Perempuan untuk Negeri Enggan Berpolitik
Rabu, 22 Februari 2012 | 9:00
Ilustrasi [google] [JAKARTA] Persatuan yang
tergabung dalam Perempuan untuk Negeri (PUN) tidak ingin berpolitik. PUN
hanya bergerak dalam bidang sosial.
Demikian dikakan Ketua Umum PUN,
Yanti Airlangga, kepada pers di Jakarta, baru-baru ini.
“Kami tidak ingin
diarahkan ke dunia politik, meskipun suami aktivis partai politik seperti suami
saya seorang politisi yang juga anggota DPR,” kata Yanti.
Menurut Yanti, dalam kiprahnya di
masyarakat, PUN hanya ingin memberikan sumbangsih nyata kepada bangsa
berupa bantuan kepada pihak yang tidak mampu di seluruh Indonesia, sebatas
kemampuan mereka.
“PUN ini organisasi wanita yang terdiri ibu rumah
tangga dan ibu-ibu yang berbisnis. Niat kami hanya ingin mencari pahala dan
kami sangat independen. Karena itu, kami tidak ingin berapiliasi kepada
partai mana pun. Yang berkiprah di dunia politik biarkan suami saya saja. Saya ingin mencari ridho Allah saja di bidang sosial,” kata
Yanti, sepulang dari Bandung, Jawa Barat, untuk memberikan bantuan kepada anak
yatim dan cacat di Sekolah Kemala Bhayangkari,
Bandung.
Di Bandung, selain memberikan
santunan kepada anak yatim dan cacat di Sekolah Kemala Bhayangkari, Perempuan
untuk Negeri juga memberikan bantuan kepada Panti Asuhan Al Amien di Desa Cipadang Kidul, Bandung serta memberikan bantuan kepada Panti Balita di
Bandung. Sebelum ini, PUN juga pernah membantu pembangunan sekolah Bhayangkari
di Cirebon.
Semua kegiatan ini, kata
Yanti, dilakukan dalam rangkaian acara HUT ke-32 Yayasan Bhayangkari.
Perempuan untuk Negeri (PUN),
sesungguhnya bukanlah oraganisasi baru. PUN berdiri pada 2009 lalu
setelah terjadi gempa di Sumatera Barat. Keprihatinan sejumlah wanita yang
memiliki kepedulian sosial, seperti Yanti Airlangga kemudian mengajak
rekan-rekannya untuk membuat satu organiasi untuk menggalang dana bagi korban gempa Sumatera Barat.
Namun, karena mereka lebih mementingkan
memberikan bantuan kepada pihak yang dilanda musibah ketimbang
ekspose, maka kegiatan PUN belum banyak diketahui publik.
Padahal, sejak berdirinya tiga tahun lalu, PUN banyak memberikan sumbangsih
pada bangsa ini. Misalnya memberikan bansos (bantuan sosial) ke rumah sakit, membantu program GNOTA, bantuan pendidikan, pembangunan
sekolah dan lain-lain.
“Insya Allah ke depan nanti, PUN akan tetap membantu
masyarakat. Karena, tekad ibu-ibu yahg tergabung dalam PUN ini memang ingin
selalu berada di tengah masarakat yg tidak mampu. Sebisa mungkin kami ingin membantu,” kata Yanti lagi. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kapal Pengangkut Batubara Tenggelam di Perairan Merak
Subak Diakui Dunia, Masyarakat Bali Gembira
Larangan Beribadah Harus Dilaporkan ke Dewan PBB
BBM Langka di Lampung, Pertamina ‘Ngapain Aja?’
Duit Kencan Kurang Rp 20 Ribu, Pria Bunuh Wanita Penghibur
Rusuh di Jambi, 60 Rumah Karyawan Perusahaan Sawit Dibakar
Jika Tak Kuat Mental, Keluarga Disarankan Tidak Lihat Jasad Korban Sukhoi
Duel di Kafe, Satu Tewas Ditebas Pedang
