Tolak Orientasi Mahasiswa Bertendensi Bullying
Jumat, 10 Agustus 2012 | 11:52
Ilustrasi aksi bullying [google] [JAKARTA] Maraknya kasus bullying akhir-akhir ini di beberapa
daerah di Indonesia, menimbulkan keresahan para orangtua untuk mencari tempat sekolah
atau kuliah. Pada masa penerimaan mahasiswa baru seperti sekarang, biasanya
dilakukan masa pengenalan terhadap program studi mahasiswa baru, yang
seyogyanya memfasilitasi para mahasiswa baru malah sering kali dijadikan ajang
“balas dendam” bagi para senior.
“Kami menolak orientasi mahasiswa bertendensi bullying. Hal-hal seperti itu, tidak akan
terlihat di Kampus Universitas Trisakti. Kami juga mengimbau seluruh pengelola
perguruan tinggi di Indonesia untuk mencegah bullying sedini mungkin,” kata I Komang Suka'arsana, Wakil Rektor
Bidang III Kemahasiswaan Universitas Trisakti di Jakarta, dalam siaran persnya,
Jumat (10/8).
Dikatakan, Rektor
Usakti, Thoby Mutis melalui SK Nomor 373/Usakti/SKR/VIII sejak tahun 2007 telah
menghapus segala bentuk kegiatan acara pengenalan mahasiswa baru yang
menyimpang dari norma, etika, tradisi akademik. “Demikian juga semua yang dapat
menimbulkan ekses negatif, pemborosan biaya dan waktu, serta yang melanggar HAM
terhadap mahasiswa baru,” katanya.
Menurut Komang, dalam SK tersebut
ditegaskan, kegiatan pengenalan kampus harus fokus pada kegiatan
belajar-mengajar, bimbingan studi, dan kegiatan yang menunjang profesi, serta
keberhasilan studi mahasiswa baru.
“Universitas Trisakti telah berhasil memutus
benang merah budaya bullying berkat
adanya aturan yang tegas. Masa pengenalan kampus di Usakti pun tidak hanya
diikuti mahasiswa saja, namun juga melibatkan para orangtua mahasiswa dalam
kegiatan tersebut,” terang Komang.
Usakti taat pada peraturan pemerintah,
yakni Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No:38/DIKTI/Kep/2000 tentang
Pengaturan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru di Perguruan Tinggi, yang
menyebutkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi terhadap kegiatan orientasi studi
menunjukkan pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
menyimpang dari norma.
Oleh karena itu, pengenalan terhadap program studi
mahasiswa baru hanya boleh dilakukan dalam rangka kegiatan akademik dan
dilaksanakan oleh pimpinan perguruan tinggi, serta menghapus segala kegiatan
acara penerimaan mahasiswa baru.
Komang juga memaparkan, Usakti sangat mengutamakan kegiatan akademik
mahasiswanya. “Oleh karenanya, para mahasiswa baru pada dua semester pertama
selalu kami dorong untuk fokus pada studinya dan tidak mengikuti dahulu
kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan dengan program studinya. Kami juga
lakukan bimbingan profesi, seperti kunjungan profesi dan study group,” jelas Komang.
Ia pun mencontohkan, Fakultas Hukum pada awal tahun pertama
melakukan kunjungan profesi ke lembaga permasyarakatan, di mana segala perkara
hukum bermuara di sana dan juga kunjungan profesi terhadap fakultas lainnya. “Sebagai hasilnya,
telah bertahun-tahun Universitas Trisakti tidak ada kasus kekerasan dalam
kegiatan orientasi mahasiswa, tidak ada perkelahian antarfakultas, apalagi
dengan universitas lain,” ujar Komang.
Selain itu, Ketua Forum Komunikasi
Karyawan Universitas Trisakti (FKK Usakti), Advendi Simangunsong mengaku turut
mendukung pola pembinaan tersebut, “Segenap dosen dan karyawan juga telah
berkomitmen untuk selalu mengawasi kegiatan pengenalan studi bagi mahasiswa
baru, agar tidak menjurus kepada kekerasan dan bullying” ujarnya.
“Kami akan terus mendukung pola
pembinaan yang menekankan pada kualitas pendidikan tertinggi” ujarnya
melanjutkan.
Advendi menegaskan, ketertiban kegiatan
pengenalan untuk mahasiswa baru, adalah tanggung jawab semua pihak. “Dalam SK
Rektor 2007 tersebut, juga disebutkan bahwa seluruh pimpinan fakultas atau
program studi, dosen, dan karyawan dalam ruang lingkup Usakti, diwajibkan
menaati dan melaksanakan keputusan ini dengan penuh tanggung jawab.
”Pelanggaran dalam bentuk apa pun, akan diberi sanksi yang tegas,” katanya.
[J-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Longsor di Freeport, 21 Tewas, 7 Masih Dicari
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Dipecat, Ketua RT Gugat Lurah ke PTUN
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
