Misa Arwah Femi Dihadiri Ratusan Orang di Yogyakarta
Kamis, 24 Mei 2012 | 13:23
Doa bersama untuk Femi Adi Soempeno [solopos] [YOGYAKARTA] Ratusan orang dari kerabat dan teman
menghadiri misa arwah Femi Adi Soempeno, salah seorang korban kecelakaan
pesawat Sukhoi Superjet 100, yang diselenggarakan di Gereja Kotabaru
Yogyakarta, Kamis.
Suasana haru menyelimuti Gereja Kotabaru saat dilakukan misa arwah untuk
wartawan Bloomberg tersebut.
Seluruh peserta misa arwah yang berasal dari keluarga, siswa SMP Stella Duce,
SMA Santa Maria, mahasiswa UAJY, dan perwakilan dari Bloomberg mengenakan pita
hitam sebagai tanda ikut berbela sungkawa.
Suasana menjadi semakin syahdu saat dilantunkan lagu Yogyakarta yang
dipopulerkan oleh KLA Project dan Candle in The Wind yang dipopulerkan Elton
John.
Misa arwah dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dipimpin oleh Romo Frans Susilo,
Kuntoro Wiryomartono, R. Hardo Putranto.
Dalam misa tersebut, Romo Frans mengajak seluruh jemaat misa untuk bersama-sama
mengenang Femi dan bersyukur atas segala berkah yang telah dilimpahkan Tuhan
selama Femi menjalani kehidupannya serta berdoa agar Femi diterima di sisi-Nya.
Kakak Femi, Esti Rahayu mengatakan, Femi selalu bercita-cita menjadi wartawan
karena menulis adalah makanan sehari-hari untuk adiknya.
"Saat melihat namanya di daftar penumpang Sukhoi, ia ingin dikenal sebagai
Femi dari Bloomberg. Ia sudah mencapai apa yang ia inginkan, yaitu hidup
sebagai wartawan dan pergi sebagai wartawan," kata Esti.
Dalam kesempatan tersebut, Esti juga menyampaikan ucapan terima kasih ke
berbagai pihak di antaranya Basarnas, TNI, Polri, masyarakat, tim DVI yang
telah bekerja keras untuk menemukan kemudian mengidentifikasi Femi.
"Kami juga berterima kasih kepada Bloomberg atas dukungan dan bantuan yang
diberikan secara terus menerus kepada keluarga kami," katanya.
Ia berharap, seluruh teman dan kerabat yang mengenal Femi dapat mengingat
kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan adiknya, serta selalu mendoakan adiknya.
Esti kemudian membacakan kutipan dari buku Anak Semua Bangsa karya Pramoedya
Ananta Toer, yang menyatakan "aku menyayangi kamu karena kamu menulis,
suaramu tak akan padam ditelan angin karena abadi sampai jauh...jauh di
kemudian hari ".
Salah seorang sahabat Femi sejak bangku SMA di SMA Santa Maria Yani,
mengucapkan terima kasih kepada Femi atas persahabatan mereka selama ini yang
terjalin sangat baik.
Sebelum kecelakaan terjadi, Femi telah membelikan barang yang akan dikirimnya
untuk anak-anak Yani di Yogyakarta. Namun, paket tersebut belum sempat
terkirim.
Seusai misa, keluarga kemudian memberikan waktu kepada jemaat untuk memberikan
doa kepada Femi yang kemudian akan dimakamkan di Kembangarum, Turi, Sleman.
[Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Menag: Kementerian Agama Sendiri Tidak Bisa Bubarkan Ahmadiyah
