SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Perempuan untuk Negeri Enggan Berpolitik
Rabu, 22 Februari 2012 | 9:00

Ilustrasi [google] Ilustrasi [google]

[JAKARTA]  Persatuan yang tergabung dalam Perempuan untuk Negeri  (PUN) tidak ingin berpolitik. PUN hanya bergerak dalam bidang sosial. Demikian dikakan Ketua Umum PUN, Yanti Airlangga, kepada pers di Jakarta, baru-baru ini.

“Kami tidak ingin diarahkan ke dunia politik, meskipun suami aktivis partai politik seperti suami saya seorang politisi yang juga anggota DPR,” kata Yanti.

Menurut Yanti, dalam kiprahnya di masyarakat, PUN hanya ingin memberikan sumbangsih nyata kepada  bangsa berupa bantuan kepada pihak yang tidak mampu di seluruh Indonesia, sebatas kemampuan mereka.  

“PUN ini organisasi wanita yang terdiri ibu rumah tangga dan ibu-ibu yang berbisnis. Niat kami hanya ingin mencari pahala dan kami sangat independen. Karena itu, kami tidak  ingin berapiliasi kepada partai mana pun. Yang berkiprah di dunia politik  biarkan suami saya saja. Saya ingin mencari  ridho Allah saja di bidang sosial,” kata Yanti, sepulang dari Bandung, Jawa Barat, untuk memberikan bantuan kepada anak yatim dan cacat di Sekolah Kemala Bhayangkari,
Bandung.

Di Bandung, selain memberikan santunan kepada anak yatim dan cacat di Sekolah Kemala Bhayangkari, Perempuan untuk Negeri juga memberikan bantuan kepada Panti Asuhan Al Amien di Desa Cipadang Kidul, Bandung serta memberikan bantuan kepada Panti Balita di Bandung. Sebelum ini, PUN juga pernah membantu pembangunan sekolah Bhayangkari di Cirebon.  

Semua kegiatan ini, kata Yanti, dilakukan dalam rangkaian acara HUT  ke-32 Yayasan Bhayangkari.   

Perempuan untuk Negeri (PUN), sesungguhnya bukanlah oraganisasi baru. PUN  berdiri pada 2009 lalu setelah terjadi gempa di Sumatera Barat. Keprihatinan sejumlah wanita yang memiliki kepedulian sosial, seperti Yanti Airlangga kemudian mengajak rekan-rekannya untuk membuat satu organiasi untuk menggalang dana bagi korban gempa Sumatera Barat.

Namun, karena mereka  lebih mementingkan   memberikan bantuan kepada pihak yang dilanda musibah ketimbang  ekspose, maka kegiatan PUN belum banyak diketahui publik.

Padahal, sejak berdirinya tiga tahun lalu, PUN banyak memberikan sumbangsih pada bangsa ini. Misalnya memberikan bansos (bantuan sosial) ke rumah sakit, membantu program GNOTA, bantuan pendidikan, pembangunan sekolah dan lain-lain.

“Insya Allah ke depan nanti, PUN akan tetap membantu masyarakat. Karena, tekad ibu-ibu yahg tergabung dalam PUN ini memang ingin selalu berada di tengah masarakat yg tidak mampu. Sebisa mungkin kami ingin membantu,” kata Yanti lagi. [E-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN