SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

Petani dan Nelayan NTT Harus Terus Berkreasi Kembangkan Produksi
Sabtu, 14 Juli 2012 | 8:33

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (Foto: Istimewa) Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (Foto: Istimewa)

[LEWOLEBA] Dalam pertemuan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya dengan ratusan petani dan nelayan tersebut untuk melakukan musyawarah  besar (Mubes) VI dari daratan, Flores Alor dan Lembata di Desa Dikesare Kecamatan Leba Tukan Kabupaten Lembata Provinsi NTT, Sabtu (14/7).

Utusan para Petani dan Nelayan dari delapan kabupaten yang ada pulau Flores sebanyak 200 orang, kabupaten Lembata sebanyak 300 orang dan kabupaten Alor sebanyak  200 orang peserta itu untuk membahas bagaimana cara dalam tata produksi, distribusi dan komsumsi menuju kedaulatan pangan di NTT. Mubes itu sering dilakukan oleh 10 kabupaten ke lima kali dan yang lebih meriah karena menjelang musim tanam tahun 2012 serta kesiapan petani untuk menghadapi musim tanam ini lebih dari tahun-tahun sebelumnya.

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dan Ibu Lucia Adinda Lebu Raya, Sony Keraf dan Ibu, Bupati Lembata, dan Wakil Bupati Lembata,  Anggota DPRD Kabupatern Lembata serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Lembata,  Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi, Alex Sena, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Petrus Manuk, Kepala Biro Kesra Setda NTT, Andreas Kia Nuhan dan tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta ribuan masyarakat Lembata dalam mendukung ketahanan pangan serta kompaye komsumsi pangan local hasil keringat sendiri.

Dalam sambutan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengajak para petani dan nelayan bahwa petani dan nelayan merupakan pahlawan dalam mencari dan mengelolah serta menghasilkan untuk pemenuhan kebutuhan kita sehari-hari. “Kalau suatu saat semua  petani tidak lagi menanam padi, jagung dan sayur, nelayan tidak mencari ikan, kita mau makan apa. Walaupun kita banyak uang, tetapi mau beli sayur, ikan dan beras tidak tersedia maka itu merupakan sebuah masalah yang sangat besar.  Oleh sebab itu petani dan nelayan boleh kita sebut para pahlawan,” kata Frans Lebu Raya.

Frans Lebu Raya, mengatakan, “Petani terus melakukan kreasi, inovasi dalam pengembangan usahanya sebab saya sebagai Gubernur NTT mendukung sepenuhnya dalam setiap semua usaha dalam bentuk yang baik. Saya juga meminta kepada para bupati agar bantulah petani dengan memberikan penggunaan traktor untuk pengolahan lahan dengan tidak memungut biaya. Berikan penyuluhan kepada petani untuk menanam tepat waktunya serta bercocok tanam yang baik dan benar lebih modern sehingga hasilnyapun lebih baik,” ungkap Frans Lebu Raya.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, meminta para petani dan nelayan jangan berkecil hati, karena selama ini masyarakat di luar NTT menyebut NTT daerah miskin. Pada saat ini saya minta kita harus menunjukkan bahwa kita tidak miskin. Kalimat miskin itu kita perlu hilangkan. Hilangkan imeds yang sering disebut masyarakat luar NTT. Mari kita bergandengan tangan membangun kebersamaan dan gotong royong sangat membantu satu sama yang lainnya untuk mencapai kesuksesan dan kesejahteraan rumah tangga kita,” jelas Frans Lebu Raya. “Jangan malu makan jangung, ubi, pisang dan lauknya ikan hasil tangkapan para nelayan. Karena makanan ini memiliki gizi tinggi. Saya ini anak seorang petani, sejak kecil makan jagung, toh bisa jadi gubernur. Bukan mereka yang setiap saat makan nasi saja yang bisa jadi gubernur, itu pandangan salah. Saya bisa jadi Gubernur. Pak Sony Keraf bisa jadi menteri. Dulu kami ini makan jagung, karena nasi sulit didapati,” jelas Frans Lebu Raya.

Masyarakat Flores Timur dan Lembata ini paling banyak merantau ke Malaysia karena malas kerja kebun. Toh pulang dari Malaysia tetap kerja kebun. Oleh sebab itu mari kita lakukan kreatif dalam melakukan usaha pertanian, dengan menanam tanaman yang produktif jangka panjang dan menengah, peliharalah ternak seperti sapi, kambing, babi dan ayam. Nelayan kembangkan usaha selain tangkap ikan rumput laut juga dikembangkan sehingga menambah penghasilan. Bagi yang mendapat bantuan kembangkan terus usaha dan bantu memberikan solusi pemikiran kepada kelompok yang belum berhasil mengembangkan usaha nelayan.

“Ajaklah sahabat, teman untuk terus mengembangkan usaha nelayan. Sebab pemerintah akan terus membantu serta mendorong semua usaha yang mendatangkan kesejahteraan keluarga. Sebab di Lembata sangat cocok kembangkan rumput laut. Jangan malu, jangan iri, jangan egois, hilangkan sifat yang buruk yang mendatangkan malah petaka. Ciptakan kedamaian, saling mendukung dalam berusaha, membantu memberikan nasihat, pikiran yang baik, ciptakan gorong royong untuk tumbuh kembangkan usaha produktifitas dalam menghasilkan pangan local untuk kesejahteraan kita sendiri,” minta Frans Lebu Raya.   (YOS).        




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN