Pemain ISL Gabung ke Timnas, PSSI KLB Meradang
Rabu, 1 Agustus 2012 | 10:57
Bambang Pamungkas [google] [JAKARTA] Kedatangan para pemain Indonesian Super League
(ISL) ke pemusatan latihan nasional (pelatnas) perdana jelang laga melawan
Valencia pada Sabtu (4/8) mendatang, disyukuri oleh pelatih tim nasional (timnas)
Indonesia Nilmaizar.
Menurutnya, kedatangan Bambang Pamungkas, Firman Utina,
dan Ponaryo Astaman merupakan momentum untuk bersatunya persepakbolaan
Indonesia. "Kedatangan mereka demi Merah Putih dan itu akan menghilangkan
perbedaan. Saya berharap ini momentum bersatunya para pemain Indonesia,"
ujar Nilmaizar seusai memimpin latihan di Lapangan C Gelora Bung Karno, Selasa
(31/7) sore.
Nil, panggilan Nilmaizar, mengatakan, beberapa pemain ISL
lain juga akan menyusul pada sesi latihan kedua pada Rabu (1/8) ini.
"Besok (hari ini) Ahmad Bustomi, M. Ridwan, Okto, dan Zulkifli Syukur akan
bergabung," katanya.
Selain ketiga nama tersebut, tampak juga dua pemain ISL
lainnya yang sudah terlebih dahulu bergabung dengan skuad "Garuda",
yakni Patrich Wanggai dan Titus Bonai. Lima pemain ISL itu membaur bersama 11
pemain Indonesian Premier League (IPL) lain yang hadir dalam sesi latihan yang
dipimpin oleh Nil dan asisten pelatih Fabio Oliviera.
Menanggapi hal itu, Ponaryo menyatakan, keputusannya untuk
bergabung dengan timnas merupakan semata kepentingan bagi negara. "Kami
(pemain ISL) tidak memihak kemana pun. Kepentingan kami hanya untuk timnas,
meskipun niat baik ini akan menimbulkan pro dan kontra," ucap pemain
Sriwijaya FC itu.
Hal senada dikatakan Bambang yang berharap momen
bersatunya kembali para pemain di dalam satu timnas bisa menjadi suatu awal
yang bagus. "Demi Indonesia, jangan lagi terkotak-kotak, tidak ada lagi a
dan b. Semua pemain ingin membela timnas, ini merupakan wujud bersatunya para
pemain dan Indonesia harus bersiap untuk berlaga di Piala AFF," kata
Bambang.
Di lain pihak, Ketua Umum PSSI versi KLB Jakarta La Nyalla
Mattalitti terlihat meradang dengan bergabungnya ketiga pemain ISL tersebut.
Menurutnya, sikap pemain yang meninggalkan klub dan mengabaikan kebijakan klub
adalah sikap yang tidak mengindahkan instruksi klub dan ciri dari pemain bermental amatir. "Untuk itu, harus ada
sanksi terhadap para pemain yang tidak mengindahkan instruksi klub tersebut dengan tidak menerima dan
mengontrak mereka untuk kompetisi musim depan," tandasnya. [H-16]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
