Padi Mira I dan Sidenuk Berhasil Dipanen Perdana
Kamis, 2 Agustus 2012 | 14:27
Panen perdana varietas padan Mira I dan Sidenuk di Desa Sirnagalih, Jonggol, Bogor. [SP/Ari Supriyanti Rikin]
[BOGOR] Padi varietas unggul Mira I dan Sidenuk hasil pemuliaan lewat iptek
nuklir berhasil ditanam dan dipanen perdana di Desa Sirnagalih, Jonggol, Bogor.
Selain memiliki umur tanam yang pendek, beras yang dihasilkan pun pulen dan
berkualitas super.
Penanaman Mira I dan Sidenuk ini merupakan kerjasama antara Badan Tenaga Nuklir
Nasional (Batan) dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor.
Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir Batan Ruslan mengatakan dua jenis varietas
padi unggulan itu menambah koleksi varietas padi hasil riset Batan yang kini
berjumlah 20 varietas. Semua varietas itu sudah diujicobakan untuk ditanam
hampir di 23 provinsi.
"Di lahan seluas 2 hektar, kami ujicoba tanam Mira dan Sidenuk. Sudah ada
100 hektar lahan persawahan di lima lokasi di Bogor yang akan ditanami dua
varietas tersebut," katanya usai panen perdana Mira I dan Sidenuk di Desa
Sirnagalih, Jonggol, Bogor, Kamis (2/8).
Penanaman dua varietas ini dimulai sejak 5 Mei 2012. Mira I merupakan varietas
perbaikan dari sifat induknya yaitu padi jenis Cisantana. Sedangkan Sidenuk
berasal dari Diasuji. Mira I dan Sidenuk dipanen setelah 85 hari penanaman dan
sekitar 15 hari persemaian, jadi totalnya 100 hari. Sedangkan jenis varietas
Ciherang yang biasa ditanam petani umur panen lebih dari 105 hari.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor HM Zairin mengungkapkan
hasil panen dua varietas ini memuaskan. Varietas Mira I menghasilkan 9,9 ton
per hektar dan Sidenuk 8,6 ton per hektar gabah kering panen.
Zairin menambahkan sebelumnya petani lebih dominan menanam padi jenis Mekonga
dan Ciherang yang rata-rata 6,5 ton per hektar. Kedua jenis ini rentan
terserang hama wereng.
"Ketika menanam Mira I dan Sidenuk, tahun ini tidak ada laporan serangan
hama," ucapnya.
Dalam spesifikasi keunggulan Mira I, varietas padi ini memiliki ciri tekstur
nasi pulen, kadar amilosa 19 persen, kadar protein 9,02 persen, tahan hama
wereng coklat biotipe 1 dan 2 dan agak tahan biotipe 3. Selain itu, varietas
yang riset hampir empat tahun ini tahan penyakit bakteri hawar daun strain III
dan agak tahan strain IV.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Nurhayati berharap Bogor menjadi pionir
revatalisasi pertanian berbasis desa. Panen padi Mira I dan Sidenuk ini
menurutnya menjadi titik awal kontribusi masyarakat Bogor dalam upaya mendorong
peningkatan produktivitas beras nasional.
"Banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja untuk kedelai
cocok ditanam di Bogor Utara. Hasil ujicoba varietas padi ini pun perlu
ditindaklanjuti agar manfaatnya bisa dirasakan petani," ungkapnya.
Saat ini, pemerintah daerah Kabupaten Bogor sedang mencari solusi atas sejumlah
kendala yang kerap dialami petani seperti lahan, air, permodalan dan alih
teknologi.
Setelah budidaya dua varietas padi Mira I dan Sidenuk berhasil di lima desa di
Bogor, Batan akan menawarkan budidaya Pandan Putri hasil pemuliaan dengan
teknologi radiasi nuklir yang dipastikan aman terhadap varietas Pandan Wangi
khas Cianjur.
Pandan Wangi memiliki tanam hingga panen selama enam bulan. Sedangkan Pandan
Putri selain pulen, wangi, umurnya lebih genjah yaitu empat bulan. [R-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Longsor di Freeport, 21 Tewas, 7 Masih Dicari
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
Dipecat, Ketua RT Gugat Lurah ke PTUN
