Loew Belum Berpikir Brasil 2014
Sabtu, 30 Juni 2012 | 8:58
Joachim Loew [google] [WARSAWA] Dengan kontrak hingga Piala Dunia 2014 di
Brazil, pelatih Timnas Jerman Joachim Loew mengatakan timnya memiliki
masa depan yang cerah kendati kalah di semifinal Piala Eropa 2012, di
tangan Italia.
Para pendukung Jerman mungkin perlu lebih
diyakinkan setelah Tim Azzuri mengkandaskan ambisi Jerman untuk
menjuarai Piala Eropa di Warsawa, Kamis, di mana penyerang Italia Mario
Balotelli mengoyak gawang Jerman dua kali pada babak pertama untuk
menyegel kemenangan 2-1.
Hal ini berarti dalam perjalanan
mereka menuju Brazil (jika memenuhi syarat) terhitung menjadi 18 tahun
sejak mereka terakhir kali mengangkat trofi pada Piala Eropa 1996.
Lima belas kali kemenangan berturut-turut Jerman pada pertandingan
kompetitif dihentikan oleh Italia karena bintang lapangan tengah Jerman
seperti Mesut Ozil dan Bastian Schweinsteiger mendapati diri mereka di
bawah bayang-bayang pemain Itali Andrea Pirlo dan Ricardo Montolivo.
"Saya harus mengatakan kami memiliki dua tahun yang hebat," ujar Loew.
"Tim ini telah berkembang dengan baik dan kami memenangi 15
pertandingan berturut-turut." "Kami kalah melawan Tim Italia yang sangat
kuat, jadi tidak ada alasan memiliki keraguan untuk terus maju
perlahan," kata Loew.
Setelah menghantam Inggris dan
Argentina dan akhirnya menempati posisi ketiga pada Piala Dunia 2010,
tulisan tersebut tampaknya sengaja dibuat agar anak asuh Loew segera
menatap langkah ke depan dan mengukuhkan status mereka sebagai tim
favorit jelang turnamen untuk memenangkan pertandingan final di Kiev.
Dengan 57 kemenangan, 13 seri, dan 13 kali kekalahan dalam 83
pertandingan saat Loew menangani Tim Jerman, ia memiliki rekor yang
patut ditiru, namun tetap ada tekanan kepada pria berumur 52 tahun itu
untuk mengubah potensi dari pemain Jerman yang tidak diragukan lagi
menjadi kesuksesan akhir di panggung dunia.
Pencapaian
menuju babak semifinal untuk keempat kalinya berturut-turut dalam
turnamen besar bukanlah prestasi yang berarti, tim jerman selalu
mengusung misi untuk membawa trofi Henri Delaunay kembali ke Berlin dan
tim muda Loew justru gagal di partai-partai genting.
Babak
kualifikasi Piala Dunia 2014 mulai pada September dan setelah enam tahun
bekerja, bisa dibilang ini kesempatan terkahir Loew untuk merengkuh
mahkota juara.
Usai kemenangan meyakinkan atas Portugal, Belanda, Denmark dan Yunani, ada beberapa poin positif di Piala Eropa 2012.
Marco Reus yang telah terikat kontrak dengan Borussia Dortmund
telah mentasbihkan diri sebagai bintang baru, sedangkan Jerome Boateng
semakin matang di posisi bek kanan.
Dengan usia rata-rata
pemainnya sekitar 25 tahun, Jerman menjadi tim termuda di antara 16
peserta Piala Eropa 2012 lainnya, sedangkan bintang Dortmund Reus dan
bintang Bayern Munich Boateng baru akan memasuki usia 25 tahun pada
Piala Dunia berikutnya.
Sedangkan sisi negatifnya, sejumlah
pendukung The Gunners akan sangat terkesan dengan pemain yang baru
dikontrak Arsenal Lukas Podolski, seorang pemain dengan lebih dari 100
pertandingan internasional itu, hanya sesekali bersinar.
Demikian juga, bek tengah Holger Badstuber dan Mats Hummels terlihat
telah terjalin kemitraan yang baik, hingga pemain-pemain Italia
menunjukkan kepada para pemain muda tersebut bahwa mereka masih harus
banyak belajar.
Seolah ingin membuktikannya, satu momen di
mana pergerakan Hummels dikelabui oleh Antonio Cassano yang mengirimkan
umpan silang kepada Balotelli yang berhasil melewati Badstuber dan
mencetak gol pembuka Italia di Warsawa.
Loew juga akan
mendapatkan sejumlah kritik atas rotasi dan perubahan di tubuh timnya
sementara kurangnya memiliki Rencana B terlihat sangat jelas ketika
sesuatu berjalan tidak sebagaimana mestinya pada babak pertama kontra
Azzurri.
Sementara itu langkah berani Loew untuk menahan
Mario Gomez, Thomas Mueller, dan Podolski terbayarkan pada perempat
final saat Jerman mengalahkan Yunani 4-2, memasukkan Toni Kroos, dan
kembalinya Gomez dan Podolski kala melawan Italia.
Pilihan
yang aneh adalah dengan menaruh Kroos di sayap kanan dengan mengorbankan
Reus yang tampil mengesankan, dan justru nyaris tidak mengganggu
pertahanan Italia, sementara Podolski harus kembali di bangku cadangan
setelah tidak efektif pada babak pertama.
Demikian juga,
Gomez yang memiliki bakat tak terbantahkan, tapi kurangnya konsistensi,
dan tidak mencetak gol sesuai dengan kehebatannya, telah menjadi catatan
dalam beberapa tahun terakhir.
Wolfgang Niersbach, Presiden Federasi Sepakbola Jerman (DFB) mengatakan jabatan Loew aman sampai setelah Piala Dunia.
Sebuah pertandingan persahabatan melawan Argentina di Frankfurt
adalah tugas Loew yang berikutnya pada 15 Agustus sebelum kualifikasi
pertama Piala Duni Brazil pada 7 September melawan tim lemah Kepulauan
Faroe di Hanover.
"Kita perlu mencerna turnamen ini," aku Loew.
"Brasil masih cukup sedikit di luar kita, sehingga dalam beberapa
hari mendatang kami tidak akan berpikir tentang itu." "Kami punya tim
yang sangat muda sehingga dari perspektif itu saya tidak berpikir akan
ada yang banyak perubahan." Potensi dan pemuda semua baik dan bagus,
tetapi masyarakat Jerman yang gila sepakbola perlu melihat beberapa
bukti keberhasilan jika kepemimpinan Loew tidak dianggap sebagai
mengumbar janji, namun tidak mencapai hasil yang diinginkan.[Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Mourinho Tinggalkan Madrid, Pemain Chelsea Senang, Barcelona Lega
Tak Mampu Kendalikan Suporter, Indonesia Diancam Main Tertutup
Habis Digunduli, Indonesia Ketemu Lagi Tim China
Klopp Vs Heynckes, Yang Santai Vs Serius
Inilah Data dan Fakta Final Liga Champions
Keuntungan United Dari Hak Siar Rp 900 Miliar
Munchen Ingin Hapus Kenangan Buruk Final 2012
Spurs Unggul 2-0 Atas Grizzlies Melalui Overtime
