Patung Mantan Gubernur Roboh, Ormas Minta Kapolres Lampung Selatan Dicopot
Kamis, 3 Mei 2012 | 15:29
Patung mantan gubernur Lampung Zainal Abidin pagarama dibakar warga sebelum akhirnya roboh [tribunnews]
[BANDAR LAMPUNG] Buntut
robohnya patung Mantan Gubernur Lampung, Zainal Abidin Pagarama (ZAP), ratusan
ormas Pemuda Lampung meminta agar Kapolres Lampung Selatan dicopot dari
jabatannya karena dinilai gagal mengamnkan aksi dan dinilai melakukan pembiaran
terhadap aksi massa yang anarkis.
Permintaan pencopotan Kapolres itu disampaikan perwakilan ratusan anggota
Pemuda Pancasila, Moface Caropaboka dihadapan anggota Komisi I DPR D Lampung,
Faruq Daniel, Kamis (3/5). Bahkan massa juga mendesak Kapolda Lampung untuk
menangkap pelaku pengrusakan sesuai dengan prosedur hukum yang
berlaku.
Sementara itu tokoh adat Bandar Mataram, Sukadana, Lampung Timur Suttan
Pengiran Ratu Sebuay Subing menilai, Patung. ZAP lebih pantas didirikan di
Bandarlampung, karena ZAP adalah tokoh daerah Lampung yang sudah selayaknya
keberadaan patungnya di letakan di Ibu Kota Provinsi Lampung, apalagi yang
bersangkutan juga pernah menduduki jabatan Walikota Bandar Lampung dulu namanya
masih Tanjungkarang - Teluk Betung.
Suttan Pengiran Ratu Sebuay Subing pada Wartawan di Bandar Lampung, Kamis (3/5)
mengusulkan, sebaiknya patung ZAP ditempatkan dilokasi yang strategis dan
mudah dilihat. Bila perlu di jalan masuk ke Unila, karena keberadaan PTN itu
juga tidak terlepas dari peran dan tangan dingin ZAP untuk mencerdaskan anak
bangsa dari Sai Bumi Rua Jurai ini.
Menurut mantan Wakil Bupati Lampung Timur, orang yang meributkan
keberadaan patung ZAP lebih dikarenakan ketidakmengertian mereka terhadap ZAP.
"Beliau merupakan tokoh yang sangat berjasa di Lampung, selain pendiri dan
Mantan Gubernur Lampung, pikiran dan ide ZAP bagi perkembngan dan kemajuan
daerah ini tak bisa diukur dan dinilai," tandasnya.
ZAP juga pendiri Unversitas Lampung (Unila), pengagas dan pembangunan Jalur
Lintas Barat terutama dari Bukit Kemuning - Liwa - Kruit saat beliaun menjabat
Gubernur, termasuk ide pembuatan Jalur Lintas Barat antara Bandar Lampung -
Kota Agung - Bengkunan - Krui serta Jalur Lintas Timur bagian timur juga
ide-ide beliau dan baru bisa di bangun disaat kepemimpinan Poedjono Pranyoto
saat menjabat Gubernur Lampung.
Khusus untuk Lampung Selatan, selain pernah menjadi Bupati pertama juga
sumbangsih beliau terhadap pelabuhan penyeberangan Bakauheni juga tak ternilai
harganya, sebab beliau menyumbangkan tanahnya beberapa hektar untuk pembangunan
pelabuhan Bakauheni.
Jasa-jasa ZAP itu patut dihormati dan dihargai oleh semua pihak, sebari
meyayangkan sikap masyarakat yang terkesan brutal. Sebab, dirinya tak ingin
mempersoalkan dana yang terbuang sia-sia, namun seluruh rakyat Lampung Selatan,
sudah sepakat mendirikan patung tersebut. "Legislatif dan eksekutiv sudah
sepakat mendirikan patung tersebut menggunakan APBD, kok dirubuhkan. Ini kan
gak bener," ujarnya.
"Saya mendukung Ormas Lampung Sai dan Pemuda Pancasila yang mendatangi
Polda, mendorong agar pihak keamanan mengusut dan menangkap aktor utama
pengrusakan patung ZAP. Agar peristiwa yang sama tidak berulang, meski obyeknya
berbeda," pungkasnya.
Terpisah, anggota Komisi 1 DPRD Lampung Farouk Danial mengutarakan, orang yang
menentang Zainal Abidin Pagar Alam (ZAP) berarti buta sejarah. Ia mengatakan,
banyak jasa yang ditorehkan oleh ZAP saat menjabat sebagai Gubernur Lampung.
Menurut Farouk, pada masa pemerintahannya, ZAP sudah merancang pembangunan
Universitas Lampung, Pelabuhan Bakauheni dan pembangunan jalan."ZAP itu adalah pemimpin yang futuristik. Dia banyak jasanya bagi
Lampung," tuturnya saat berdialog dengan perwakilan Pemuda Pancasila
Lampung, Kamis,3/5.
Ia juga akan meminta aparat kepolisian untuk mengusut pelaku perubuhan patung
ZAP. Menurut Farouk, polisi bisa melihat dari surat izin unjuk rasa yang masuk
ke kepolisian.
"Yang bertanggungjawab itu yang masukkan surat izinnya ke polisi,"
ungkapnya pada media.
Sehari sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah Lampung Sai, juga bertemu dengan Polda
Lampung. Juru bicara Lampung Sai, Juniardi meminta mengusut tuntas pelaku
kerusuhan di Lampung Selatan, yang berujung pada robohnya patung ZAP. Baik
Lampung Sai maupun Pemuda Pancasila meminta Kapolres Lampung Selatan dicopot.
Karena dianggap gagal mengamankan kerusuhan Kalianda. (NVS/L-9)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
