Liga Premier Inggris
Blackburn Rovers Terdegradasi
Selasa, 8 Mei 2012 | 10:38
Penjaga gawang Blackburn Rovers Paul Robinson tertunduk lesu setelah timnya kalah 0-1 dari Wigan Athletic pada lanjutan Liga Utama Inggris, Senin (7/5) atau Selasa (8/5) dini hari WIB [AP]
[BLACKBURN] Blackburn Rovers dipastikan terdegradasi musim
depan, setelah kalah 0-1 dari Wigan Athletic dalam pertandingan lanjutan Liga
Utama Inggris di Stadion Ewood Park, Senin (7/5) waktu setempat atau Selasa (8/5)
dini hari WIB. Dengan hasil ini, Blackburn menyusul Wolverhampton Wanderes yang
sudah terlebih dahulu terdegradasi dan akan berlaga di Divisi Championship
musim depan.
Meskipun masih menyisakan satu partai lagi, Blackburn tidak
dapat mengejar selisih enam poin mereka dari Queen Park Rangers yang berada di
batas bawah zona aman.
Sebaliknya, Wigan selamat dari degradasi setelah naik ke
posisi 15 dengan koleksi 40 poin. Pelatih Wigan Roberto Martinez bersyukur atas
apa yang dicapai timnya itu.
“Seperti tidak nyata. Sungguh perasaan yang hebat dan Anda
dapat merasakan tekanannya. Bisa menang dan tidak kebobolan adalah hal yang
menakjubkan. Delapan tahun di Liga Inggris. Kami telah berada di posisi tiga
terbawah dalam waktu yang lama. Pemain membuat klub dan pemilik merasa bangga,”
ujar Martinez.
Blackburn, juara Liga Inggris 1995 membutuhkan kemenangan
untuk bisa lolos dari zona degradasi. Namun, suporter tuan rumah tampaknya
memiliki firasat akan nasib buruk yang akan menimpa klub kesayangannya. Pada
awal-awal laga, suporter melepaskan ayam betina dibalut dengan bendera
Blackburn ke dalam lapangan. Ini bentuk protes kepada perusahaan peternakan
dari India Venky’s yang mengambilalih klub pada 2010.
Melihat hal itu, pemain Blackburn semakin terbebani untuk dapat
meraup poin penuh. Striker Yakubu Aiyegbeni sempat mengancam gawang Wigan yang
dikawal Ali Al Habsi lewat tendangan volinya menyambut umpan jauh Anthony
Modeste. Sayang, tendangan Yakubu masih melebar.
Wigan kemudian mengancam. Kerjasama Franco Di Santo dan
Victor Moses pada menit ke-35 sempat merepotkan pertahanan tuan rumah. Namun,
umpan matang Di Santo belum berhasil dikonversikan menjadi gol oleh Moses.
Alhasil, skor kacamata pun tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang
tanda berakhirnya babak pertama.
Pada babak kedua, kubu Blackburn sempat mengklaim
mendapatkan penalti kepada wasit, setelah Junior Hoilett tampak dijatuhkan oleh
Emmerson Boyce di kotak terlarang. Namun, wasit tidak menggubris hal itu dan
memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.
Sial bagi tuan rumah karena Wigan berhasil mencetak gol tiga
menit sebelum waktu normal berakhir. Berawal dari tendangan sudut, bek Wigan
Antolin Alcaraz berhasil memenangi duel dan menanduk bola masuk ke gawang
Blackburn yang dikawal Paul Robinson. Sontak, seluruh pemain Wigan menyambut
gol tersebut dengan suka cita bersama 3.500 fans mereka yang hadir di stadion.
Ketika peluit panjang dibunyikan, para suporter Balckburn
yang kecewa dan marah langsung berhamburan memasuki lapangan. Mereka juga
melakukan protes dengan menebar tiket pertandingan dan melempar seragam
Blackburn yang mereka kenakan ke dalam lapangan.
"Kami benar-benar terpukul. Pemain sangat kecewa,
karena kami merasa sudah memainkan sepakbola yang bagus hari ini. Namun, Anda
tak bisa menyalahkan usaha pemain. Kami punya skuad yang belia. Kami kehilangan
banyak faktor pengalaman dan ke depannya kami akan mengandalkan pemain muda
dari akademi pemain yang bisa membuat bangga klub. Tapi saya yakin kami akan
segera kembali," ujar pelatih Blackburn Steve Kean. [AP/HPS/A-21]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
