SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 18 Juni 2013
Pencarian Arsip

Puluhan Hektare Sawah di Bengkulu Kekeringan
Kamis, 2 Agustus 2012 | 12:25

Ilustrasi kekeringan [google] Ilustrasi kekeringan [google]

[BENGKULU]  Seluas 40 hektare sawah milik masyarakat di Desa Semarang, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu tidak bisa ditanami padi karena mengalami kekeringan, menyusul musim kemarau melanda daerah ini masih berlanjut.
   
Kepala Dinas Pertanian Kota Bengkulu, Arif Gunawan, di Bengkulu, Kamis (2/8) membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, semestinya sawah tersebut pada akhir Juli sudah ditanami padi, tapi karena sawah kekeringan maka program ini tidak dapat dilaksanakan.
   
Hal ini terjadi karena air irigasi di sekitar areal persawahan tersebut tidak mencukupi, menyusul  musim kemarau masih berlanjut di daera ini. "Kita berharap dalam waktu dekat hujan lebat segera turun di Bengkulu, sehingga sawah petani di daerah ini dapat di tanami padi lagi," ujarnya.
   
Ia mengaku jika hujan tidak turun dalam dua pekan ke depan kemungkinan luas sawah petani di Kota Bengkulu yang kekeringan akan bertambah dari yang ada sekarang. Pasalnya, hampir sebagian besar air irigasi di daerah ini terus berkurang.
  
 Akibatnya, pasokan air ke sawah petani tidak berlangsung normal. Kondisi demikian, jika dipaksakan petani tetap menanam padi, maka dikhawatirkan akan terancam gagal panen karena kekeringan.
   
Karena itu, para petani di Kota Bengkulu memilih menunda menanam padi pada musim kemarau. "Mereka kita sarankan baru menanam padi setelah hujan rutin turun di daerah ini. Jika kemarau masih berlanjut sebaiknya petani menanam tanaman lain yang sedikit membutuhkan air," ujarnya.
   
Dengan demikian, tanaman yang mereka kembangkan dapat dipanen dengan baik, sehingga petani di Kota Bengkulu meski tidak menanam padi di musim kemarau, tapi masih bisa berpenghasilan, katanya.
   
Sulaiman (44), salah seorang petani asal Desa Semarang mengatakan, sudah dua pekan ini dia tidak turun ke sawah karena belum bisa menanam padi akibat debit air irigasi tidak cukup.
  
 "Semestinya kami akhir Juli sudah mulai menanam padi, tapi karena kemarau masih melanda Bengkulu, maka sampai sekarang kami belum menanam padi. Bagaimana mau menanam padi kalau pasokan air ke sawah tidak lancar," ujarnya.
   
Dia berharap hujan segera turun di Kota Bengkulu, sehingga para petani dapat menanam padi dalam waktu dekat ini. "Kami berharap hujan segera turun di Bengkulu, sehingga debit air irigasi kembali normal, sehingga pasokan air ke sawah lancar dan kita bisa menanam padi," ujarnya.[143]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN