SBY Sampaikan Belasungkawa ke Keluarga Menkes
Rabu, 2 Mei 2012 | 14:13
Endang Rahayu Sedyaningsih [gogole] [JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menghubungi dr. Reanny Mamahit suami Endang Rahayu
Sedyaningsih sesaat setelah mendapat informasi wafatnya mantan Menkes tersebut.
Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Kompleks Istana
Presiden Jakarta, Rabu (2/5), mengatakan dua menit setelah wafatnya Endang
Rahayu, Presiden didampingi sejumlah staf khusus menelEpon dr. Reanny.
"Bapak Presiden turut berduka cita atas berpulangnya Ibu Endang Rahayu
Sedyaningsih pada pukul 11.41 WIB tadi di RSCM dan sudah menyampaikan rasa
turut berduka cita kepada keluarga. Tadi sekitar dua menit setelah Ibu Endang
berpulang, kami sempat berbicara dengan Bapak dr. Reanny Mamahit, suami Ibu
Endang Rahayu untuk mendengarkan (bagaimana-red) menit-menit terakhir pada saat
almarhumah berpulang ke Rahmatullah," kata Julian.
Menurut dia, rencana pihak keluarga, setelah menyelesaikan administrasi di
RSCM, jenazah akan dibawa ke rumah duka.
"Disampaikan juga rencana keluarga, almarhumah akan disemayamkan di rumah
duka di Duren Sawit dua jam setelah proses administrasi dan hal-hal lain
diselesaikan di RSCM. Baru pada esok hari akan dimakamkan. Sebelum dimakamkan
akan disemayamkan di kantor Kementerian Kesehatan. Demikan tadi yang
disampaikan oleh suami Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih," katanya.
Julian menambahkan untuk rencana melayat ke rumah duka, Presiden masih menunggu
perkembangan dari pihak keluarga mantan Menkes tersebut.
Mengenai pengganti Endang Sedyaningsih di Kabinet, Julian mengatakan Presiden
belum pernah melakukan pembicaraan ke arah tersebut. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
Penghitungan Cepat, Paket Frenly Sementara Unggul
Kawah Gunung Merapi Keluarkan Gas Beracun
Biaya Tinggi di Dalam Lapas, Alasan Napi Kendalikan Jaringan Narkotika
