Pemuda Indonesia Harus Bersinergi
Senin, 9 Juli 2012 | 14:45
Ketua Umum KNPI Taufan Eko Nugroho Ratorasiko (Foto: Istimewa) [JAKARTA] Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional
Pemuda Indonesia (KNPI), Taufan Rotorasiko menjadi salah satu narasumber
diskusi bertajuk “Defining the 21st Century Profile of Indonesia: The
View from Young Generation” atau sudut pandang pemuda memandang kondisi
Indonesia di abad ke-21. Diskusi tersebut merupakan rangkaian acara
Congress of Indonesian Diaspora (CID) atau Kongres Diaspora Indonesia
diselenggarakan dari tanggal 6 - 8 Juli 2012 di Los Angeles Covention
Center, California, Los Angeles, Amerika Serikat.
"Potensi pemuda Indonesia yang tersebar di seluruh dunia, harus
bersinergi untuk bersama-sama membangun kesejahteraan masyarakat dan
memperjuangkan perdamaian dunia," kata Taufan dalam rilis yang diterima
SP, di Jakarta, Minggu, (8/7).
Meskipun tidak diketahui pasti berapa jumlah masyarakat Indonesia di
seluruh penjuru dan belahan dunia. Namun, diperkirakan terdapat lebih
dari 10 juta orang Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah di Dunia.
Kongres Diaspora Indonesia bukan hanya sebuah ajang bergengsi yang
diselenggarakan di luar negeri, tetapi merupakan sebuah potensi penting
yang mencerminkan paradigma baru bagi jutaan warga Indonesia yang
tertebaran diseluruh dunia.
Diaspora Indonesia memandang warga Indonesia dan non Indonesia, selama
di hatinya ada Indonesia apapun warna kulit, dialeg, tanah kelahiran,
warna paspor dan jenis visanya, maka mereka merupakan bagian dari
diaspora Indonesia. Potensi dan keberadaan positif tersebut adalah
penting jika kita dapat mendorong kekuatan tersebut untuk menyatukan
diri menjadi sebuah komunitas besar dan membangun kekuatan yang riil
yang berguna untuk percepatan pembangunan bangsa kedepan.
Taufan berharap Kongres Diaspora dapat menjembatani, menyalurkan dan
mewujudkan berbagai ide, kepentingan dan aspirasi dari sesama masyarakat
Indonesia di belahan dunia manapun. "Di abad ke-20, momentum sejarah
bangsa, adalah buah dari sinergi dari berbagai elemen pemuda, termasuk
antara pemuda yang mendapat pendidikan barat dan kuliah di luar negeri
dengan para pemuda di di dalam negeri," imbuhnya. [C-6]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Dahlan: Gaji Outsourcing 10% Di Atas UMP
Elpiji 3 Kg Rp 27.000/Tabung, Warga Mulai Beralih ke Kayu Api
Menag: Kementerian Agama Sendiri Tidak Bisa Bubarkan Ahmadiyah
