SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

Mudik Lebaran, Kendaraan Berat Masuk Pantura Dibatasi
Jumat, 20 Juli 2012 | 11:39

Jalan Pantura Brebes padat merayap [antara] Jalan Pantura Brebes padat merayap [antara]

[SEMARANG] Menghadapi musim mudik dan balik lebaran, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Jawa Tengah, membatasi kendaraan berat yang melintas di jalur pantura, baik di pantura barat, pantura timur, jalur tengah dan selatan.

Kepala Dinhubkominfo Jateng, Urip Sihabuddin mengatakan, batasan jumlah berat kendaraan yang diizinkan maksimal 8 ton. “Kemacetan dan antrean panjang kendaraan di titik-titik tertentu, sebetulnya bukan semata-mata karena proyek perbaikan, tapi karena banyaknya kendaraan berat, sehingga setelah ada tindakan pembatasan, satu lagi persoalan kemaceten teratasi,” katanya di Semarang.

Pihaknya mengidentifikasi 10 titik jalur mudik tersebar dari pantura barat sampai timur, serta jalur tengah dan selatan "Beberapa titik inilah yang sangat rentan kemacetan, dan kami akan siapkan upaya penanganannya," kata Urip.
Untuk perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah, tepatnya di exit tol Kanci-Pejagan, pihaknya akan bekerjasama dengan pengelola tol dan Polres Cirebon.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dinhubkominfo Jateng juga memberlakukan larangan operasi untuk truk-truk besar, sejenis tronton untuk memasuki kawasan jalur mudik di Jawa Tengah.

Larangan itu berlaku H-4 dan H+1 Lebaran, untuk semua jenis truk berukuran besar, termasuk truk gandeng. Namun larangan ini tidak berlaku untuk truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan truk pengangkut kebutuhan pokok masyarakat, dimana kedua jenis truk itu melayani kebutuhan masyarakat selama lebaran.

Larangan operasi ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan dirasakan sangat efektif untuk memperlancar arus mudik dan balik selama mudik Lebaran, juga untuk menekan kecelakaan lalu-lintas.

Sementara itu, Urip mengakui, perbaikan jalan utama Pantura, dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran arus mudik. Saat ini, masih terdapat perbaikan di sejumlah titik, tepatnya dari Kecamatan Brangsong, Kendal sampai Wiradesa, Pekalongan. Perbaikan itu dikhawatirkan akan molor. Setidaknya ada empat titik perbaikan jalan di wilayah tersebut antara lain di jalan Sukarno-Hatta, Sidorejo, Kendal dan jalan Jendral Sudirman, Batang.

Di Pekalongan perbaikan jalan sedang berlangsung di jembatan Rembun. Di Comal terdapat peninggian jalan sepanjang sekitar 1 km tepatnya di Desa Sidorejo, Comal. Ruas perbaikan juga terjadi di Wiradesa berupa peninggian jalan sepanjang 1,5 km.

Jika hal itu terjadi, paling tidak misalnya sampai menjelang lebaran, akan sangat menghambat lalu-lintas mudik dari Jakarta ke Semarang dan sekitarnya. Pasalnya, di sekitar titik perbaikan itu terjadi penyempitan jalan atau diberlakukannya satu jalur menjadi dua arah. .  [149/141/142/143]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN