
sebagai induk organisasi.
"Jika sampai batas waktu yang diberikan oleh AFC dan FIFA tidak digubris
oleh kita (PSSI kubu Djohar Arifin dan La Nayla Mataliti) untuk membentuk satu
kompetisi yang baik, maka bakal ada sanski untuk Indonesia," katanya.
La Siya berpendapat jika kedua tim dari ISL dan LPI digabung maka keseluruhan
akan berjumlah 34 tim, dan itu terasa banyak bagi satu musim kompetisi serta
hal itupun tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kalau digabung keduanya ada 34 tim, tidak mungkin satu musim kompetisi
diikuti tim sebanyak itu. Ini harus diatur yang baik dan mengacu pada aturan
AFC dan FIFA," katanya.
Sementara itu, Koordinator Persipuramania Port Numbay, Marcelino Roy Hababuk
mendukung pernyataan La Siya bahwa tim berkostum merah-hitam itu tidak setuju
jika ISL dan LPI dilebur.
"Kami juga tidak setuju jika ISL dan LPI dilebur, karena tim-tim yang
berada di ISL sudah berjuang mengikuti semua aturan dan musim kompetisi yang
berjenjang. Sedangkan LPI tidak melewati itu dan terkesan dipaksakan,"
katanya.
Menurut dia, seharusnya kedua kubu PSSI baik Djohar Arifin dan La Nayla
Mataliti bisa meramu satu kompetisi kompetitif, yang jelas dan padu pada musim
yang akan datang dan tentunya sesuai dengan aturan yang ada.
"Ada baiknya pada musim yang akan datang ada satu kompetisi yang jelas dan
itu harus sesuai dengan turan yang berlaku, jangan hanya dibuat demi
kepentingan sehingga olah raga sepak bola dikorbankan," pintanya.
Belum lama ini, PSSI Kubu Djohar Arifin mengatakan LPI dan ISL akan
digabung/merger pada musim kompetisi yang akan datang. Sedangkan PSSI kubu La
Nayka Mataliti menentang rencana penggabangun tersebut dengan alasan tim-tim
yang berkompetisi di ISL, merupakan tim yang sah sesuai dengan statuta Kongres
Bali. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Spurs Awali Kemenangan Atas Grizzlies
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
Khesena Juara di Offroad Merapi
Arsenal, Klub Terbaik di London Utara
Persipura Tolak Lepas Jacksen Tiago ke Timnas, PSSI Tanggapi Dingin
Nasib Mourinho Ditentukan Madrid Hari Ini?
Kalah 0-5 dari China Kok Merasa Puas?
Barca Dekati 100 Angka Berkat Kemenangan Atas Valladolid
