Mudik Lebaran, Kendaraan Berat Masuk Pantura Dibatasi
Jumat, 20 Juli 2012 | 11:39
Jalan Pantura Brebes padat merayap [antara] [SEMARANG]
Menghadapi musim mudik dan balik lebaran, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan
Informatika (Dinhubkominfo) Jawa Tengah, membatasi kendaraan berat yang
melintas di jalur pantura, baik di pantura barat, pantura timur, jalur tengah
dan selatan.
Kepala
Dinhubkominfo Jateng, Urip Sihabuddin mengatakan, batasan jumlah berat
kendaraan yang diizinkan maksimal 8 ton. “Kemacetan dan antrean panjang
kendaraan di titik-titik tertentu, sebetulnya bukan semata-mata karena proyek
perbaikan, tapi karena banyaknya kendaraan berat, sehingga setelah ada tindakan
pembatasan, satu lagi persoalan kemaceten teratasi,” katanya di Semarang.
Pihaknya
mengidentifikasi 10 titik jalur mudik tersebar dari pantura barat sampai timur,
serta jalur tengah dan selatan "Beberapa titik inilah yang sangat rentan
kemacetan, dan kami akan siapkan upaya penanganannya," kata Urip.
Untuk perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah, tepatnya di exit tol Kanci-Pejagan,
pihaknya akan bekerjasama dengan pengelola tol dan Polres Cirebon.
Seperti
tahun-tahun sebelumnya, Dinhubkominfo Jateng juga memberlakukan larangan
operasi untuk truk-truk besar, sejenis tronton untuk memasuki kawasan jalur
mudik di Jawa Tengah.
Larangan itu berlaku
H-4 dan H+1 Lebaran, untuk semua jenis truk berukuran besar, termasuk truk
gandeng. Namun larangan ini tidak berlaku untuk truk pengangkut bahan bakar
minyak (BBM) dan truk pengangkut kebutuhan pokok masyarakat, dimana kedua jenis
truk itu melayani kebutuhan masyarakat selama lebaran.
Larangan operasi
ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan dirasakan sangat efektif untuk
memperlancar arus mudik dan balik selama mudik Lebaran, juga untuk menekan
kecelakaan lalu-lintas.
Sementara itu,
Urip mengakui, perbaikan jalan utama Pantura, dikhawatirkan akan mengganggu
kelancaran arus mudik. Saat ini, masih terdapat perbaikan di sejumlah titik,
tepatnya dari Kecamatan Brangsong, Kendal sampai Wiradesa, Pekalongan.
Perbaikan itu dikhawatirkan akan molor. Setidaknya ada empat titik perbaikan
jalan di wilayah tersebut antara lain di jalan Sukarno-Hatta, Sidorejo, Kendal
dan jalan Jendral Sudirman, Batang.
Di Pekalongan
perbaikan jalan sedang berlangsung di jembatan Rembun. Di Comal terdapat
peninggian jalan sepanjang sekitar 1 km tepatnya di Desa Sidorejo, Comal. Ruas
perbaikan juga terjadi di Wiradesa berupa peninggian jalan sepanjang 1,5 km.
Jika hal itu terjadi,
paling tidak misalnya sampai menjelang lebaran, akan sangat menghambat
lalu-lintas mudik dari Jakarta ke Semarang dan sekitarnya. Pasalnya, di sekitar
titik perbaikan itu terjadi penyempitan jalan atau diberlakukannya satu jalur
menjadi dua arah. .
[149/141/142/143]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Longsor di Freeport, 21 Tewas, 7 Masih Dicari
Menag: Kementerian Agama Sendiri Tidak Bisa Bubarkan Ahmadiyah
Dipecat, Ketua RT Gugat Lurah ke PTUN
