SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 30 Juli 2014
Pencarian Arsip

Warga Saparua, Maluku Tengah, Ditembak OTK
Senin, 6 Mei 2013 | 8:56

Kota Ambon [google] Kota Ambon [google]

[AMBON] Ketegangan kembali terjadi di Desa Porto dan Ddesa Haria, kecamatan Saparua,  Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), menyusul aksi penembakan seorang warga desa bernama Tiouw Frangky Pattiwael (28) oleh orang yang tidak dikenal (OTK).  

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Saparua, Kompol Dilek T Samula yang dikonfirmasi Senin (6/5), membenarkan kejadian tersebut.  

“Sesaat sebelum tertembak, korban melintas dengan sepeda motor dan membonceng saudara perempuannya yang bernama Ecce Pattiwael (27). Jadi peristiwa penembakan itu terjadi pekan lalu pukul 13.45 WIT di Air Raja yang berbatasan antara Haria-Porto. Korban ditembak dengan menggunakan senapan angin  oleh orang yang tidak dikenal,” kata Kapolsek.  

Dia menjelaskan, akibat penembakan pekan lalu tersebut hingga Senin (6/5) situasi di kedua desa tersebut kembali menegang.  

Menurut dia, akibat kejadian itu, korban berusaha menyelamatkan diri dan melaporkan kejadian itu kepada polisi. “Memang sempat juga terjadi konsentrasi massa,” ujarnya.  

Dia menjelaskan, setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung menuju TKP guna melakukan penyelidikan.  

Menurut dia, hingga kini pelaku masih dalam penyelidikan. “Korban yang menderita luka pada bagian lengan kemudian dibawa ke RSUD Haulussy kota Ambon, guna mendapatkan perawatan intensif. Korban sempat dirawat di RSUD Saparua sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Haulussy Ambon,” katanya.  

Menurut dia, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya kini menempatkan 60 personel keamanan dari Sabhara Polsek Saparua dan Satbrimobda Polda Maluku.  

“Situasi sudah kembali aman dan masyarakat sudah beraktivitas seperti biasanya,” pungkasnya.  

Salah seorang warga Saparua yang berhasil dikonfirmasi, Albert Anakotta (44) mengakui sepekan terakhir kedua desa kembali tegang. Namun saat ini sudah mulai mencair dan situasi di Kecamatan Saparua berangsur normal.  

Donny meminta aparat dan siapapun yang berkewenangan dengan Kecamatan Saparua, agar jangan jadikan dan memanfaatkan  bentrok Desa Porto dan Desa Haria untuk kepentingan mereka.

Karena menjadi aneh, jika tiba-tiba kondisi aman kemudian dipancing dengan penembakkan agar situasi kembali tegang.  

“Ini pola lama yang sudah sering digunakan, entah oleh siapa. Jika kita menuduh aparat nanti dibilang harus buktikan, sebaliknya jika aparat menuduh pihak ketiga nanti dibilang lagi harus dibuktikan,” ujarnya.  

Dia mengatakan, sebenarnya masalah keamanan masyarakat ini tugas siapa, jika menjadi tanggung jawab bersama, mesti sama-sama dijaga, bukan sebaliknya memanfaatin situasi bentrok untuk kepentingan perut, masyarakat terus dikorbankan. [156]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»