SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

ISL Mau Menggulirkan Kompetisi, Urus Dulu Gaji Pemain!
Jumat, 10 Agustus 2012 | 11:33

Logo ISL [google] Logo ISL [google]

[JAKARTA] Rencana PT Liga Indonesia (PT LI) untuk menggulirkan Indonesian Super League (ISL) pada November 2012, dinilai sebagai  sikap yang melanggar isi nota kesepahaman (Mou) yang dibuat antara PSSI-KPSI dihadapan Task Force AFC.  

Pihak Joint Committee (JC) yang merasa didahului kewenangannya pun berencana melaporkannya hal itu kepada AFC dan FIFA untuk ditindaklanjuti. "Sikap itu tidak menghormati sekaligus melanggar Mou. Itu juga melecehkan JC. Saya sangat kecewa dengan hal ini, karena JC sedang berusaha cari jalan keluar dari masalah penyatuan kompetisi," ujar Ketua JC Todung Mulya Lubis kepada SP.  

Todung menyatakan, hingga kini pihaknya masih menyusun jadwal pertemuan kedua JC yang terbentur dengan hari raya Idul Fitri pada Agustus ini, serta penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pada September mendatang. Dia juga berencana akan mengusulkan pertemuan kedua JC diadakan langsung di Kuala Lumpur, Malaysia.  

"Pertemuan JC tidak jadi karena pembatalan pihak KPSI beberapa kali, bukan saya sebagai ketua. Jadi, kalau tiba-tiba ini (ISL) digulirkan, saya sangat menyayangkan," katanya.  

Secara terpisah, CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto mengatakan, pihaknya tidak ingin berpolemik dengan kemungkinan bergulirnya ISL. Menurutnya, masalah penyatuan kompetisi secara jelas diatur dalam Mou dan TOR (term of references) yang merupakan tugas dari JC.  

"Saya masih berpikiri positif. Kami tetap sampaikan ke Pak Todung agar tetap mengarahkan ke pertemuan JC kedua. Jika kita ingin membangun sepakbola ke arah industri, tidak akan bisa terwujud tanpa dukungan semua pelaku sepakbola, termasuk KPSI," katanya.  

Pengamat sepakbola Ari Junaedi, ketika dihubungi SP, mengatakan dengan rencana digulirkannya ISL, menandakan upaya untuk menyatukan kompetisi menemui jalan buntu. Hal itu, lanjut dia, akan menyulut AFC dan FIFA untuk kembali turun dalam menengahi konflik yang terjadi.  

"Sebetulnya, yang lebih utama adalah pemenuhan gaji pemain yang belum terselesaikan. Itu merupakan PR (pekerjaan rumah) yang besar. Daripada cepat-cepat menggulirkan kompetisi," ucap Ari.  

Menurutnya, dengan rencana dimulainya ISL nanti, mengindikasikan baik KPSI dan PSSI masih mempertahankan ego masing-masing. Sebelumnya, rencana untuk menggulirkan ISL pada November mendatang disepakati setelah 18 klub ISL bertemu dengan PT LI di Jakarta pada Rabu (8/8) lalu. [H-16]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN