ISL Mau Menggulirkan Kompetisi, Urus Dulu Gaji Pemain!
Jumat, 10 Agustus 2012 | 11:33
Logo ISL [google] [JAKARTA] Rencana PT Liga Indonesia (PT LI) untuk
menggulirkan Indonesian Super League (ISL) pada November 2012, dinilai
sebagai sikap yang melanggar isi nota kesepahaman
(Mou) yang dibuat antara PSSI-KPSI dihadapan Task Force AFC.
Pihak Joint Committee (JC) yang merasa didahului
kewenangannya pun berencana melaporkannya hal itu kepada AFC dan FIFA untuk
ditindaklanjuti. "Sikap itu tidak menghormati sekaligus melanggar Mou. Itu
juga melecehkan JC. Saya sangat kecewa dengan hal ini, karena JC sedang
berusaha cari jalan keluar dari masalah penyatuan kompetisi," ujar Ketua
JC Todung Mulya Lubis kepada SP.
Todung menyatakan, hingga kini pihaknya masih menyusun
jadwal pertemuan kedua JC yang terbentur dengan hari raya Idul Fitri pada
Agustus ini, serta penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pada September
mendatang. Dia juga berencana akan mengusulkan pertemuan kedua JC diadakan
langsung di Kuala Lumpur, Malaysia.
"Pertemuan JC tidak jadi karena pembatalan pihak KPSI
beberapa kali, bukan saya sebagai ketua. Jadi, kalau tiba-tiba ini (ISL)
digulirkan, saya sangat menyayangkan," katanya.
Secara terpisah, CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo
(LPIS) Widjajanto mengatakan, pihaknya tidak ingin berpolemik dengan
kemungkinan bergulirnya ISL. Menurutnya, masalah penyatuan kompetisi secara
jelas diatur dalam Mou dan TOR (term of
references) yang merupakan tugas dari JC.
"Saya masih berpikiri positif. Kami tetap sampaikan
ke Pak Todung agar tetap mengarahkan ke pertemuan JC kedua. Jika kita ingin
membangun sepakbola ke arah industri, tidak akan bisa terwujud tanpa dukungan
semua pelaku sepakbola, termasuk KPSI," katanya.
Pengamat sepakbola Ari Junaedi, ketika dihubungi SP, mengatakan dengan rencana
digulirkannya ISL, menandakan upaya untuk menyatukan kompetisi menemui jalan
buntu. Hal itu, lanjut dia, akan menyulut AFC dan FIFA untuk kembali turun
dalam menengahi konflik yang terjadi.
"Sebetulnya, yang lebih utama adalah pemenuhan gaji
pemain yang belum terselesaikan. Itu merupakan PR (pekerjaan rumah) yang besar.
Daripada cepat-cepat menggulirkan kompetisi," ucap Ari.
Menurutnya, dengan rencana dimulainya ISL nanti,
mengindikasikan baik KPSI dan PSSI masih mempertahankan ego masing-masing.
Sebelumnya, rencana untuk menggulirkan ISL pada November mendatang disepakati
setelah 18 klub ISL bertemu dengan PT LI di Jakarta pada Rabu (8/8) lalu.
[H-16]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
