SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Mei 2013
Pencarian Arsip

Padi Mira I dan Sidenuk Berhasil Dipanen Perdana
Kamis, 2 Agustus 2012 | 14:27

Panen perdana varietas padan Mira I dan Sidenuk di Desa Sirnagalih, Jonggol, Bogor. [SP/Ari Supriyanti Rikin] Panen perdana varietas padan Mira I dan Sidenuk di Desa Sirnagalih, Jonggol, Bogor. [SP/Ari Supriyanti Rikin]


[BOGOR] Padi varietas unggul Mira I dan Sidenuk hasil pemuliaan lewat iptek nuklir berhasil ditanam dan dipanen perdana di Desa Sirnagalih, Jonggol, Bogor. Selain memiliki umur tanam yang pendek, beras yang dihasilkan pun pulen dan berkualitas super.

Penanaman Mira I dan Sidenuk ini merupakan kerjasama antara Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor.

Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir Batan Ruslan mengatakan dua jenis varietas padi unggulan itu menambah koleksi varietas padi hasil riset Batan yang kini berjumlah 20 varietas. Semua varietas itu sudah diujicobakan untuk ditanam hampir di 23 provinsi.

"Di lahan seluas 2 hektar, kami ujicoba tanam Mira dan Sidenuk. Sudah ada 100 hektar lahan persawahan di lima lokasi di Bogor yang akan ditanami dua varietas tersebut," katanya usai panen perdana Mira I dan Sidenuk di Desa Sirnagalih, Jonggol, Bogor, Kamis (2/8).

Penanaman dua varietas ini dimulai sejak 5 Mei 2012. Mira I merupakan varietas perbaikan dari sifat induknya yaitu padi jenis Cisantana. Sedangkan Sidenuk berasal dari Diasuji. Mira I dan Sidenuk dipanen setelah 85 hari penanaman dan sekitar 15 hari persemaian, jadi totalnya 100 hari. Sedangkan jenis varietas Ciherang yang biasa ditanam petani umur panen lebih dari 105 hari.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor HM Zairin mengungkapkan hasil panen dua varietas ini memuaskan. Varietas Mira I menghasilkan 9,9 ton per hektar dan Sidenuk 8,6 ton per hektar gabah kering panen.

Zairin menambahkan sebelumnya petani lebih dominan menanam padi jenis Mekonga dan Ciherang yang rata-rata 6,5 ton per hektar. Kedua jenis ini rentan terserang hama wereng.

"Ketika menanam Mira I dan Sidenuk, tahun ini tidak ada laporan serangan hama," ucapnya.

Dalam spesifikasi keunggulan Mira I, varietas padi ini memiliki ciri tekstur nasi pulen, kadar amilosa 19 persen, kadar protein 9,02 persen, tahan hama wereng coklat biotipe 1 dan 2 dan agak tahan biotipe 3. Selain itu, varietas yang riset hampir empat tahun ini tahan penyakit bakteri hawar daun strain III dan agak tahan strain IV.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Nurhayati berharap Bogor menjadi pionir revatalisasi pertanian berbasis desa. Panen padi Mira I dan Sidenuk ini menurutnya menjadi titik awal kontribusi masyarakat Bogor dalam upaya mendorong peningkatan produktivitas beras nasional.

"Banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja untuk kedelai cocok ditanam di Bogor Utara. Hasil ujicoba varietas padi ini pun perlu ditindaklanjuti agar manfaatnya bisa dirasakan petani," ungkapnya.

Saat ini, pemerintah daerah Kabupaten Bogor sedang mencari solusi atas sejumlah kendala yang kerap dialami petani seperti lahan, air, permodalan dan alih teknologi.

Setelah budidaya dua varietas padi Mira I dan Sidenuk berhasil di lima desa di Bogor, Batan akan menawarkan budidaya Pandan Putri hasil pemuliaan dengan teknologi radiasi nuklir yang dipastikan aman terhadap varietas Pandan Wangi khas Cianjur.

Pandan Wangi memiliki tanam hingga panen selama enam bulan. Sedangkan Pandan Putri selain pulen, wangi, umurnya lebih genjah yaitu empat bulan. [R-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN