SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Mei 2013
Pencarian Arsip

Waspadai ‘Gerakan Tanpa Bentuk’ di Papua
Jumat, 8 Juni 2012 | 14:16

Tjahjo Kumolo [google] Tjahjo Kumolo [google]

[JAKARTA] Aparat TNI dan Polri diminta harus kompak mengusut kekerasan yang terjadi di Papua, sebab kalau tidak, hal ini akan sangat merugikan institusi TNI khususnya.  Hal itu ditegaskan anggota Komisi I DPR, Tjahjo Kumolo kepada SP, Jumat (8/7) di Jakarta.  

“Saya yakin, bukan oknum TNI atau Polri, dan juga bukan pada kelompok masyarakat Papua yang diisukan ingin merdeka. Tapi ada ‘gerakan tanpa bentuk’, yang seharusnya jajaran intelijen di Papua sudah bila mendeteksi gelagat perkembangannya ke arah mana, dan mendalami lingkungan strategisnya,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan itu.   

Tjahjo menyarankan, pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden, membentuk tim keamanan terpadu membentuk, yang turun langsung ke Papua agar bisa secara total mengusut sampai tuntas kasus kekerasan di sana. “Kalau perlu mereka berkantor di Papua, lakukan penegakan hukum secara adil, objektif, dan berkeadilan,” katanya.  

Anggota Komisi I DPR, Pascalis Kossay mendesak Presiden SBY untuk segera membentuk tim investigasi independen guna menangani kasus-kasus yang terjadi di Papua. "Sepertinya, semua pihak bermain di sana. Namun semuanya saling lempar. Untuk itu harus ada tim investigasi yang dibentuk langsung oleh Presiden", ujarnya saat dihubungi SP, Jumat siang

Ia menambahkan, peristiwa di Papua, khususnya penembakan-penembakan misterius semakin meresahkan warga lokal. Aparat keamanan di sana, katanya, sudah tak mampu mengusut dan menangani penyebab keresahan tersebut. Bahkan menurut penjelasannya, penembakan juga terjadi di siang hari dan bertempat di pusat kota. "Ini sangat meresahkan. Masyarakat sudah takut sekali dengan kondisi disana," tegasnya.  

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Juru Bicara, Julian Aldrin Pasha mengimbau masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi oleh aksi teror yang sedang terjadi di sana. Di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/6), Julian mengatakan, Presiden sudah mendapat laporan dari kepolisian yang menyatakan secara umum kondisi di Papua, termasuk Papua Barat, sepenuhnya terkendali.  

Hanya saja, muncul semacam aksi-aksi penembakan yang mungkin diklasifikasikan sebagai teror terhadap masyarakat setempat atau juga terhadap kelompok tertentu di dalam Papua dan Papua Barat. Akibatnya menimbulkan keresahan masyarakat.  

Oleh karena itu, Presiden SBY telah menginstruksikan kepolisian untuk cepat menangkap, memroses, dan mengadili para pelaku teror tersebut, meski kondisi geografis Papua tidak terlalu mudah untuk dilakukan pengejaran. “Meski masih dalam domain kepolisian, namun bilamana diperlukan, pemerintah setiap saat bisa meminta bantuan TNI,” katanya. [154/0-2/J-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN