SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Perajin Tahu-Tempe Sukabumi Kembali Berproduksi
Jumat, 3 Agustus 2012 | 16:46

Perajin tahu [SP/Adi Marsiela] Perajin tahu [SP/Adi Marsiela]

[SUKABUMI] Sebagian pengusaha tahu dan tempe di Sukabumi, Jawa Barat, kembali melakukan produksi di hari terakhir aksi mogok, tetapi jumlah produksinya hanya sedikit.

"Walaupun sudah kembali berproduksi tetapi jumlah produksinya belum maksimal karena, pengusaha yang mulai melakukan produksi tahu tempe masih menghargai pengusaha yang tetap melakukan aksi mogok produksi," kata Ketua Forum Masyarakat Pengrajin Tahu Tempe Sukabumi, Dadang Jamaludi kepada ANTARA, Jumat.

Menurut Dadang, dari pantauan pihaknya, selama aksi mogok produksi ini pasokan tahu tempe di pasar sangat minim bahkan bisa dikatakan langka. Walaupun ada pasokan tetapi berasal dari para pengusaha kecil seperti Kota Sukabumi.

Dia mengatakan, sebenarnya pengusaha sudah mulai memproduksi khususnya tahu di hari kedua aksi, tetapi untuk tempe baru hari ini. "Mereka yang kembali memproduksi dikarenakan beberapa faktor seperti untuk menggaji karyawan dan untuk menambah modal, sebab selama tidak melakukan produksi mereka tidak ada pemasukan keuangan," katanya.

Dia mengatakan, selama melakukan aksi tersebut, pihaknya juga menuntut agar pemerintah mencarikan solusi yang tepat untuk menekan harga kacang kedelai. Seperti memberikan subsidi harga dan tidak tergantung kepada kedelai impor.

"Atau menstabilkan kembali harga kedelai yakni Rp5 ribu sampai Rp 6 ribu setiap kilogramnya. Saat ini harga kedelai masih cukup tinggi, yakni di atas Rp7 ribu setiap kilogram. Karena dengan harga yang tinggi tersebut para pengusaha kesulitan melakukan produksi," kata Dadang.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga merasa bingung untuk menaikan harga karena seperti diketahui, tahu tempe merupakan makanan untuk warga kelas menengah dan bawah. Jika harganya dinaikkan khawatir ada penolakan dari warga, di sisi lain juga jika produksinya tidak laku di pasaran maka yang ada pengusaha malah merugi.

"Maka dari itu kami ingin ada solusi yang tepat agar para pengusaha bisa terus memproduksi dan mendapatkan keuntungan yang baik. Bukan seperti sekarang ini pengusaha bukannya mendapatkan keuntungan tetapi malah merugi yang ada kerja bakti," katanya.

Seorang pedagang tahu tempe di Pasar Cicurug, Munajat mengatakan, selama aksi mogok produksi massal yang dilakukan oleh pengusaha tahu tempe, sangat mempengaruhi pasokan ke pasar. Bahkan pada hari kedua, Kamis (2/8) dirinya tidak mendapatkan pasokan tahu dan tempe.

"Untuk hari ini pasokan sudah kembali, tetapi jumlahnya belum normal karena pengusaha masih melakukan aksi mogok produksi," kata Munajat.  [Ant/L-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN