Pelatih Bulutangkis Putri Mundur, Persiapan Olimpiade Terganggu
Rabu, 6 Juni 2012 | 11:53
Wong Tat Meng [google] [JAKARTA]
Pelatih asal Malaysia Wong Tat Meng yang menangani tunggal putri dikabarkan
mundur. Ia sudah berpamitan dengan para pemain Jumat pekan lalu dan kabarnya kembali
ke Negeri Jiran. Namun, pihak Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh
Indonesia (PB PBSI) masih enggan berkomentar tentang kepergian asisten Li Mao
itu.
“Sampai
saat ini, saya belum mendapatkan kabar itu (mundurnya Wong).
Saya
tidak tahu dari mana kabar itu berasal. Saya belum bisa
berkomentar
banyak karena tidak ada pembicaraan
dengan saya maupun
PBSI
mengenai hal itu,” ujar Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto, Selasa
(5/6).
Legenda
bulutangkis Ivana Lie menilai mundurnya Wong bisa mempengaruhi persiapan atlet
menuju Olimpiade London pada 27 Juli-12 Agustus mendatang. Apalagi, sebelumnya
Kepala Bidang Pembinaan PB PBSI Hadi Nasri juga diberitakan mengundurkan diri.
“Pengunduran
diri Wong ini bukan masalah kecil, karena sebentar lagi
olimpiade.
Kalau pengunduran Hadi Nasri ini menunjukkan ada masalah
sehingga
dua Binpres mundur. Sebelumnya kan Lius Pongoh juga
mengundurkan
diri,” ujarnya.
Kabar
mundurnya Wong membuat tunggal putri peringkat 38 dunia
Adriyanti
Firdasari cukup sedih. Maklum, Firda terpilih untuk mewakili
Indonesia
di nomor tunggal putri pada Olimpiade London 2012 mendatang.
Firda
merasa mengalami peningkatan sejak ditangani Wong.
Firda
maju ke Olimpiade dengan menggunakan fasilitas wild card. Ia
ditunjuk
PB PBSI untuk mewakili Indonesia karena masukan dari Wong
yang
menilainya memiliki kesiapan lebih. Awalnya, Maria Febe
Kusumastuti
yang disebut-sebut akan berlaga di London.
“Saya
tidak tahu prosesnya. Saya serahkan semuanya ke PB PBSI karena
saya
sebagai pemain hanya tinggal mempersiapkan diri, ada bagian yang
memutuskan.
Saya sudah siap bertanding di Olimpiade dan berharap bisa
meraih
medali,” katanya.
Indonesia
diwakili oleh sembilan atlet pada Olimpiade. Simon Santoso
dan
Taufik Hidayat akan berjibaku pada nomor tunggal putra, Mohammad
Ahsan/Bona
Septano menjadi satu-satunya wakil ganda putra, Greysia
Polli/Meiliana
Jauhari turun pada ganda putri, Lilyana Natsir/Tontowi
Ahmad
di ganda campuran, dan Adrianti Firdasari pada sektor tunggal
putri.
Indonesia
berharap bisa mempertahankan medali emas Olimpiade dari
cabang
olahraga tepok bulu ini. Medali emas pertama diraih legenda
bulutangkis
Susi Susanti dan Alan Budikusuma pada Olimpiade Barcelona
1992.
Sejak saat itu, bulutangkis tidak pernah absen mempersembahkan
medali
emas. [Y-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
