SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

Misa Arwah Femi Dihadiri Ratusan Orang di Yogyakarta
Kamis, 24 Mei 2012 | 13:23

Doa bersama untuk Femi Adi Soempeno [solopos] Doa bersama untuk Femi Adi Soempeno [solopos]

[YOGYAKARTA]  Ratusan orang dari kerabat dan teman menghadiri misa arwah Femi Adi Soempeno, salah seorang korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100, yang diselenggarakan di Gereja Kotabaru Yogyakarta, Kamis.

Suasana haru menyelimuti Gereja Kotabaru saat dilakukan misa arwah untuk wartawan Bloomberg tersebut.

Seluruh peserta misa arwah yang berasal dari keluarga, siswa SMP Stella Duce, SMA Santa Maria, mahasiswa UAJY, dan perwakilan dari Bloomberg mengenakan pita hitam sebagai tanda ikut berbela sungkawa.

Suasana menjadi semakin syahdu saat dilantunkan lagu Yogyakarta yang dipopulerkan oleh KLA Project dan Candle in The Wind yang dipopulerkan Elton John.

Misa arwah dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dipimpin oleh Romo Frans Susilo, Kuntoro Wiryomartono, R. Hardo Putranto.

Dalam misa tersebut, Romo Frans mengajak seluruh jemaat misa untuk bersama-sama mengenang Femi dan bersyukur atas segala berkah yang telah dilimpahkan Tuhan selama Femi menjalani kehidupannya serta berdoa agar Femi diterima di sisi-Nya.

Kakak Femi, Esti Rahayu mengatakan, Femi selalu bercita-cita menjadi wartawan karena menulis adalah makanan sehari-hari untuk adiknya.

"Saat melihat namanya di daftar penumpang Sukhoi, ia ingin dikenal sebagai Femi dari Bloomberg. Ia sudah mencapai apa yang ia inginkan, yaitu hidup sebagai wartawan dan pergi sebagai wartawan," kata Esti.

Dalam kesempatan tersebut, Esti juga menyampaikan ucapan terima kasih ke berbagai pihak di antaranya Basarnas, TNI, Polri, masyarakat, tim DVI yang telah bekerja keras untuk menemukan kemudian mengidentifikasi Femi.

"Kami juga berterima kasih kepada Bloomberg atas dukungan dan bantuan yang diberikan secara terus menerus kepada keluarga kami," katanya.

Ia berharap, seluruh teman dan kerabat yang mengenal Femi dapat mengingat kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan adiknya, serta selalu mendoakan adiknya.

Esti kemudian membacakan kutipan dari buku Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer, yang menyatakan "aku menyayangi kamu karena kamu menulis, suaramu tak akan padam ditelan angin karena abadi sampai jauh...jauh di kemudian hari ".

Salah seorang sahabat Femi sejak bangku SMA di SMA Santa Maria Yani, mengucapkan terima kasih kepada Femi atas persahabatan mereka selama ini yang terjalin sangat baik.

Sebelum kecelakaan terjadi, Femi telah membelikan barang yang akan dikirimnya untuk anak-anak Yani di Yogyakarta. Namun, paket tersebut belum sempat terkirim.

Seusai misa, keluarga kemudian memberikan waktu kepada jemaat untuk memberikan doa kepada Femi yang kemudian akan dimakamkan di Kembangarum, Turi, Sleman. [Ant/L-9]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN