SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip

Pesawat Latih Jenis Cesna Jatuh di Buleleng
Senin, 6 Agustus 2012 | 8:05

Pesawat latih jenis Cesna 172 P. [Google] Pesawat latih jenis Cesna 172 P. [Google]

[DENPASAR] Pesawat latih milik Bali Internasional Flight Academi (BIFA), jenis Cesna 172 P dengan registrasi PK ROI,  Minggu (5/8), jatuh di halaman rumah penduduk tak jauh dari Bandara Letkol Wisnu, Desa Sumberkima, Kabupaten Buleleng, Bali.  

Pesawat  jatuh  sekitar pukul 14.00 wita, mengakibatkan dua pilot, yang merupakan siswa dari BIFA, mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Kecelakaan pesawat itu berawal ketika dua siswa BIFA, Rizky Rahmadhani (23) yang bertindak selaku pilot dan Budi Alovo (26) selaku co-pilot, melakukan latihan penerbangan sesuai jadwal.  

Menurut  informasi, pesawat sebelumnya take off dari Bandara Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah sampai di Bandara letkoL Wisnu, mereka latihan mendarat pada landasan bandara.  

Namun sebelum mendarat, pesawat diduga terbang terlalu rendah sehingga menabrak pohon di sekitar bandara, lalu pesawat terhempas keluar bandara dan menabrak pohon singapur, kemudian menabrak pohon mangga, sebelum akhirnya terjatuh di halaman rumah warga.

Pemilik rumah, Putu Lis Armaya, menuturkan, dirinya sedang berada di bengkel depan rumahnya ketika mendengar suara gaduh di halaman belakang. Awalnya ia mengira genset yang ditaruh di belakang rumahnya mengalami kerusakan.  

Ketika ditengok, ia kaget melihat pesawat terperosok di halaman rumahnya. Untungnya, di halaman rumahnya sedang tidak ada orang. ''Pesawat itu juga terjatuh di halaman yang kosong tanpa bangunan, sehingga tak menimbulkan korban dari pihak warga,'' katanya.

Menurut Putu Lis, bahan bakar  pesawat memang mengalami kebocoran saat terjatuh,  namun tak sampai terjadi kebakaran. Mobil miliknya yang diparkir di garasi  juga terkena percikan minyak. ''Untung tidak terjadi kebakaran,''ujarnya.

Putu Sudana, pemilik rumah makan yang lokasinya bersebelahan dengan bandara, mengatakan, ia melihat secara jelas bagaimana pesawat menyambar pohon singapur yang berada di tengah-tengah rumah makannya.  

Saat itu, di rumah makan sedang ada sejumlah tamu. ''Sedang asyik tamu saya makan, tiba-tiba pesawat menyambar pohon singapur, lalu menabrak pohon mangga dan terjatuh,'' katanya.

Putu Sudana mengaku langsung berlari ke arah pesawat yang terjatuh dan menolong dua siswa keluar dari pesawat. Saat dikeluarkan dari pesawat, dua siswa itu mengalami luka-luka.  

Ia kemudian mengantar dua siswa itu ke puskesmas di Goris, lalu dirujuk ke rumah sakit Santi Graha Seririt. ''Saat itu, tamu yang sedang makan,  saya tinggalkan untuk mengantar dua siswa tersebut,''katanya.

Dalam kecelakaan itu,  Budi Alovo mengalami luka ringan dibagian kening dan harus menerima lima jahitan. Bagian lututnya juga mengalami lecet. Sementara Rizky Ramadani, hanya mengalami luka lecet dibagian punggungnya.  

Keduanya mendapat perawatan di Rumah Sakit Santi Graha Seririt. Karena lukanya tak terlalu parah keduanya diperbolehkan pulang dan langsung bergabung dengan instrukturnya di Bandara Letkol Wisnu.

Sementara beberapa saat setelah pewasat jatuh, petugas dari BIFA langsung menutup badan pesawat dengan terpal hingga tak kelihatan sedikit pun. Jajaran Polsek Gerokgak yang dikoordinasi  langsung Kapolsek Gerokgak AKP I Wayan Suarta mengitari lokasi jatuhnya pesawat itu dengan police line.  

Pecalang Desa Sumberkima pun langsung turun tangan untuk mengatur lalu-lintas di Jalan Singaraja-Gilimanuk,  yang sempat macet karena banyak warga yang ingin melihat pesawat yang jatuh tersebut.

Dirut PT Bali Widya Dirgantara/BIFA, Wiradharma Gedong Oka, membenarkan kecelakaan itu. Ia mengatakan, musibah itu terjadi sewaktu pesawat hendak mendarat. Saat hendak mendarat pesawat terhempas keluar di sebelah kiri pagar landasan.  

Sebelumnya pesawat sedang dalam penerbangan latihan cross country yang diawaki siswa pilot Budi dan Rizky. ''Tidak ada korban jiwa, baik pilot maupun warga di darat. Namun kedua siswa dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan kini keduanya sudah diizinkan pulang,'' katanya.

Untuk mengetahui penyebab musibah tersebut, kata Wiradharma, tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. [137]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN