RI Pantau Proses Hukum Penembakan Tiga TKI di Malaysia
Senin, 7 Mei 2012 | 15:42
Marty Natalegawa [google] [JAKARTA] Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa
menyatakan, meski proses hukum atas tewasnya tiga tenaga kerja Indonesia
(TKI) asal Bima, Nusa Tenggara Barat akibat ditembak oleh anggota
polisi Malaysia merupakan wewenang pihak negara sana, namun Pemerintah
Indonesia berjanji akan terus memantau jalannya proses tersebut.
Sebelumnya, Minggu (6/5) sudah ada tim khusus dari Mabes Polri yang
diberangkatkan ke Malaysia guna bergabung dalam tim pencari fakta yang
ada disana.
"Seperti anda ketahui saat ini fokus kita adalah masalah investigasi
yang sudah dilakukan oleh pihak kepolisian Malaysia dan juga Kejaksaan
Agung Malaysia. Jadi, sekarang sudah masuk kepada hukum dan proses ini
adalah proses dalam negeri Malaysia. Namun, sangat dipedulikan dan
diikuti dengan dekat oleh Pemerintah Indonesia," jelasnya di Istana
Negara, Jakarta, Senin (7/5).
Ditambahkannya, versi peristiwa sebagaimana disampaikan kepolisian
Malaysia sedang diperiksa Kejaksaan Agung Malaysia. Di mana, pada
waktunya akan ada proses selanjutnya, apakah dibawa ke proses inquest di
mana pihak-pihak saksi bisa menyampaikan pandangannya.
Lebih lanjut Marty menyatakan, pemerintah sudah memfasilitasi keberatan
dari pihak keluarga korban. Diantaranya masalah kecurigaan adanya organ
tubuh yang hilang dalam otopsi di Malaysia. "Kita senantiasa fasilitasi
apa yang jadi keinginan keluarga. Bahkan kita menyarankan khusus tentang
organ tubuh, bisa berkomunikasi langsung dengan forensik Polri,"
ucapnya.
Sekedar informasi, tiga TKI tewas ditembak Polisi Diraja Malaysia, Sabtu
24 Maret 2012, karena dituduh polisi Malaysia hendak merampok. Ketiganya ditembak pada
bagian kepala dan dada kiri. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Longsor di Freeport, 21 Tewas, 7 Masih Dicari
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Layanan Air Bersih di Indonesia Paling Buruk di Dunia
