Perajin Tahu-Tempe Sukabumi Kembali Berproduksi
Jumat, 3 Agustus 2012 | 16:46
Perajin tahu [SP/Adi Marsiela] [SUKABUMI] Sebagian pengusaha tahu dan tempe di Sukabumi,
Jawa Barat, kembali melakukan produksi di hari terakhir aksi mogok, tetapi
jumlah produksinya hanya sedikit.
"Walaupun sudah kembali berproduksi tetapi jumlah produksinya belum
maksimal karena, pengusaha yang mulai melakukan produksi tahu tempe masih
menghargai pengusaha yang tetap melakukan aksi mogok produksi," kata Ketua
Forum Masyarakat Pengrajin Tahu Tempe Sukabumi, Dadang Jamaludi kepada ANTARA,
Jumat.
Menurut Dadang, dari pantauan pihaknya, selama aksi mogok produksi ini pasokan
tahu tempe di pasar sangat minim bahkan bisa dikatakan langka. Walaupun ada
pasokan tetapi berasal dari para pengusaha kecil seperti Kota Sukabumi.
Dia mengatakan, sebenarnya pengusaha sudah mulai memproduksi khususnya tahu di
hari kedua aksi, tetapi untuk tempe baru hari ini. "Mereka yang kembali
memproduksi dikarenakan beberapa faktor seperti untuk menggaji karyawan dan
untuk menambah modal, sebab selama tidak melakukan produksi mereka tidak ada
pemasukan keuangan," katanya.
Dia mengatakan, selama melakukan aksi tersebut, pihaknya juga menuntut agar
pemerintah mencarikan solusi yang tepat untuk menekan harga kacang kedelai.
Seperti memberikan subsidi harga dan tidak tergantung kepada kedelai impor.
"Atau menstabilkan kembali harga kedelai yakni Rp5 ribu sampai Rp 6 ribu
setiap kilogramnya. Saat ini harga kedelai masih cukup tinggi, yakni di atas
Rp7 ribu setiap kilogram. Karena dengan harga yang tinggi tersebut para
pengusaha kesulitan melakukan produksi," kata Dadang.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga merasa bingung untuk menaikan harga
karena seperti diketahui, tahu tempe merupakan makanan untuk warga kelas menengah
dan bawah. Jika harganya dinaikkan khawatir ada penolakan dari warga, di sisi
lain juga jika produksinya tidak laku di pasaran maka yang ada pengusaha malah
merugi.
"Maka dari itu kami ingin ada solusi yang tepat agar para pengusaha bisa
terus memproduksi dan mendapatkan keuntungan yang baik. Bukan seperti sekarang
ini pengusaha bukannya mendapatkan keuntungan tetapi malah merugi yang ada
kerja bakti," katanya.
Seorang pedagang tahu tempe di Pasar Cicurug, Munajat mengatakan, selama aksi
mogok produksi massal yang dilakukan oleh pengusaha tahu tempe, sangat
mempengaruhi pasokan ke pasar. Bahkan pada hari kedua, Kamis (2/8) dirinya
tidak mendapatkan pasokan tahu dan tempe.
"Untuk hari ini pasokan sudah kembali, tetapi jumlahnya belum normal
karena pengusaha masih melakukan aksi mogok produksi," kata Munajat. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
