Pesawat Latih Jenis Cesna Jatuh di Buleleng
Senin, 6 Agustus 2012 | 8:05
Pesawat latih jenis Cesna 172 P. [Google] [DENPASAR] Pesawat
latih milik Bali Internasional Flight Academi (BIFA), jenis Cesna 172 P dengan
registrasi PK ROI, Minggu (5/8), jatuh
di halaman rumah penduduk tak jauh dari Bandara Letkol Wisnu, Desa Sumberkima,
Kabupaten Buleleng, Bali.
Pesawat
jatuh sekitar pukul 14.00 wita, mengakibatkan dua pilot, yang merupakan
siswa dari BIFA, mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Kecelakaan pesawat itu berawal ketika dua siswa BIFA, Rizky Rahmadhani (23)
yang bertindak selaku pilot dan Budi Alovo (26) selaku co-pilot, melakukan
latihan penerbangan sesuai jadwal.
Menurut informasi, pesawat sebelumnya take off dari Bandara Blimbingsari
Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah sampai di Bandara letkoL Wisnu,
mereka latihan mendarat pada landasan bandara.
Namun
sebelum mendarat, pesawat diduga terbang terlalu rendah sehingga menabrak pohon
di sekitar bandara, lalu pesawat terhempas keluar bandara dan menabrak pohon
singapur, kemudian menabrak pohon mangga, sebelum akhirnya terjatuh di halaman
rumah warga.
Pemilik rumah, Putu Lis Armaya, menuturkan, dirinya sedang berada di bengkel
depan rumahnya ketika mendengar suara gaduh di halaman belakang. Awalnya ia
mengira genset yang ditaruh di belakang rumahnya mengalami kerusakan.
Ketika
ditengok, ia kaget melihat pesawat terperosok di halaman rumahnya. Untungnya,
di halaman rumahnya sedang tidak ada orang. ''Pesawat itu juga terjatuh di
halaman yang kosong tanpa bangunan, sehingga tak menimbulkan korban dari pihak
warga,'' katanya.
Menurut Putu Lis, bahan bakar pesawat
memang mengalami kebocoran saat terjatuh, namun tak sampai terjadi kebakaran. Mobil miliknya
yang diparkir di garasi juga terkena
percikan minyak. ''Untung tidak terjadi kebakaran,''ujarnya.
Putu Sudana, pemilik rumah makan yang lokasinya bersebelahan dengan bandara,
mengatakan, ia melihat secara jelas bagaimana pesawat menyambar pohon singapur
yang berada di tengah-tengah rumah makannya.
Saat itu, di
rumah makan sedang ada sejumlah tamu. ''Sedang asyik tamu saya makan, tiba-tiba
pesawat menyambar pohon singapur, lalu menabrak pohon mangga dan terjatuh,'' katanya.
Putu Sudana mengaku langsung berlari ke arah pesawat yang terjatuh dan menolong
dua siswa keluar dari pesawat. Saat dikeluarkan dari pesawat, dua siswa itu
mengalami luka-luka.
Ia kemudian
mengantar dua siswa itu ke puskesmas di Goris, lalu dirujuk ke rumah sakit
Santi Graha Seririt. ''Saat itu, tamu yang sedang makan, saya tinggalkan untuk mengantar dua siswa
tersebut,''katanya.
Dalam kecelakaan itu, Budi Alovo
mengalami luka ringan dibagian kening dan harus menerima lima jahitan. Bagian
lututnya juga mengalami lecet. Sementara Rizky Ramadani, hanya mengalami luka
lecet dibagian punggungnya.
Keduanya
mendapat perawatan di Rumah Sakit Santi Graha Seririt. Karena lukanya tak
terlalu parah keduanya diperbolehkan pulang dan langsung bergabung dengan
instrukturnya di Bandara Letkol Wisnu.
Sementara beberapa saat setelah pewasat jatuh, petugas dari BIFA langsung
menutup badan pesawat dengan terpal hingga tak kelihatan sedikit pun. Jajaran Polsek
Gerokgak yang dikoordinasi langsung
Kapolsek Gerokgak AKP I Wayan Suarta mengitari lokasi jatuhnya pesawat itu
dengan police line.
Pecalang
Desa Sumberkima pun langsung turun tangan untuk mengatur lalu-lintas di Jalan
Singaraja-Gilimanuk, yang sempat macet
karena banyak warga yang ingin melihat pesawat yang jatuh tersebut.
Dirut PT Bali Widya Dirgantara/BIFA, Wiradharma Gedong Oka, membenarkan
kecelakaan itu. Ia mengatakan, musibah itu terjadi sewaktu pesawat hendak
mendarat. Saat hendak mendarat pesawat terhempas keluar di sebelah kiri pagar
landasan.
Sebelumnya pesawat
sedang dalam penerbangan latihan cross
country yang diawaki siswa pilot Budi dan Rizky. ''Tidak ada korban jiwa,
baik pilot maupun warga di darat. Namun kedua siswa dibawa ke rumah sakit untuk
mendapatkan pemeriksaan dan kini keduanya sudah diizinkan pulang,'' katanya.
Untuk mengetahui penyebab musibah tersebut, kata Wiradharma, tim Komite
Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah menuju ke lokasi kejadian untuk
melakukan penyelidikan. [137]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Dahlan: Gaji Outsourcing 10% Di Atas UMP
DPR: Jangan Hentikan Pencarian Korban Freeport
Freeport: Jumlah Korban Meninggal 11 Orang
Elpiji 3 Kg Rp 27.000/Tabung, Warga Mulai Beralih ke Kayu Api
