Tarif Baru Kapal Roro di Pelabuhan Merak Mulai Diberlakukan
Jumat, 4 Mei 2012 | 6:59
Kapal Roro berlabuh di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. [Dok.SP] [MERAK] Tarif baru kapal roll on roll off (roro) di
Pelabuhan Penyeberangan Merak, Cilegon, Banten, menuju Pelabuhan
Bakauheni, Lampung mulai diberlakukan sejak Kamis (3/5) dini hari, pukul
00.00 WIB.
Kenaikan tarif kapal penyeberangan ini, berlaku untuk kendaraan
angkutan barang golongan V, VI, VII, dan VIII.
Kebijakan kenaikkan tarif ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan
Nomor 19 Tahun 2012, tertanggal 3 April 2012.
Dalam Permen ini juga,
diatur soal golongan kendaraan baru, yakni golongan IX untuk
kendaraan dengan panjang lebih dari 16 meter.
Dikatakan, untuk kendaraan golongan V naik
19,41 persen, dari tarif awal Rp 332.520 menjadi Rp 383.700, golongan VI
naik dari Rp 479.595 menjadi Rp 572.800 atau naik 19,41 persen, golongan VII
naik dari Rp 679.490 menjadi Rp 825.300 atau naik 22,46 persen, dan kendaraan
golongan VIII naik dari Rp 1.012.230 menjadi Rp 1.260.400 atau naik 24,52
persen.
Manajer Operasional PT Angkutan Sungai Danau
dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Didi Juliansyah,
Kamis (3/5) mengatakan, kenaikan tarif ini untuk penyesuaian beban
operasional kapal.
Pemberlakuan tarif baru ini sudah didahului dengan
disosialisasi selama satu bulan.
Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha
Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak Togar Napitupulu mengatakan,
penyesuaian tarif penyeberangan
alasannya karena ukuran truk yang menyeberang saat ini semakin besar sehingga
menyita ruang di kapal.
Togar juga mengaku bahwa kenaikan tarif
dilakukan menyusul adanya kenaikan kebutuhan pokok pelayaran seperti
harga suku cadang kapal roro yang mencapai 27 persen, tunjangan gaji anak buah
kapal (ABK) sebesar 25,63 persen, biaya perbaikan naik 25,53 persen dan biaya
penunjang lain naik 58,75 persen.
“Kenaikan tarif kapal roro merupakan hasil dari
evaluasi yang dilakukan pemerintah setiap enam bulan sekali terhadap tarif
penyeberangan,” ujarnya. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Menag: Kementerian Agama Sendiri Tidak Bisa Bubarkan Ahmadiyah
