SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Patung Mantan Gubernur Roboh, Ormas Minta Kapolres Lampung Selatan Dicopot
Kamis, 3 Mei 2012 | 15:29

Patung mantan gubernur Lampung Zainal Abidin pagarama dibakar warga sebelum akhirnya roboh [tribunnews] Patung mantan gubernur Lampung Zainal Abidin pagarama dibakar warga sebelum akhirnya roboh [tribunnews]

Berita Terkait

[BANDAR LAMPUNG] Buntut robohnya patung Mantan Gubernur Lampung, Zainal Abidin Pagarama (ZAP), ratusan ormas Pemuda Lampung meminta agar Kapolres Lampung Selatan dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal mengamnkan aksi dan dinilai melakukan pembiaran terhadap aksi massa yang anarkis.
 
Permintaan pencopotan Kapolres itu disampaikan perwakilan ratusan anggota Pemuda Pancasila, Moface Caropaboka dihadapan anggota Komisi I DPR D Lampung, Faruq Daniel, Kamis (3/5). Bahkan massa juga mendesak Kapolda Lampung untuk menangkap  pelaku pengrusakan  sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu tokoh adat Bandar Mataram, Sukadana, Lampung Timur  Suttan Pengiran Ratu Sebuay Subing menilai, Patung. ZAP lebih pantas didirikan di Bandarlampung, karena ZAP adalah tokoh daerah Lampung yang sudah selayaknya keberadaan patungnya di letakan di Ibu Kota Provinsi Lampung, apalagi yang bersangkutan juga pernah menduduki jabatan Walikota Bandar Lampung dulu namanya masih Tanjungkarang - Teluk Betung.

Suttan Pengiran Ratu Sebuay Subing pada Wartawan di Bandar Lampung, Kamis (3/5) mengusulkan, sebaiknya patung ZAP ditempatkan dilokasi yang strategis dan  mudah dilihat. Bila perlu di jalan masuk ke Unila, karena keberadaan PTN itu juga tidak terlepas dari peran dan tangan dingin ZAP untuk mencerdaskan anak bangsa dari Sai Bumi Rua Jurai ini.

Menurut mantan Wakil Bupati Lampung Timur,  orang yang meributkan keberadaan patung ZAP lebih dikarenakan ketidakmengertian mereka terhadap ZAP. "Beliau merupakan tokoh yang sangat berjasa di Lampung, selain pendiri dan Mantan Gubernur Lampung, pikiran dan ide ZAP bagi perkembngan dan kemajuan daerah ini tak bisa diukur dan dinilai," tandasnya.
ZAP juga pendiri Unversitas Lampung (Unila), pengagas dan pembangunan Jalur Lintas Barat terutama dari Bukit Kemuning - Liwa - Kruit saat beliaun menjabat Gubernur, termasuk ide pembuatan Jalur Lintas Barat antara Bandar Lampung - Kota Agung - Bengkunan - Krui serta Jalur Lintas Timur bagian timur juga ide-ide beliau dan baru bisa di bangun disaat kepemimpinan Poedjono Pranyoto saat menjabat Gubernur Lampung.

Khusus untuk Lampung Selatan, selain pernah menjadi Bupati pertama juga sumbangsih beliau terhadap pelabuhan penyeberangan Bakauheni juga tak ternilai harganya, sebab beliau menyumbangkan tanahnya beberapa hektar untuk pembangunan pelabuhan Bakauheni.

Jasa-jasa ZAP itu  patut dihormati dan dihargai oleh semua pihak, sebari meyayangkan sikap masyarakat yang terkesan brutal. Sebab, dirinya tak ingin mempersoalkan dana yang terbuang sia-sia, namun seluruh rakyat Lampung Selatan, sudah sepakat mendirikan patung tersebut. "Legislatif dan eksekutiv sudah sepakat mendirikan patung tersebut menggunakan APBD, kok dirubuhkan. Ini kan gak bener," ujarnya.

"Saya mendukung Ormas Lampung Sai dan Pemuda Pancasila yang mendatangi Polda, mendorong agar pihak keamanan mengusut dan menangkap aktor utama pengrusakan patung ZAP. Agar peristiwa yang sama tidak berulang, meski obyeknya berbeda," pungkasnya.

Terpisah, anggota Komisi 1 DPRD Lampung Farouk Danial mengutarakan, orang yang menentang Zainal Abidin Pagar Alam (ZAP) berarti buta sejarah. Ia mengatakan, banyak jasa yang ditorehkan oleh ZAP saat menjabat sebagai Gubernur Lampung.

Menurut Farouk, pada masa pemerintahannya, ZAP sudah merancang pembangunan Universitas Lampung, Pelabuhan Bakauheni dan pembangunan jalan."ZAP itu adalah pemimpin yang futuristik. Dia banyak jasanya bagi Lampung," tuturnya saat berdialog dengan perwakilan Pemuda Pancasila Lampung, Kamis,3/5.
Ia juga akan meminta aparat kepolisian untuk mengusut pelaku perubuhan patung ZAP. Menurut Farouk, polisi bisa melihat dari surat izin unjuk rasa yang masuk ke kepolisian.

"Yang bertanggungjawab itu yang masukkan surat izinnya ke polisi," ungkapnya pada media. Sehari sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah Lampung Sai, juga bertemu dengan Polda Lampung. Juru bicara Lampung Sai, Juniardi meminta mengusut tuntas pelaku kerusuhan di Lampung Selatan, yang berujung pada robohnya patung ZAP. Baik Lampung Sai maupun Pemuda Pancasila meminta Kapolres Lampung Selatan dicopot. Karena dianggap gagal mengamankan kerusuhan Kalianda. (NVS/L-9)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN