Kegagalan Datangkan Everton bisa Berdampak ke Promotor Lain
Kamis, 26 Juli 2012 | 12:33
Hasani Abdulgani [google] [JAKARTA] Gagalnya kedatangan dua klub besar Eropa yakni
Everton dari Inggris dan Galatasaray dari Turki akan berdampak buruk pada
promotor lain, demikian menurut Hasani Abdulgani yang pernah mendatangkan klub
Galaxy MLS ke Indonesia beberapa waktu lalu.
"Gagalnya Everton dan Galatasary yang diakibatkan kinerja panitia turnamen
Java Cup bisa berdampak buruk kepada penyelenggara lain. Untuk di Indonesia,
penyelenggara pertandingan seperti itu masih bisa dihitung dengan jari
jumlahnya," ujar Hasani Abdulgani di Jakarta.
Hal itu dikatakan Hasani ketika dimintai tanggapan atas batalnya kedua klub
tersebut datang ke Indonesia terkait dengan kinerja kepanitiaan Java Cup yang
dalam hal ini PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
Dengan gagalnya kedua tim tersebut datang ke Indonesia, pihak panitia pun
terpaksa membatalkan atau menunda pelaksanaan Java Cup seperti diumumkan oleh
CEO PT LPIS Widjajanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
"Pihak luar akan menilai kita tidak profesional. Ini saya pertanyakan dan
sangat kita sayangkan. Mengapa semua ini bisa terjadi," jelas Hasani.
Turnamen Java Cup semula akan digelar pada 26-29 Juli 2012 dan diikuti empat
tim yakni Everton, Galatasaray, Timnas Malaysia dan Timnas Indonesia.
Namun pada Sabtu pekan lalu, Galatasaray yang diasuh pelatih Fatih Terim
menyatakan mengundurkan diri dari turnamen, dan langkah serupa diikuti oleh
Everton yang menyatakan mundur melalui kabar yang dirilis lewat situs resminya.
Hasani mengatakan, kegagalan tersebut lebih disebabkan pihak panitia tak
memiliki profesionalisme dalam mengurus dan mengatur pertandingan internasional
dan ia melihat pembatalan yang sangat mendadak tersebut diakibatkan oleh suatu
hal yang sangat memalukan dan tak sesuai dengan kesepakatan kontrak.
"Saya rasa ini disebabkan panitia (LPIS -Red) tidak profesional. Dalam
arti lain, seperti tidak ada yang bisa bekerja. Secara profesionalitas kontrak,
seharusnya, jika waktu sudah sangat pendek bahkan mepet, tim sekelas Everton
dan Galatasary tidak bakal serta merta membatalkan kunjungannya."
"Yang bisa membatalkan kunjungan hanya faktor X atau
karena 'force majeur' seperti ledakan bom dan sebagainya. Saya tidak tahu
alasan panitia bagaimana. Yang pasti, jika semua sudah siap, bahkan ada klub
peserta lain sudah datang (Timnas Malaysia), itu artinya ada sesuatu yang
janggal dari kesepakatan," lanjutnya.
Hasani menambahkan, jika sudah bekerjasama dan melakukan kesepakatan kontrak,
maka seyogyanya kedua pihak yang sepakat tidak melakukan pendustaan dan
kerahasiaan.
"Jika ada rahasia yang akhirnya diketahui, maka bisa dilakukan pembatalan
secara sepihak," kata Hasani menambahkan. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
