Satu Keluarga Hilang Misterius Ternyata Telah Tewas Membusuk
Selasa, 21 Februari 2012 | 9:30
Ilustrasi korban tewas [google] [DENPASAR] Pihak
kepolisian hingga Selasa (21/2) masih terus melakukan penyelidikan guna
mengungkap kasus hilangnya satu keluarga secara misterius. Termasuk menunggu hasil
otopsi dari pihak rumah sakit terhadap tiga jasad yang sudah ditemukan yang
dihubungkan terhadap keluarga yang hilang tersebut.
Diduga keluarga yang sempat dilaporkan menghilang secara misterius
dari rumahnya di Perum Kampial Residence, Lingkungan Menesa, Desa Kutuh,
Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Senin (20/2) ditemukan dalam kondisi
tewas membusuk. Meski belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian, namun
dari pihak keluarga berani memastikan kalau jasad tersebut Made Purnabawa
sekeluarga setelah sempat melihat cirri-ciri jasad korban yang
diketemukan.
Jasad korban yang diduga adalah I Made Purnabawa, 28,
bersama Ni Luh Ayu Sri Mahayoni, 27 (istri), dan Ni Wayan Risna Ayu Dewi, 9
(anak) ditemukan bertumpuk pada semak-semak jurang di Dusun Sumbul, Desa
Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Senin (20/2). Ketiga jasad
direncanakan akan di otopsi hari ini Selasa (21/2) di Rumah Sakit Umum Pusat
(RSUP) Sanglah, Denpasar.
Ketiga jasad membusuk tersebut ditemukan di
semak-semak jurang di perkebunan milik keluarga I Gusti Kade Dandra, 60, yang
berada sekitar 300 meter arah selatan dari Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk—di
sebelah timur jalan aspal menuju Kuburan (Setra) Desa Adat Yeh Embang
Kangin. Mayat satu keluarga ini ditemukan tanpa sengaja oleh keluarga petani
kakak adik yakni I Gusti Putu Agung Yasa (55), dan I Gusti Kade Agung Sutarsa
(52).
Sedangkan perwakilan keluarga, I Made Kutir, sudah berani memastikan bahwa
ketiga jasad tersebut merupakan kerabatnya yang hilang misterius: Made
Purnabawa, Ayu Sri Mahayoni, dan Krisna Ayu Dewi. Kepastian itu berdasarkan
ciri-ciri fisik beserta beberapa barang yang digunakan korban.
“Melihat dari fisiknya, saya berani pastikan itu keluarga
saya yang hilang misterius. Jam yang yang digunakan juga merupakan milik
anaknya (Krisna Ayu Dewi). Dari penampilan ibunya (Ayu Sri Mahayoni), juga saya
bisa lihat itu dia,” terang Made Kutir.
Made Kutir, yang mengaku sebagai teman dekat korban di tempatnya bekerja, bisa
mengenali dari tubuh serta baju yang dikenakannya. "Keluarga ini memang
suka berpakaian modis. Mayat ini jelas mereka (keluarga Made Purnabawa),"
ujarnya. "Ini pasti mayat Made Purnabawa. Saya kenal anaknya (Krisna Ayu
Dewi), karena merupakan teman main anak saya," sambung perwakilan keluarga
lainnya, I Wayan Kirim.
Pihaknya keluarga juga setuju dan meminta agar dilakukan otopsi terhadap
ketiga jenazah kerabatnya yang ditemukan membusuk di Desa Yeh Embang Kangin
tersebut untuk kepentingan penyidikan. . “Demi penyelidikan kasus ini tuntas,
kami minta dilakukan otopsi,” terang salah seorang kerabatanya Made Jayaseraya
menyerahkan kepada kepolisian untuk mengungkapnya secara tuntas.
Tiga jenazah sekeluarga itu sendiri baru tiba di Ruang Jenazah RS
Sanglah, Senin malam sekitar pukul 20.00 Wita. Ketiga jenazah dibawa ambulans,
namun dalam kantong yang berbeda-beda. Sejumlah kerabat korban pun semalam
langsung mendatangi kamar Jenazah RS Sanglah.
Sedangkan Kepala Instalasi Kamar Jenazah RS Sanglah IB Putu Alit, mengatakan
pihaknya masih menunggu keputusan dari keluarga korban terkait otopsi. “Kami
masih menunggu persetujuan keluarga korban,” terangnya. Jika sudah ada
persetujuan, maka otopsi akan dilakukan besok pagi (hari ini),” ujar IB Putu
Alit.
Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar
Hariadi mengatakan pihaknya belum menyimpulkan kalau ketiga mayat itu
adalah keluarga korban yang hilang misterius dari rumahnya di Perum Kampial
Residence, Kuta Selatan. Pasalnya, pihak kepolisian harus mengikuti prosedur untuk
menentukan identitas korban.
“Kalau pihak keluarga berpendapat itu adalah korban hilang,
sah-sah saja. Tapi, kami belum bisa memastikan hal itu. Kami mengkuti prosedur
yang ada. Apalagi, kondisi mayatnya sudah sedikit hancur,” ujar Hariadi.
Sebaliknya warga di kampung asal korban Made Purnabawa kemarin berkumpul di
rumah keluarga besarnya di depan Bale Banjar Peminge, Kelurahan Benoa, Kuta
Selatan. Mereka berkumpul di rumah yang beralamat di Jalan Srikandi Nomor 44
ini untuk mengetahui perkembangan kasus yang menimpa korban Made Purnabawa
bersama istri dan anaknya. [137]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kapal Pengangkut Batubara Tenggelam di Perairan Merak
Subak Diakui Dunia, Masyarakat Bali Gembira
Larangan Beribadah Harus Dilaporkan ke Dewan PBB
BBM Langka di Lampung, Pertamina ‘Ngapain Aja?’
Duit Kencan Kurang Rp 20 Ribu, Pria Bunuh Wanita Penghibur
Rusuh di Jambi, 60 Rumah Karyawan Perusahaan Sawit Dibakar
Jika Tak Kuat Mental, Keluarga Disarankan Tidak Lihat Jasad Korban Sukhoi
Duel di Kafe, Satu Tewas Ditebas Pedang
