Pemerintah Bantah RPP Guru Honorer Lambat Direspons
Selasa, 21 Februari 2012 | 14:48
Aksi demo guru honorer [antara] [JAKARTA] Pemerintah membantah jika selama ini telah
terlambat dalam mengambil respon soal Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP)
pengangkatan tenaga guru honorer menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebaliknya,
pemerintah mengklaim telah mencapai kesepahaman dengan guru honorer.
”Sebetulnya selama ini telah ada pembahasan di Kementerian PAN dan Reformasi
Birokrasi dan Kemendikbud kalau disebut lambat. Kami kira memang itu ada proses
tindak lanjut dari yg dikenal dengan kategori 1 dan K2. Mungkin membutuhkan
waktu untuk validitas yang menjadi keharusan disana. Mudah-mudahan akan
mencapai kesepahaman. Sesungguhnya sudah tercapai kesepahaman, bagaimana nanti
persisnya Kementerian PAN yang akan menjelaskan,” kata Juru Bicara Presiden
Julian Aldrin Pasha di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/2).
Julian menjelaskan, Selasa sore ini sekitar pukul 16.00 WIB, pembahasan
finalisasi RPP pengangkatan tenaga honorer ini akan dilakukan di kantor
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen
PAN-RB). Di mana, dalam pertemuan yang melibatkan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan tersebut diharapkan akan ada tindak lanjut dari persoalan ini.
”Sebagaimana yang telah kami dengarkan semalam dari perwakilannya (Persatuan
Guru Republik Indonesia/PGRI), hadir juga ketua PGRI Sulistyo dan beberapa
koordinator yang lain. Nanti akan bertemu kembali di kantor Kementerian PAN
sore ini untuk tindak lanjut verifikasi langkah-langkah hal teknis yang memang
menjadi domain dari kemen PAN,” tuturnya.
Lebih lanjut Julian mengungkapkan, aksi unjuk rasa 20 ribu lebih guru honorer
di depan Istana Merdeka, Senin (20/2) telah ditanggapi pemerintah. Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun mengupayakan perbaikan kelayakan upah bagi
guru honorer.
Presiden, tambahnya telah mengutus Menteri PAN-RB untuk mengatur perbaikan
sistem pengupahan guru honorer tersebut. ”Pak Menteri PAN dan reformasi
birokrasi didampingi Pak Seskab (Dipo Alam) telah bertemu dan kami telah mendegarkan
apa yang menjadi aspirasi mereka,” tukasnya. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kapal Pengangkut Batubara Tenggelam di Perairan Merak
Subak Diakui Dunia, Masyarakat Bali Gembira
Larangan Beribadah Harus Dilaporkan ke Dewan PBB
BBM Langka di Lampung, Pertamina ‘Ngapain Aja?’
Duit Kencan Kurang Rp 20 Ribu, Pria Bunuh Wanita Penghibur
Rusuh di Jambi, 60 Rumah Karyawan Perusahaan Sawit Dibakar
Jika Tak Kuat Mental, Keluarga Disarankan Tidak Lihat Jasad Korban Sukhoi
Duel di Kafe, Satu Tewas Ditebas Pedang
