SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Liga Premier Inggris

Blackburn Rovers Terdegradasi
Selasa, 8 Mei 2012 | 10:38

Penjaga gawang Blackburn Rovers Paul Robinson tertunduk lesu setelah timnya kalah 0-1 dari Wigan Athletic pada lanjutan Liga Utama Inggris, Senin (7/5) atau Selasa (8/5) dini hari WIB [AP]


Penjaga gawang Blackburn Rovers Paul Robinson tertunduk lesu setelah timnya kalah 0-1 dari Wigan Athletic pada lanjutan Liga Utama Inggris, Senin (7/5) atau Selasa (8/5) dini hari WIB [AP]

  [BLACKBURN] Blackburn Rovers dipastikan terdegradasi musim depan, setelah kalah 0-1 dari Wigan Athletic dalam pertandingan lanjutan Liga Utama Inggris di Stadion Ewood Park, Senin (7/5) waktu setempat atau Selasa (8/5) dini hari WIB. Dengan hasil ini, Blackburn menyusul Wolverhampton Wanderes yang sudah terlebih dahulu terdegradasi dan akan berlaga di Divisi Championship musim depan.  

Meskipun masih menyisakan satu partai lagi, Blackburn tidak dapat mengejar selisih enam poin mereka dari Queen Park Rangers yang berada di batas bawah zona aman. Sebaliknya, Wigan selamat dari degradasi setelah naik ke posisi 15 dengan koleksi 40 poin. Pelatih Wigan Roberto Martinez bersyukur atas apa yang dicapai timnya itu.  

“Seperti tidak nyata. Sungguh perasaan yang hebat dan Anda dapat merasakan tekanannya. Bisa menang dan tidak kebobolan adalah hal yang menakjubkan. Delapan tahun di Liga Inggris. Kami telah berada di posisi tiga terbawah dalam waktu yang lama. Pemain membuat klub dan pemilik merasa bangga,” ujar Martinez.  

Blackburn, juara Liga Inggris 1995 membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos dari zona degradasi. Namun, suporter tuan rumah tampaknya memiliki firasat akan nasib buruk yang akan menimpa klub kesayangannya. Pada awal-awal laga, suporter melepaskan ayam betina dibalut dengan bendera Blackburn ke dalam lapangan. Ini bentuk protes kepada perusahaan peternakan dari India Venky’s yang mengambilalih klub pada 2010.  

Melihat hal itu, pemain Blackburn semakin terbebani untuk dapat meraup poin penuh. Striker Yakubu Aiyegbeni sempat mengancam gawang Wigan yang dikawal Ali Al Habsi lewat tendangan volinya menyambut umpan jauh Anthony Modeste. Sayang, tendangan Yakubu masih melebar.  

Wigan kemudian mengancam. Kerjasama Franco Di Santo dan Victor Moses pada menit ke-35 sempat merepotkan pertahanan tuan rumah. Namun, umpan matang Di Santo belum berhasil dikonversikan menjadi gol oleh Moses. Alhasil, skor kacamata pun tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama.  

Pada babak kedua, kubu Blackburn sempat mengklaim mendapatkan penalti kepada wasit, setelah Junior Hoilett tampak dijatuhkan oleh Emmerson Boyce di kotak terlarang. Namun, wasit tidak menggubris hal itu dan memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.  

Sial bagi tuan rumah karena Wigan berhasil mencetak gol tiga menit sebelum waktu normal berakhir. Berawal dari tendangan sudut, bek Wigan Antolin Alcaraz berhasil memenangi duel dan menanduk bola masuk ke gawang Blackburn yang dikawal Paul Robinson. Sontak, seluruh pemain Wigan menyambut gol tersebut dengan suka cita bersama 3.500 fans mereka yang hadir di stadion.  

Ketika peluit panjang dibunyikan, para suporter Balckburn yang kecewa dan marah langsung berhamburan memasuki lapangan. Mereka juga melakukan protes dengan menebar tiket pertandingan dan melempar seragam Blackburn yang mereka kenakan ke dalam lapangan.  

"Kami benar-benar terpukul. Pemain sangat kecewa, karena kami merasa sudah memainkan sepakbola yang bagus hari ini. Namun, Anda tak bisa menyalahkan usaha pemain. Kami punya skuad yang belia. Kami kehilangan banyak faktor pengalaman dan ke depannya kami akan mengandalkan pemain muda dari akademi pemain yang bisa membuat bangga klub. Tapi saya yakin kami akan segera kembali," ujar pelatih Blackburn Steve Kean. [AP/HPS/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN