SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Di Matteo dan Drogba Terombang-ambing di Stamford Bridge
Selasa, 22 Mei 2012 | 10:53

Pelatih interim klub Chelsea Roberto Di Matteo (kanan) tersenyum dengan Presiden UEFA Michel Platini (membelakangi kamera) saat menerima trofi Liga Champions pada akhir laga final melawan Bayern Muenchen di Allianz Arena [AP]. Pelatih interim klub Chelsea Roberto Di Matteo (kanan) tersenyum dengan Presiden UEFA Michel Platini (membelakangi kamera) saat menerima trofi Liga Champions pada akhir laga final melawan Bayern Muenchen di Allianz Arena [AP].

[LONDON] Hanya dua hari setelah menjuarai Liga Champions, situasi tidak menentu menyelimuti Stamford Bridge, markas Chelsea. Pasalnya, masa depan pelatih sementara mereka, Roberto di Matteo dan pahlawan Chelsea pada final Liga Champions Sabtu (19/5) atau Minggu (20/5) dini hari lalu, Didier Drogba belum juga jelas. Padahal kontrak kedua orang itu akan berakhir bulan depan.  

Menanggapi itu, Chief Executive Chelsea Ron Gourlay menegaskan, masa depan Roberto di Matteo sebagai pelatih tetap Chelsea baru akan ditentukan minggu depan atau dua minggu lagi. Waktu yang lama itu diperlukan guna mengambil keputusan yang terbaik bagi klub dari London Barat tersebut. Meski demikian, manajemen klub sangat senang dan bangga pada Di Matteo, tertuama atas apa yang sudah dia capai selama menjadi pelatih sementara. Bahkan Di Matteo adalah pilihan termurah sebagai pelatih tetap Si Biru.  

“Dia sudah bekerja fantastik dan saya sangat bangga dengannya dan atas apa yang dia capai. Dia sudah bekerja dengan sangat baik,” kata Ron Gourlay kepada Sky Sports TV.

Menurut dia mempertahankan Di Matteo sebagai pelatih tetap di klub itu tidak hanya akan menyenangkan para pemain tetapi akan menjadi pilihan yang paling murah bagi Chelsea.  

Pasalnya, Chelsea sudah menghabiskan 28 juta pounds sebagai biaya pemecatan Carlo Ancelotti dan mendatangkan Andre Villas-Boas (AVB). Biaya itu kemudian diperbesar ketika Villas-Boas dipecat oleh pemilik klub, Roman Abramovich.  

Abramovich sendiri ditaksir sudah menghabiskan 800 juta pounds sejak membeli Chelsea pada 2003. Dan, sampai tahun lalu, The Blues belum juga meraih keuntungan. Dalam laporan pada 30 Juni 2011, Chelsea mengalami kerugian 67,7 juta pounds. Tetapi bagi tapian minyak asal Rusia itu hal seperti itu tidak soal. Sebab total kekayaannya ditaksir mencapai 9,5 miliar pounds.  

Selain nasib Di Matteo, nasib Didier Drogba juga belum jelas, menyusul akan berakhirnya kontrak pemain asal Pantai Gading itu pada akhir bulan depan. Para pemain Chelsea berharap Drogba bertahan di Stamford Bridge. Drogba adalah seorang pemain yang memberikan hasil berbeda pada laga-laga besar.  

“Bila Anda tanya kepada setiap pemain di klub ini, semuanya berharap dia (Drogba) tetap tinggal di sini. Tetapi dia sendiri yang akan mengambil keputusan,” kata bek Chelsea Gary Cahill.   T

etapi keberadaan Drogba membuat penyerang Chelsea lainnya, Fernando Torres tidak nyaman di Stamford Bridge. Pasalnya, mantan pemain Liverpool ini jarang diturunkan sebagai starter, termasuk pada final Liga Champions akhir pekan lalu. Karena itu Torres meminta untuk berbicara dengan manajemen klub terkait masa depannya di Stamford Bridge. Striker tim nasional Spanyol ini juga memperlihatkan ketidaksenangannya sebagai pemain cadangan kepada publik. Tetapi pihak manajemen menilai, sikap Torres itu bersifat sesaat. [AP/Sky Sports/ESPN/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN